Suara.com - Presiden Prancis Emmanuel Macron mendesak Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mencabut rencana aneksasi wilayah Tepi Barat, Palestina. Kantor kepresidenan menyebut, hal itu diutarakan Macron kepada Netanyahu melalui telepon pada Kamis (9/7/2020).
"Prancis komitmen terhadap perdamaian di Timur Tengah dan meminta Netanyahu agar menahan diri untuk tidak mengambil langkah aneksasi apa pun terhadap wilayah Palestina," bunyi pernyataan Kepresidenan Prancis yang dikeluarkan Jumat (10/7/2020).
Menurut Macron, aneksasi Israel melanggar hukum internasional sekaligus membahayakan pencapaian perdamaian yang adil dan abadi antara Israel dan Palestina.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Netanyahu menetapkan 1 Juli sebagai tanggal awal atas rencana aneksasi Lembah Jordan dan sejumlah permukiman lainnya di Tepi Barat.
Namun rencana tersebut ditunda. Israel masih menunggu dukungan dari pemerintah Amerika Serikat, untuk menganeksasi 30 persen wilayah Tepi Barat.
Pada 6 Juli, Menteri Luar Negeri Israel Gabi Ashkenazi mengatakan kepada Kan Bet Radio bahwa aneksasi Tepi Barat saat ini tidak masuk dalam agenda pemerintah. Akan tetapi banyak pihak yang meragukan informasi tersebut karena pergerakan tentara Israel terus terjadi di wilayah tepi barat.
Sejak beberapa bulan lalu tentara Israel sudah bergerak ke sejumlah wilayah di Tepi Barat, di antaranya ke kota tua Hebron dan wilayah perbatasan Isreal - Suriah dekat Dataran Tinggi Golan yang masih tercatat sebagai wilayah yang diperebutkan sejak perang enam hari di tahun 1967.
Pergerakan tentara Israel tersebut mendapat perlawanan dari warga Palestina di sejumlah tempat, bahkan memicu bentrok yang yang mengakibatkan korban jiwa.
Seperti yang terjadi di desa Kifl Haris, dekat kota Salfit, Tepi Barat pada Kamis (9/7/2020) malam. Seorang remaja meninggal dunia setelah lehernya tertembus peluru tentara Israel.
Baca Juga: Polisi Israel Bubarkan Demonstran Palestina dengan kekerasan
Tentara Israel bahwak dilaporkan menyerbu desa Kifl Haris dan memorak-porandakan desa tersebut.
"Penjajah Israel bertanggung jawab penuh atas pembunuhan remaja Palestina di Kota Salfit tanpa alasan dan tanpa pembenaran," kata Perdana Menteri Palestina Mohammed Ishtaye seperti dimuat Antara.
Tag
Berita Terkait
-
Tak Banyak yang Tahu! Tawanan Perang Jadi Pencetak Gol Pertama di Piala Dunia
-
PSSI-nya Palestina Bantah Rencana Duel Lawan Israel, Sebut Agenda FIFA Sebagai Upaya Sportswashing
-
Tentara Israel Tewas Terbunuh di Ledakan Dahsyat di Lebanon, Belasan Lain Luka Parah
-
Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe dan Misi Raih Rekor Pencetak Gol Terbanyak
-
Kata-kata Donald Trump Akhirnya Perang dengan Iran Berakhir: Ini Tidak...
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
Terkini
-
Integrasi Data Kependudukan Perkuat Stabilitas Keamanan di Tengah Volatilitas Global
-
Mahasiswa Trisakti Bubar Usai Audiensi, DPR Janji Tindak Lanjuti Tuntutan
-
Mendagri Cek Penerima Bantuan Bedah Rumah, Perkuat Akses Hunian Layak bagi MBR
-
KPK Buka Alasan Tak Lanjutkan Kasus MBG: Hindari Duplikasi Penegakan Hukum
-
Dasco Temui Mahasiswa, DPR Janji Tindak Lanjuti Sejumlah Tuntutan
-
Dinilai Langkah Berani! Gibran Ajak Mahasiswa Ikut Kunker ke Papua demi Buka Ruang Dialog?
-
Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
-
Tak Cukup Dipenjara, Migrant Watch Desak Mafia TPPO Dimiskinkan Lewat Jerat TPPU
-
Survei LPI: Jokowi Jadi Magnet Dongkrak Citra Positif PSI
-
Audiensi Buntu, BEM DIY Sebut DPR Tak Lagi Representasi Rakyat