Suara.com - Seorang wanita di India melahirkan saat mengantre untuk melakukan tes Covid-19 sebagai syarat agar dapat dirawat di sebuah rumah sakit.
Menyadur Gulf News, Selasa (7/7/2020) wanita bernama Palak tersebut awalnya ditolak oleh rumah sebuah rumah sakit Ram Manohar Lohia (RMLIMS) karena belum dites Covid-19.
Kemudian wanita berusia 22 tahun tersebut datang ke sebuah tempat untuk melakukan tes covid menggunakan mesin TruNat, saat sedang antre dia melahirkan bayinya pada Senin (6/7).
Palak mengantre dengan kondisi menahan sakit akibat kontraksi dan ketika kantung ketuban pecah, dia pingsan dan melahirkan bayi di tempat dimana ia menunggu giliran untuk tes.
Insiden itu menyebabkan kepanikan dan staf medis segera membawa sang ibu dan bayinya yang baru lahir ke ruang perawatan.
Lembaga berwenang telah memerintahkan penyelidikan atas insiden tersebut dan tiga orang staf dari departemen kebidanan dan ginekologi di klinik Ram Manohar tersebut diberhentikan.
Raman Dixit sang suami yang bekerja sebagai buruh harian, mengatakan kepada wartawan bahwa sang istri sudah merasakan tanda-tanda akan melahirkan.
"Namun, staf di bangsal darurat ginekologi tidak menerimanya karena sesuai protokol, dia harus menjalani tes Covid-19 terlebih dahulu. Biaya tes Rs 1.500 (Rp 288.000) dan saya tidak membawa uang tunai sebanyak itu," ujar Raman dikutip dari Gulf News.
"Saya kemudian meninggalkan istri saat mengantre tes Covid-19 untuk pulang mengambil uang. Ketika saya kembali, saya menemukan bahwa istri saya sudah melahirkan seorang anak laki-laki dan dirawat di bangsal." ungkap Raman.
Dr Srikesh Singh, juru bicara RMLIMS, mengatakan bahwa sang ibu dan bayinya dalam kondisi baik-baik saja.
"Komite akan menyerahkan laporannya mengenai insiden tersebut dalam tiga hari. Sampai saat ini, lima anggota staf telah diberhentikan. Kepala kebidanan dan ginekologi sudah diminta untuk jelaskan mengapa ia tidak segera memberikan perawatan darurat, namun diminta untuk tes Covid-19." ujar direktur resmi RMLIMS, Prof Nuzhat Hussain.
Berita Terkait
-
Bom Waktu BLT India saat Pengangguran Anak Muda Makin Kronis
-
Heboh Kereta Kuda Turis Central Park New York Mengamuk, Turis India Tewas Mengenaskan
-
Mengejutkan! India Blokir Telegram, Ada Apa?
-
Ulasan Film Main Vaapas Aaunga: Romantisme Pilu di Balik Tragedi Tahun 1947
-
Sinopsis Main Vaapas Aaunga, Film India Terbaru Diljit Dosanjh dan Sharvari
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas