Suara.com - Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD mengungkapkan, pengawasan terhadap demokrasi di Indonesia kekinian jauh lebih baik ketimbang zaman Orde Baru.
Setidaknya, kata Mahfud, orang-orang yang seumuran dirinya pasti bakal menilai demokrasi kekinian sudah lebih baik dari sebelum-sebelumnya.
Soal pemantauan demokrasi zaman kiwari, Mahfud berseloroh "kecurangan" pun sudah tampak sebelum hasil pemilihan presiden antara Joko Widodo atau Jokowi dan Prabowo Subianto diumumkan.
Canda Mahfud itu erat terkait keberadaan hasil survei-survei yang digelar masing-masing kubu kandidat pada masa kampanye Pilpres 2019.
"Seperti Pak Jokowi dengan Pak Prabowo itu kan enam bulan sebelumnya orang sudah tahu, kira-kira 55 banding 45," kata Mahfud saat berpidato di acara Bawaslu RI yang disiarkan langsung secara virtual, Selasa (23/6/2020).
Saat menceritakan itu, Mahfud sempat menyebut persentase perolehan suara pendukung itu juga sudah termasuk kecurangan-kecurangan yang diciptakan.
"Meskipun ada curangnya, ya itu sudah dihitung dengan curangnya sebelumnya," ucapnya sambil tertawa.
"Sebelumnya itu kira-kira terjadi kecurangan sehingga begini kira-kira, sama-sama curang. Yang ini curang, yang ini curang tapi telat sehingga tidak signifikan," kata dia.
Sementara pada era Soeharto, kata Mahfud, tak ada survei-survei politik jelang pemilihan presiden.
Baca Juga: Kutip Ucapan Jokowi, Mahfud MD ke Aparat: Jangan Terlalu Sensi
Tapi, kata dia, hasil akhir pemilu zaman Orba sudah diketahui bahkan sejak setahun sebelumnya.
"Ada namanya survei, ada pengamat yang boleh masuk, ke KPU diberi sertifikat pemantau namanya. Dulu engak boleh pemantau. Ini harus disyukuri sebagai bagian dari demokrasi kita."
Berita Terkait
-
Kerap Rapid Test Corona di Istana, Moeldoko: Jangan Grogi, Ini Darah Biru
-
Mau Dukung Pemerintah Bila Jokowi Meninggal, DPR: Tengku Zul Harus Istigfar
-
Istana Balas Tudingan Haris Azhar: Tak Sepeser pun APBN untuk Bayar Buzzer!
-
Kubu Ruslan Buton Bongkar Kejanggalan Alat Bukti Polisi
-
Kutip Ucapan Jokowi, Mahfud MD ke Aparat: Jangan Terlalu Sensi
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Banjir Jakarta, Sekitar 1.600 Warga Masih Mengungsi hingga Selasa Pagi
-
Jakarta Masih Dikepung Banjir Pagi Ini, 28 RT dan 6 Ruas Jalan Tergenang Air
-
Hujan Masih Akan Guyur Seluruh Jakarta Hari Ini
-
Modus Paket Online, Polisi Gagalkan Peredaran Vape Narkotika di Jakbar
-
Tolak Wacana Pilkada Lewat DPRD, PDIP Intens Lobi Partai Lain di Parlemen
-
Demo di Komdigi, Massa Minta Takedown Mens Rea di Netflix dan Ancam Lanjutkan Aksi ke Polda Metro
-
Nyumarno Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Ijon Proyek Bupati Bekasi Nonaktif Ade Kunang
-
Registrasi Akun SNPMB 2026 dan Jadwal Pelaksanaan SNBP Terbaru
-
Siapa Sebenarnya Pelapor Pandji? Polisi Usut Klaim Atas Nama NU-Muhammadiyah yang Dibantah Pusat
-
Langit Jakarta 'Bocor', Mengapa Modifikasi Cuaca Tak Digunakan Saat Banjir Melanda?