Suara.com - Penyusunan perencanaan tenaga kerja (RTK) yang aktual dan akurat membutuhkan kolaborasi pemerintah daerah dan lintas sektor. Perencanaan tenaga kerja yang aktual dan akurat dapat dijadikan sebagai rujukan atau rekomendasi dalam menyusun rencana pembangunan daerah.
“Untuk membuat sebuah perencanaan tenaga kerja yang baik dibutuhkan peran serta semua pihak, sehingga ada kolaborasi antar unit kerja dan sektor, agar dokumen perencanaan tenaga kerja yang dibuat bisa mencerminkan aspek ketenagakerjaan lintas sektoral,” kata Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah, saat menyampaikan Sambutan Pembuka dalam Webinar bertajuk “Eksistensi Rencana Tenaga Kerja dalam Pelaksanaan Pembangunan Ketenagakerjaan Yang Berkelanjutan”, Jakarta, Selasa (14/7/2020).
Untuk mendukung penyusunan RTK yang aktual dan akurat, Ida menyebut, pihaknya telah menyediakan layanan Sistem Informasi Ketenagakerjaan (SISNAKER). Sistem daring ini disebutnya dapat diakses siapapun untuk aktualisasi data dan informasi ketenagakerjaan, sehingga data dan informasi di SISNAKER dapat dijadikan rujukan dalam pembangunan ketenagakerjaan yang berkelanjutan.
“Sistem ini kami bangun untuk mempertemukan seluruh stakeholder ketenagakerjaan, dan ketika kementerian/lembaga lain membutuhkan data dan informasi ketenagakerjaan, maka harusnya rujukannya SISNAKER ini,” jelasnya.
Menaker mengemukakan, saat ini sektor ketenagakerjaan dihadapkan pada sejumlah tantangan, seperti angkatan kerja yang masih didominasi oleh low skill, puncak bonus demografi pada tahun 2030, era revolusi industri 4.0, hingga tantangan terbaru pandemi Covid-19.
Untuk menghadapi berbagai tantangan tersebut, Menaker menyatakan, pemerintah telah melakukan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui berbagai program pengembangan SDM di Kemnaker. Sedangkan untuk menghadapi tantangan pandemi Covid-19, pemerintah telah melakukan mitigasi dampak pandemi Covid-19 di sektor ketenagakerjaan.
“Hal ini tentunya selaras dengan langkah-langkah mitigasi Covid-19 oleh berbagai negara, yang juga melakukan langkah-langkah penyelamatan perekonomian, selain kebijakan untuk penanggulangan Covid-19 di sektor kesehatan,” terang Menaker.
Oleh karena itu, Ida kembali menegaskan, penyusunan RTK harus dilakukan sebaik mungkin untuk mendapatkan data yang aktual dan akurat. Keberhasilan pembangunan nasional sangat dipengaruhi oleh keberhasilan pembangunan ketenagakerjaan, terutama dalam aspek peningkatan kualitas dan perlindungan tenaga kerja.
“Saya berharap, perencanaan tenaga kerja benar-benar dapat dijadikan sebagai rujukan atau rekomendasi dalam menyusun rencana pembangunan daerah,” ujarnya.(*)
Berita Terkait
-
Aplikasi HR Milenial untuk Mengatasi Gejolak Tenaga Kerja
-
Tingkatkan Kompetensi Pekerja Hotel, Kemnaker Mengadakan Pelatihan Cookery
-
Perlindungan PRT Jadi Tanggung Jawab Pemerintah dan Lingkungan Sekitarnya
-
Demi Protokol Kesehatan, Perusahaan Diminta Terapkan Gerakan Pekerja Sehat
-
Menaker Sebut, 500 Tenaga Kerja dari China Masuk Konawe dalam Waktu Dekat
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- Sepeda Gunung Apa yang Bagus dan Murah? Ini 7 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
Terkini
-
Novel Kisah Pi: Perjuangan Bertahan Hidup Bersama Harimau di Tengah Laut
-
Anti-Geser! 4 Chemical Sunscreen Lokal yang Nyaman Dipakai di Bawah Makeup
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Filosofi STY Bertemu Transformasi Bank Jakarta, Persija Bidik Juara Liga 1
-
Jalur Kematian Orang Indo! Belanda Didesak Sejarah Gelap Kolonial Masuk Kurikulum
-
Detik-detik Kebakaran Mobil Merambat ke Tempat Pengisian BBM di Bogor
-
Riau Sumbang 198 Hotspot, Karhutla di 3 Wilayah Capai 124 Hektare
-
4 OOTD Vacation Chic ala Yeri Red Velvet, Nyaman dan Tetap Stylish!
-
Dipanggil KPK soal Kasus Bansos Beras, Rudy Tanoe Minta Pemeriksaan Diundur
-
Gaet 35 Ribu Fans, aespa Sukses Buka Tur Konser SYNK: COMPLaeXITY di Seoul