Suara.com - Mischa Hasnaeni Moein atau yang dikenal sebagai 'wanita emas', kembali ke panggung politik dengan mendirikan partai baru yaitu Partai Era Masyarakat Sejahtera atau Partai Emas.
Hasnaeni membentuk Partai Emas dengan menggelar musyawarah pembentukan partai yang dihadiri oleh orang-orang yang kemudian disebut sebagai pendiri partai.
"Kegiatan ini permohonan sekaligus penyerahan amanat dari sejumlah 50 pendiri Partai Emas yang diwakili tim pengurus kepada ketum dan sekjen, berupa senjata keris pusaka sepanjang 1,5 meter sebagai simbol senjata untuk berjuang menyejahterakan masyarakat Indonesia," kata Hasnaenin selaku Ketua Umum Parta Emas seperti yang dikutip Hops.id -jaringan Suara.com, Selasa (14/7/2020).
Hasnaeni menyerahkan sebuah senjata berupa keris pusaka yang diklaim berusia ratusan tahun kepada pengurus.
"Keris pusaka tersebut sudah berumur ratusan tahun, 17 nogo sosro. Luk keris 17 sesuai tanggal lahir saya," Hasnaeni menjelaskan.
Musyawarah pendirian Partai Emas yang digelar di Kemang Timur, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan pada Sabtu (11/7/2020) itu dihadiri oleh AR Adji Hoesodo sebagai Sekretaris Jenderal Partai Emas, dan para perumus dari 50 orang pendiri partai.
Melalui Partai Emas, Hasnaeni berjanji akan menyejahterakan rakyat Indonesia dengan langkah awal menyejahterakan para anggota partainya terlebih dahulu.
Ia menyebut setidaknya ada tujuh keuntungan bergabung dengan Partai emas, yaitu jaminan masa depan, jamnan kesehatan, jaminan pendidikan, jaminan memiliki lapangan pekerjaan, jaminan hari tua, jaminan rumah tinggal, dan jaminan santunan kematian.
Tak hanya itu, Hasnaeni juga berencana mendirikan sayap partai yang sudah ia siapkan namanya yatu "Koper Emas".
Baca Juga: Menghilang Usai Pilkada Jakarta, Wanita Emas Nyaleg dari PDIP
Sayap partai ini nantinya berfungsi sebagai koperasi bagi para kader dan masyarakat dalam membantu berbagai urusan mereka.
"Jika tidak ada halangan, kami akan launching partai ini pada 2021 mendatang," tukas Hasnaeni.
Sebelum mendirikan partai tersebut, 'wanita emas' ini telah beberapa kali berkecimpung di dunia politik dengan bergabung di beberapa parpol, seperti Wakil Bendahara Umum Partai Hanura, kemudian ia pernah menjadi anggota Partai Demokrat dan Partai Demokrasi Kebangsaan.
Berita Terkait
-
Ayo Saksikan Keris Pusaka dari Meteorit di Jember Karnaval!
-
Menghilang Usai Pilkada Jakarta, Wanita Emas Nyaleg dari PDIP
-
Belum Move On, Poster Hasnaeni Menuju DKI 1 Masih Beredar
-
Ibu Cantik Ini Habiskan Rp20 Miliar Demi Impian Jadi Gubernur DKI
-
Tak Laku di Pilkada Jakarta, Ibu Cantik Ini Buat Partai Sendiri
Terpopuler
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Belanja Pegawai Mau Dibatasi 30 Persen APBD, Pemprov DKI Pastikan PPPK Jakarta Tak Dikorbankan
-
Earth Hour 2026: Pertamina Hemat 9 MW Energi dan Tekan 2 Ton Emisi CO2
-
Arus Balik Lebaran 2026 Melandai, Jasa Marga: 2,9 Juta Kendaraan Sudah Masuk Jakarta
-
Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia
-
Aparat Israel Halangi Pemimpin Gereja Masuk Makam Kudus di Misa Minggu Palma
-
Pesawat AWACS E-3 Milik AS Hancur Kena Serangan Iran di Arab Saudi
-
Realisasi Bantuan Jaminan Hidup Terus Meningkat, Jadi Penunjang Hidup Penyintas
-
Prabowo dan Takaichi Bakal Teken Kesepakatan Baru? Bocoran Topik Krusial dari Tokyo
-
PP TUNAS Mulai Berlaku, Kemenag Perkuat Literasi Digital di Pesantren dan Madrasah
-
Kejar Target April 2026, Pemerintah Tambah Lokasi Sekolah Rakyat di Bogor