Suara.com - Aksi penjemputan paksa jenazah pasien virus corona atau COVID-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram terjadi pada Senin (6/7/2020) malam.
Video aksi penjemputan paksa jenazah pasien COVID-19 tersebar luas dan viral di media sosial. Seperti dalam unggahan akun Twitter @aik_arif.
"Penjemputan jenazah positif covid dari RSUD Kota Mataram... malam ini. Duh bahaya nih. Semoga tidak ada yg tertular," tulis @aik_arif, dikutip Suara.com, Selasa (7/7/2020).
Dalam video berdurasi 22 detik itu, terlihat ratusan orang datang berduyun-duyun ke RSUD Kota Mataram. Sebagian dari mereka berteriak sambil bertepuk tangan.
Sebagian besar orang di antara kerumunan massa terlihat memakai masker. Namun tetap ada beberapa orang yang didominasi laki-laki, tidak menggunakan penutup mulut dan hidung.
Aksi penjemputan paksa jenazah pasien COVID-19 di Mataram ini mendapat kecaman dari warganet.
Ada netizen yang menyalahkan warga yang menjemput. Tapi tidak sedikit warganet kecewa dengan sikap aparat dan pemerintah.
Dilansir dari Antara, Selasa (7/7/2020), aksi penjemputan paksa jenazah pasien COVID-19 ini dilakukan oleh warga dan pihak keluarga dari pasien tersebut.
Jenazah pasien COVID-19 adalah perempuan berinisial M asal Ranjok Barat, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat.
Baca Juga: Ratusan Ilmuwan Ajukan Banding, Sebut Virus Corona Menyebar Puluhan Meter
Video lengkap aksi penjemputan paksa jenazah pasien COVID-19 dapat disaksikan di sini.
Kabagops Mataram Kompol Taufik mengatakan aksi itu terjadi sekitar pukul 19.30 Wita. Aparat kepolisian sudah berusaha mengamankan aksi ini namun tidak berjalan lancar.
"Jadi kami dari Polri bersama TNI, dan aparat desa dan camat sudah berupaya (mengamankan) terkait pengambilan paksa oleh warga, pihak rumah sakit juga sebelumnya sudah sampaikan agar jenazah dimakamkan dengan protokol COVID-19," kata Taufik.
Namun massa tidak menghiraukan imbauan tersebut. Ratusan orang yang datang menggeruduk rumah sakit tidak sebanding dengan jumlah personel keamanan yang tersedia.
Massa akhirnya berhasil masuk dan memadati halaman parkir RSUD Kota Mataram. Mereka lantas memaksa pihak rumah sakit mengeluarkan jenazah M untuk dibawa pulang.
Massa memaksa jenazah M dikuburkan oleh pihak keluarga sesuai protokol COVID-19.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan