Suara.com - Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis mengingatkan seluruh anggota Polri tetap menjaga soliditas internal khususnya menjelang pergantian Kapolri di tahun 2021. Menurut Idham semua anggota Polri memiliki kesempatan yang sama untuk menduduki jabatan Tribrata 1.
Hal itu disampaikan Idham saat berpidato dalam acara peringatan HUT Bhayangkara ke-74 yang disiarkan secara langsung melalui YouTube Divisi Humas Mabes Polri, Rabu (1/7/2020).
Idham lantas mengingatkan jajaran untuk tetap menjunjung soliditas dan menyerahkan sepenuhnya kepada kuasa Tuhan yang akan memilih sosok yang memimpin Polri setelah dirinya itu.
"Sesuai dengan pesan presiden marilah kita menjaga soliditas internal kita dengan baik. Jangan SMS, --senang melihat teman susah, susah melihat teman senang-- itu singkatannya SMS itu. Gantungkan harapanmu setinggi langit, lalu biarkan nanti Tuhan yang memilih, siapa nanti diantara rekan-rekan yanh akan jadi, karena semua punya kesempatan yang sama untuk memimpin Polri," tutur Idham.
Dalam kesempatan itu, Idham juga mengingatkan anggotanya untuk tidak terpengaruh dengan isu liar yang berkembang berkaitan dengan bursa calon Kapolri. Sebab, kata Idham, isu-isu liar tersebut biasanya kerap muncul menjelang pergantian Kapolri.
"Saya perlu mengingatkan sampai sekarang ini, awal-awal ini supaya tidak banyak Susupo. Kalau orang Palu bilang Susupo itu isu yang liar, isu yang tidak membuat ini ya kan. Semakin ke depan nanti itu semakin tajam itu, ini baru Juli, Agustus nanti ber, ber, ber itu sudah semakin tajam. Kalau kayak lagunya Bimbo Tajam Tak Bertepi," ujarnya.
Kendati begitu, Idham berkelakar bahwa hal-hal semacam itu tidak ditemukan di Polri. Idham menyebut hal itu mungkin hanya terjadi pada institusi Kepolisian di Papua New Guinea dan Nikaragua.
"Kalau polisi Indonesia saya lihat kompak-kompak saja itu, kayak api dalam sekam tapinya," kelakar Idham seraya tertawa ringan.
Baca Juga: Cegah Corona, Kapolri Idham Azis Larang Anggota dan Keluarga Mudik Lebaran
Tag
Berita Terkait
-
Masuk Komisi Reformasi Polri Bentukan Prabowo: Sepak Terjang Idham Azis, Nyalinya Gak Kaleng-kaleng!
-
Profil Irfan Urane Azis, Anak Mantan Kapolri Idham Azis Raih Adhi Makayasa
-
Disebut di Sidang Sambo Punya Lapangan Bulu Tangkis, Segini Harta Kekayaan Idham Azis Eks Kapolri
-
Terseret di Sidang Sambo, Intip Profil Idham Azis: Sukses Lumpuhkan Dalang Bom Bali II
-
Anggap Perang Bintang Tidak Ada, DPR Justru Soroti Kerusakan Sistem Polri hingga Singgung Peran Tito dan Idham Azis
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Malam Ini Dijemput dari RS Polri! Roy Suryo dan dr Tifa Kembali Masuk Sel Tahanan
-
SPMB Jakarta 2026 Paling Siap, Jabar Masih Dihantui Masalah Sistem dan Transparansi!
-
Sukseskan Program Presiden, Mendagri Tinjau Program BSPS di Jayapura
-
Roy Suryo dan dr Tifa Sakit Usai Ditangkap Kasus Ijazah Jokowi, Gibran: Semoga Segera Sembuh!
-
Bantah Cuma Galak ke Ojol, Dishub DKI: Mobil Pribadi Parkir Liar Banyak Kami Derek!
-
Tanpa APBD! Pramono Anung Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jamin Patung Sudirman Tak Digeser
-
Buntut Kasus Sulis, Dishub DKI Janji Siapkan Parkir Khusus Ojol di Mal
-
Penyintas Bencana di Pidie Jaya Ubah Dana Stimulan Jadi Modal Usaha
-
Mulai Besok! Eks Karyawan Hotel Sultan Wajib Lapor ke Posko GBK Demi Kepastian Nasib
-
'Efisiensi Tebang Pilih', Ekonom CELIOS: Dana Transfer Dipangkas Bikin Daerah Mandul!