Suara.com - Dewan Perwakilan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (DPW PKS) Sumatera Barat (Sumbar) memastikan memberikan rekomendasi kepada pasangan Mahyeldi Ansharullah-Audi Joinaldy dalam pilkada provinsi tersebut pada 9 Desember mendatang.
Wakil Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sumatera Barat Nurfirman Wansyah mengatakan rekomendasi partai di Pilkada Sumbar yang akan digelar pada 9 Desember 2020 untuk Mahyeldi Ansharullah yang akan berpasangan dengan Audi Joinaldy.
"Secara fisik surat rekomendasi memang belum sampai namun saya sudah lihat surat tersebut dan kita tunggu saja," kata dia di Padang, Sabtu (4/7/2020).
Ia mengatakan Mahyeldi Ansharullah yang saat ini menjadi Wali Kota Padang akan diusung bersama Audy Joinaldy dengan koalisi PKS dan PPP. Menurutnya, apabila surat rekomendasi sudah diterima pihaknya akan menggelar deklarasi pasangan ini.
Sebelumnya DPW PKS Sumbar mengusulkan dua nama ke DPP Partai yang akan diusung menjadi calon gubernur di Pilkada 2020. Ada nama Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah dan Wali Kota Payakumbuh Riza Pahlepi.
Seiring berjalan waktu dan adanya pandemi COVID-19 yang menyerang Indonesia dan khususnya Sumbar, Riza Pahlepi mengundurkan diri.
"Kini tinggal nama Mahyeldi dan saya sudah lihat surat rekomendasi DPP untuk dirinya," kata dia.
PKS sendiri memiliki 10 kursi di DPRD Sumbar dan jumlah tersebut masih kurang dari syarat minimal mengusung pasangan calon di Pilkada Sumbar yakni 20 persen dari total 65 kursi DPRD Sumbar yaitu 13 kursi.
PKS harus berkoalisi dengan partai yang memiliki tiga kursi untuk memenuhi syarat mengusung pasangan calon gubernur dan wakil gubernur di Pilkada nanti.
Baca Juga: Anak Wali Kota Risma Bakal Maju dalam Pilkada Kota Surabaya?
Sebelumnya, PPP Sumbar telah mengeluarkan rekomendasi mengusung Mahyeldi dengan Audy Joinaldi di Pilkada Sumbar.
PPP sendiri memiliki tiga kursi di DPRD Sumbar dan gabungan dua partai ini sudah memenuhi syarat mengusung pasangan calon di Pilkada Sumbar.
Ketua PPP Sumbar Hariadi BE mengatakan pasangan ini sudah sejak lama kita rancang untuk bertarung di Pilgub Sumbar. Pihaknya tidak mempermasalahkan surat rekomendasi dari DPP PKS yang hingga kini belum keluar. Sebab secara lisan, PKS sudah menyatakan ketersediaannya mengusung Mahyeldi Ansharullah.
"Setiap partai tentu ada dinamika tersendiri dan secara lisan kami sudah diberi kepastian dan tentu kita berpegang pada itu. Secara lisan sudah ada rekomendasi tinggal surat saja menyusul," katanya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Perang Rusia-Ukraina Masuk Tahun Keempat, PBB Desak Gencatan Senjata Segera
-
Fakta Baru! Pegawai Rental yang Aniaya Petugas SPBU Ternyata Positif Sabu dan Ganja
-
Komisi III DPR RI Sayangkan Guru Honorer di Probolinggo Dipidanakan karena Rangkap Jabatan
-
Sebut Dakwaan Jaksa Tidak Terbukti, Kerry Riza Minta Pembebasan dan Pengembalian Aset
-
Tragedi NS dan Fenomena Filisida: Mengapa Rumah Jadi Ruang Berbahaya bagi Anak?
-
Kubu Kerry Riza Sebut Jaksa Paksakan Keputusan Bisnis Jadi Tindak Pidana Korupsi
-
Konflik Kartel Meksiko Geser Rantai Pasok Narkoba ke Indonesia, BNN Waspadai Jalur Alternatif
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
Jelang Vonis Korupsi Pertamina, Ketua Hakim Beri Peringatan Keras: Jangan Coba-coba Pengaruhi Kami!