Suara.com - Buku John Bolton yang cukup kontroversial 'The Room Where It Happened' sedang jadi bahasan panas karena mengungkap banyak hal yang tidak diketahui publik tentang Donald Trump.
Menyadur The Guardian pada Sabtu (21/06/2020), ada 8 poin menarik dalam buku itu diantaranya tentang pengetahuan dasarnya sebagai Presiden AS yang sangat minim.
Baca Buku John Bolton: 8 Hal yang Membuka Mata Kita tentang Donald Trump Bagian Pertama (1-4) di sini!
5. Donald Trump gunakan isu Arab Saudi untuk selamatkan Ivanka
Pada tahun 2018, putri sulung Trump, Ivanka pernah jadi buah bibir karena menggunakan email pribadi untuk urusan pemerintah. Hal ini jadi berbahaya bagi Trump karena ia pernah menyerang Hilary Clinton untuk kasus yang sama.
Untuk melindungi putri dan juga dirinya sendiri, ia kemudian mengangkat isu di Arab Saudi sebagai pengalihan perhatian. John Bolton menulis, Trump akan turun tangan untuk ini semua.
"Jika saya membaca pernyataan itu (isu di Arab Saudi) secara langsung, itu akan mengambil alih masalah Ivanka," ujar Trump seperti ditulis Bolton dalam bukunya.
Benar saja, Trump langsung jadi headline berita di bulan November 2018 saat merilis pernyataan aneh yang membela perbuatan putra mahkota Saudi Mohammed bin Salman atas pembunuhan wartawan senior Saudi, Jamal Khashoggi.
Kala itu Trump mengatakan "dunia adalah tempat yang sangat berbahaya!" dan "mungkin dia melakukannya dan mungkin tidak!"
Baca Juga: Disebut Pakai Lambang Nazi, Iklan Kampanye Donald Trump Dihapus Facebook
6. Mike Pompeo pernah mengejek Donald Trump dari belakang
Sebelumnya, banyak orang yang yakin jika Mike Pompeo dan Donald Trump memiliki hubungan yang akur. Keduanya tak pernah terlibat selisih pendapat atau paling tidak, begitulah yang diperlihatkan di depan umum.
Ternyata menurut John Bolton, Menlu AS Mike Pompeo pernah mengejek Trump dari belakang dan menudingnya sebagai presiden yang penuh kebohongan. Hal ini ditulis Bolton dalam bukunya.
Pada New York Times, Bolton mengklaim pernah menerima catatan dari Mike Pompeo, setelah pertemuan Trump 2018 dengan Kim Jong-un Korea Utara. Bunyinya "dia penuh omong kosong."
Sebulan kemudian, Pompeo juga mengatakan bahwa upaya diplomatik Trump dengan Korea Utara "tidak ada kemungkinan untuk berhasil."
7. Pengetahuan umum Donald Trump sangat minim
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim