Suara.com - Kerasnya kehidupan memaksa Fikri yang baru berusia 6 tahun harus memulung barang bekas untuk menyambung hidup. Videonya saat berburu barang di jalanan sempat viral, hingga negara hadir dan kini dia menemukan kehidupan baru di Sekolah Rakyat.
Fikri adalah anak kedua dari pasangan Sri dan M. Ulmi. Kehidupan Fikri tidak sama seperti anak-anak seusianya. Di saat anak-anak lain berlarian bermain bola, petak umpet atau bahkan belajar bersama orangtuanya, Fikri harus mengais sampah, mencari botol-botol kosong yang bisa ia jual kembali untuk menyambung hidup.
Kedua orang tua Fikri kini sudah berpisah dan menjalani kehidupan masing-masing. Perpisahan itu juga yang membuat Fikri terpisah dari ketiga saudaranya. Ia dan adiknya Noval (4) tinggal bersama ayahnya di Jakarta, sementara kakaknya tinggal bersama paman di Cianjur dan adik bungsunya tinggal bersama ibu mereka yang kini sudah menikah lagi di Cibugel, Sumedang.
Lika-liku kehidupan Si Kecil Fikri pun berlanjut. Ayah sambung yang merawatnya saat ini mendekam di balik jeruji besi. Fikri pun terpaksa memulung untuk membantu neneknya menghidupi dia dan adiknya. Saat itulah videonya menjadi viral dan mengusik rasa iba banyak orang.
Siapa sangka, video viral tersebut justru menjadi titik balik kehidupan Fikri dan mengantarkannya ke Sekolah Rakyat. Pihak kepolisian mengantarkan Fikri kepada ibunya di Sumedang. Namun karena keadaan keluarga ibunya pun kurang layak dan usia Fikri sudah memasuki usia sekolah, dia pun diusulkan untuk menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat.
Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 4 Sumedang menyambut kedatangan Fikri pada 30 Maret 2026 lalu dengan tangan terbuka. Awalnya, Fikri masih kesulitan beradaptasi. Ia harus tinggal bersama orang-orang baru yang belum ia kenal. Namun para wali asuh, wali asrama dan juga guru pantang menyerah menaklukkan hati Fikri dan membantunya menyesuaikan diri di Sekolah Rakyat. Karena kegigihan itu, Si Kecil Fikri yang tadinya murung kini kerap tersenyum dan tertawa lepas. Anak-anak yang lebih tua pun menyayanginya karena tingkahnya yang lucu dan menggemaskan. Tak heran, Fikri merasa bahagia tinggal di Sekolah Rakyat.
"Aku tinggal di sini (Sekolah Rakyat). Sekolahnya seru banget. Aku jadi ngerasain punya kakak, punya bapak, punya ibu, banyak teman juga. semua baik-baik," ujar Fikri tersenyum malu.
Bagi Fikri, Sekolah Rakyat bukan sekadar tempat belajar. Di sini, ia menemukan tangan-tangan yang memeluknya hangat, menggendongnya, menepuk kepalanya saat ia berhasil mencoba sesuatu dan menepuk punggungnya memberikan semangat saat ia mencoba.
Ia juga menemukan banyak teman. Mereka bersenda gurau, tertawa dan berlarian bersama layaknya anak-anak usia mereka, sebuah kemewahan sederhana yang tidak bisa Fikri rasakan sebelumnya.
Baca Juga: Sinergi Kemensos dan PB Inkanas Perkuat Karakter Siswa Sekolah Rakyat
Tak hanya itu, kini Fikri tak perlu khawatir merasa lapar. Sekolah Rakyat menyediakan makanan bergizi untuknya dan seluruh anak yang ada di Sekolah Rakyat. Fikri pun mengaku menyukai makanan yang ada di sana karena menu yang disajikan enak.
"Aku juga bisa makan, makanannya enak banget. Aku jadi kuat," kata Fikri.
Fikri hanyalah salah satu dari banyak anak yang ingin dijangkau oleh Sekolah Rakyat. Di sini, Fikri dan anak-anak lainnya dirawat sepenuh hati oleh para wali asuh, wali asrama dan guru. Makanan hangat dan camilan tersedia untuk mereka. Kini, tugas mereka adalah tumbuh sehat dan bahagia serta dapat belajar dengan maksimal untuk menjemput masa depan yang lebih baik.***
Berita Terkait
-
Sinergi Kemensos dan PB Inkanas Perkuat Karakter Siswa Sekolah Rakyat
-
Perkuat Pendidikan Papua, Komite Otonomi Khusus Nyatakan Siap Dukung Sekolah Rakyat
-
Peringatan Hari Otonomi Daerah: Wamendagri Bima Dorong Tata Kelola Pemerintahan Efektif dan Efisien
-
Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30, Mendagri Anugerahkan Pemprov, Pemkab, Pemkot Terbaik
-
Kemensos Sisir Anak Jalanan untuk Calon Siswa Sekolah Rakyat
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
Usai Bertemu Wapres Gibran, Pengurus BEM UBK Akui Terima Uang: Baru Cair 20 Persen!
-
Kronologi BEM FH UBK Diinterogasi, Diduga Terima Uang Usai Bertemu Wapres Gibran
-
Tragis di Negeri Rantau, PMI Asal Aceh dan Bayinya Tewas Diduga Dibunuh di Malaysia
-
Iran vs Barat: Skema Asuransi Selat Hormuz Bisa Lumpuhkan Perdagangan Dunia
-
Profil Andy Burnham Calon PM Inggris: Penganut Manchesterism yang Diteriaki Bukan Messiah
-
Tangis Tertahan Keir Starmer: Mundur sebagai PM Inggris, Tekanan Partai Jadi Pemicu
-
Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang di PN Jakarta Timur!
-
Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!
-
Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap
-
Ungkap Alasan Vonis 8 Tahun Bos Grup BJU Hendarto, Hakim: Hasil Korupsi Dipakai Judi!