Suara.com - Arab Saudi menunjuk seorang profesor perempuan sebagai rektor di salah satu universitas untuk pertama kalinya.
Menyadur Gulf News, Minggu (5/7/2020), Profesor Lilac Al Safa ditunjuk Arab Saudi sebagai rektor di Electronic University, sekaligus menjadi wanita pertama yang memimpin universitas dengan siswa yang terdiri dari laki-laki dan perempuan di Kerajaan Arab Saudi.
Prof Lilac adalah satu di antara lima akademisi yang disebut sebagai presiden baru universitas Arab Saudi setelah mendapat persetujuan kerajaan.
Prof Lilac merupakan lulusan Universitas Wollongong di Australia, mengambil jurusan teknik perangkat lunak dan meraih gelar MSC dan doktor dalam ilmu komputer.
Perjalanan karier Prof Lilac dimulai sebagai seorang staf pengajar di Universitas King Saud, kemudian bekerja sebagai chief executive officer selama lebih dari 20 tahun dalam pengembangan bisnis, konsultasi komersial, kepemimpinan strategis dan manajemen proyek.
Dia juga merupakan manajer teknologi inkubator wanita dan bertanggung jawab untuk mengembangkan pusat kewirausahaan di departemen wanita dan ilmu kedokteran.
Dia juga menjabat sebagai penasihat gubernur Otoritas Umum Saudi untuk Usaha Kecil dan Menengah dan konsultan untuk perencanaan, kualitas dan pengembangan di Saudi Electronic University.
Prof Lilac juga telah mempresentasikan lebih dari 50 makalah penelitian untuk seminar dan publikasi di bidang-bidang seperti e-commerce dan kecerdasan buatan. Awal tahun ini, ia bekerja sebagai wakil presiden dan pejabat teknologi nasional di Microsoft.
Beberapa tahun terakhir, Arab Saudi telah membuat serangkaian reformasi sosial dan ekonomi yang cukup dramatis, terutama bagi perempuan.
Baca Juga: Janda Muda Diperkosa 7 Pria Semalam Suntuk, Kabur Telanjang Bulat
Pada 2018, memberi izin kepada wanita untuk mengendarai mobil, setelah dilarang selama puluhan tahun. Agustus lalu, perempuan Saudi diizinkan bepergian tanpa persetujuan penjaga laki-laki dan mengajukan paspor.
Raja Salman pekan lalu mengeluarkan dekrit yang mengangkat 13 wanita sebagai anggota dewan Komisi Hak Asasi Manusia Saudi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
- Lipstik Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihan Paling Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
Terkini
-
Berapa Harga Jam Tangan Alexandre Christie Wanita Paling Murah? Cek 5 Rekomendasinya
-
Ditunjuk Prabowo Jadi Jampidsus, Kuntadi Langsung Ditarget Bereskan Kasus Febrie
-
Kabar Baik untuk Emiten Batu Bara, PNBP Minerba Sudah Tembus 60% dari Target
-
Kredit Nganggur Masih Numpuk di Bank
-
Dua Perusahaan Tekstil di Jateng Berpotensi PHK Hampir 1.500 Buruh
-
Ancam Buka Paksa Keraton Solo, Kubu PB XIV Purboyo Meradang: Kenapa Harus Pakai Kekerasan?
-
Buku Kisah-Kisah Nyesek saat KKN: Dari Lele Kuning hingga Begal Kampung
-
Tinggalkan Kerja di Luar Negeri, Eks PMI Justru Cuan dari Makanan Sehat
-
Honda NS150LA Menantang Dominasi Skutik Retro Andalkan Rangka Tubular dan Fitur Kamera Bawaan
-
Perempuan Berkebutuhan Khusus Tewas Terpanggang saat Rumahnya Terbakar