Suara.com - Seorang wanita asal Auckland berbagi cerita tentang transformasi wajahnya yang dulu hancur kini berubah mulus. Menyadur Daily Mail pada Selasa (07/07/2020), ia mengaku pernah ketagihan steroid untuk mengobati eksim di wajahnya.
Sayangnya, ia tak tahu jika pemakaian steorid yang berlebihan bisa mengakibatkan ketergantungan dan berbahaya bagi kesehatan.
Semua ini bermula ketika ia didiagnosis eksim pada usia 5 tahun. Sejak itu, Anita Wong menggunakan steroid yang diresepkan dokter untuk mengatasi ruam dan gatal pada kulitnya.
Ia sempat merasa minder karena khawatir temannya menganggap eksim di wajahnya menular. Seiring berjalannya waktu, Anita yang kini berusia 36 tahun sempat berhenti menggunakan steroid ketika hamil anak pertama.
Saat itu wajahnya hancur dan bersisik seperti ular. Beberapa luka basah tampak di permukaan wajahnya yang membuatnya semakin mengerikan.
Kondisi ini disebut dengan Topical Steroid Withdrawal (TSW) sebuah tahap transisi dimana orang yang ketergantungan steroid berhenti menggunakannya. Sebenarnya, steroid aman digunakan asalkan pemakaiannya tidak berlebihan.
Namun pada tahun 2011, setelah melahirkan, ia kembali ke dokter untuk berobat karena berbagai krim yang dipakai tak cocok untuk kulitnya. Akhirnya ia kembali menggunakan steroid berdasarkan resep dokter.
Tahun 2013, Anita mengalami katarak di dua matanya karena penggunaan steroid berlebihan selama bertahun-tahun. Ia juga sulit bernafas dan kulitnya terasa sangat sakit dan menyiksa.
Tahun 2014, Anita menjalani operasi katarak dan ia harus kehilangan pengelihatan mata kanan karena aphakia, tidak adanya lensa mata akibat operasi.
Baca Juga: Tahanan di Malaysia Dilanda Penyakit Kulit, Seorang TKI Meninggal Dunia
Sejak saat itu, Anita mantap berhenti menggunakan steroid dan melakukan detoksifikasi untuk membuang racun-racun yang terlanjur diserap oleh tubuhnya selama menggunakan obat tersebut.
Kini wajahnya kembali mulus dan ia berubah menjadi ibu periang yang percaya diri karena wajahnya kembali normal.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara