Suara.com - Rekaman video yang menunjukkan petugas kesehatan membuang mayat korban Covid-19 di India ke lubang besar, menuai kritik dan kemarahan publik.
Menyadur The Independent, video berdurasi kurang dari semenit itu merekam petugas medis yang menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap melemparkan kantong-kantong mayat ke lubang.
Video yang dibagikan anggota kongres Karnataka, DK Shivakumar lewat Twitter itu diketahui direkam di distrik Ballari, negara bagian Karnataka.
"Sangat mengganggu melihat tubuh pasien covid-19 yang telah meninggal dibuang secara tidak manusiawi ke dalam sebuah lubang di Ballari," tulis DK Shivakumar dikutip The Independent, Kamis (2/7/2020).
“Apakah ini kesopanan? Ini adalah cerminan bagaimana pemerintah menangani krisis Corona ini."
"Saya mendesak pemerintah untuk mengambil tindakan segera dan memastikan bahwa ini tidak terjadi lagi," lanjutnya.
Pejabat negara setempat mengkonfirmasi bahwa rekaman video itu asli. Mereka pun membuat permintaan maaf kepada keluarga dari pasien Covid-19 yang tidak diperlakukan secara manusiawi itu.
“Kami telah mengeluarkan surat permintaan maaf tanpa syarat kepada keluarga korban. Kami sangat tersinggung dengan ini dan kami sangat menyesal," kata Pejabat senior distrik SS Nakula dikutip BBC Hindi.
"Kami mengutuk cara mayat diperlakukan. Mereka seharusnya diperlakukan lebih manusiawi."
Baca Juga: Netizen Ungkap Diduga Oknum Pegawai Starbucks Pengintip Pelanggan
“Mereka mengikuti semua protokol. Di mana mereka melakukan kesalahan bukanlah bagian dari protokol tetapi mentalitas bahwa mayat harus ditangani dengan bermartabat."
Tim medis yang terlihat dalam video itu kekinian telah dihukum dan penyelidikan atas praktik tak manusiawi itu telah dilakukan, sebagaimana laporan media setempat.
“Saya menghimbau para petugas kesehatan untuk berbaik hati kepada para korban Covid dan melakukan ritual terakhir dari orang yang meninggal dengan hormat. Tidak ada agama yang lebih besar dari kemanusiaan," kata Kepala Menteri Karnataka BS Yediyurappa.
Menyadur Worldometers.info, India menjadi negara keempat dengan kasus infeksi virus Corona tertinggi di dunia.
Hingga Kamis (2/7/2020), negara Asia itu telah mencatatkan 605 ribu kasus Covid-19 di mana jumlah kematian menembus 17.855 jiwa.
Berita Terkait
-
Begini Cara Dokter Tetapkan Saat Pasien Sembuh dari Covid-19
-
Kabar Baik, Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 di Indonesia Capai 44 Persen
-
Mendadak Lahirkan Bayi Sambil Berdiri, Video Susan di Tempat Parkir Viral
-
Viral Video Gadis ABG Dianiaya di Lapangan, Sudah Sujud Tetap Dihajar
-
Terinfeksi Covid-19, Alat Vital Pria Ini Tak Berhenti Ereksi Selama 4 Jam
Terpopuler
- 6 Mobil Bekas 50 Jutaan Cocok untuk Milenial, Bodi Stylish Tak Repot Perawatan
- 5 Moisturizer dengan Alpha Arbutin untuk Memudarkan Flek Hitam, Cocok Dipakai Usia 40-an
- 5 Rekomendasi Ban Tubeless Motor Matic, Tidak Licin saat Hujan dan Jalan Berpasir
- 7 Mobil Boros Bahan Bakar Punya Tenaga Kuda, Tetapi Banyak Peminatnya
- Kronologi Lengkap Petugas KAI Diduga Dipecat Gara-Gara Tumbler Penumpang Hilang
Pilihan
-
4 HP Snapdragon Paling Murah, Cocok untuk Daily Driver Terbaik Harga mulai Rp 2 Jutaan
-
Dirumorkan Latih Indonesia, Giovanni van Bronckhorst Tak Direstui Orang Tua?
-
Jadi Kebijakan Progresif, Sineas Indonesia Ingatkan Dampak Ekonomi LSF Hapus Kebijakan Sensor Film
-
Daftar Maskapai RI yang Pakai Airbus A320
-
5 Tempat Ngopi Tersembunyi di Palembang yang Bikin Ketagihan Sejak Seduhan Pertama
Terkini
-
Berapa Sisa Populasi Gajah Sumatera? Viral Ikut Terseret Banjir
-
TelkomGroup Perkuat Pemulihan Layanan dengan Tambahan Backup Satelit di Wilayah Bencana Sumatra
-
Berapa Korban Banjir Sumatera Per 30 November 2025? Ini Data BNPB
-
Mangrove Bukan Sekadar Benteng Pesisir: Lebih dari Penjaga Karbon, Penopang Kehidupan Laut
-
Bantu Korban Banjir Aceh, 94 SPPG Gerak Cepat Salurkan 282 Ribu Paket Makanan!
-
Tinjau Bencana Banjir di Aceh, Mendagri Beri Atensi pada Infrastruktur Publik yang Rusak
-
Presiden Prabowo Didesak Tetapkan Darurat Bencana Nasional di Sumatera
-
Banjir Terjang Sumatera, Pimpinan Komisi X DPR Desak Dispensasi Pembayaran Uang Sekolah Bagi Korban
-
Pakar Dorong Pengetatan IUP: Reboisasi Dinilai Kunci Perbaikan Tambang
-
Direktur Eksekutif CISA: Kapolri Konsisten Jaga Amanat Konstitusi sebagai Kekuatan Supremasi Sipil