Suara.com - Air Mancur Donald Trump Square di ibu kota Israel berubah jadi 'kolam darah' setelah ditambahkan pewarna merah oleh para aktivis yang menolak aneksasi Tepi Barat.
Menyadur Times of Israel pada Selasa (30/06/2020) aksi ini adalah bentuk protes terhadap rencana yang didukung oleh AS tersebut.
"Aneksasi akan membebani kami dengan darah," tulis mereka memakai warna merah di situs yang diresmikan tahun lalu atas pengakuan Presiden AS terhadap Yerusalem sebagai ibukota Israel.
Aksi vandalisme ini merupakan protes terbaru warga Isreal terhadap rencana pemerintah yang akan mencaplok bagian-bagian Tepi Barat Palestina pada awal pekan ini. Aneksasi ini dikhawatirkan memicu perpecahan baru dari warga Palestina.
"Ada langkah yang tidak bisa diambil kembali. Kami tidak akan pernah melupakan ketakutan kami dari serangan teror masa kecil kami," ujar aktivis pada Channel 12, merujuk pada gelombang kekerasan yang terjadi 30 tahun terakhir.
"Aneksasi akan menciptakan bencana keamanan dan ekonomi. Semua ini ulah politisi yang main api atas biaya warga selama periode krisis ekonomi," tambahnya, berkaitan dengan ancaman sanksi internasional.
Protes ini terjadi dua hari sebelum PM Benjamin Netanyahu mengumumkan tanggal resmi aneksasi.
Hingga kini belum ada kejelasan, apakah rencana itu akan direalisasikan atau tidak, mengingat belum ada informasi tambahan, berapa banyak wilayah yang akan ditarik.
Menurut kesepakatan yang ditandatangani bulan lalu antara Netanyahu dan Benny Gantz, pemerintah akan menarik 132 permukiman dan Lembah Jordan atau sekitar 30% Tepi Barat.
Baca Juga: Israel Tak Sabar Aneksasi Tepi Barat, Amerika Serikat Belum Ambil Sikap
Wilayah ini dialokasikan untuk Israel di bawah rencana perdamaian pemerintahan Trump, meskipun laporan terbaru mengindikasikan area tanah yang jauh lebih kecil. Rencana itu juga secara kondisional menetapkan Palestina atas 70% wilayah yang tersisa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger
-
Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global
-
Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun
-
Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen
-
Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan
-
Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar
-
3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?
-
Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper
-
Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?
-
Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK