Suara.com - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2020/2021 menyisakan 7.757 kursi kosong jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK. Namun sisa kuota ini diminta agar tak dipublikasikan.
Ketua Umum Badan Musyawarah Perguruan Swasta Imam Parikesit mengatakan, pihaknya telah menyampaikan hal ini langsung kepada Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta. Menurutnya sudah banyak kejadian siswa yang gagal PPDB masuk sekolah swasta pada semester pertama.
Lalu setelah masuk semester genap, siswa tersebut akan masuk sekolah negeri karena sudah dijanjikan oleh pihak sekolah negeri. Menurutnya hal ini memungkinkan karena masih ada kuota dari sisa PPDB.
"Biasanya ada anak yang cuma numpang indekos di sekolah swasta enam bulan, nanti akhir semester udah diiming-imingi 'bu masuk swasta aja dulu nanti kita atur'," ujar Imam saat dikonfirmasi, Rabu (15/7/2020).
Imam lantas meminta agar Disdik DKI tak memublikasikan sekolah mana saja yang memiliki kuota kursi kosong. Ia khawatir pindahnya siswa dari sekolah swasta akan membuat pihaknya kesulitan dalam hal keuangan.
"Kalau ini dibuka lagi, maka akan terjadi perpindahan (murid) lagi, swasta ngejerit lagi. kan sudah kita ngitung anggaran, jumlah murid 36 kali sekian. Nah, klo keluar 4, 3, bahkan 1 sekolah kadang 2 keluar 1 kelas. jebol RAPBS-nya, anggarannya," katanya.
Karena itu, ia meminta kepada Kepala Disdik DKI Nahdiana agar membiarkan sisa kuota sekolah itu. Dengan demikian, sekolah swasta khususnya yang memiliki kelas menengah ke bawah akan merasa aman.
"Bu Nahdiana kan ngomong tadi, 'nanti di akhir semester kita akan publish lagi'. kita 'jangan lah bu, nanti sekolah swasta ngejerit lagi', ribut lagi," katanya.
Sebelumnya, masih ada sekitar 7.758 kursi sekolah yang belum terisi peserta didik hasil seleksi PPDB.
Baca Juga: Disdik DKI Tambah PPDB Jalur Zonasi Bina RW, Sekolah Swasta Menjerit
Hal ini diungkap saat Komisi E DPRD DKI Jakarta menggelar rapat dengar pendapat bersama Dinas Pendidikan DKI Jakarta mengenai evaluasi PPDB di gedung Dewan
Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta mengatakan sisa kursi ini berasal dari instansi pendidikan tingkat SD, SMP, SMA dan SMK. Penyebabnya adalah jumlah siswa yang diterima lebih sedikit dari pada daya tampung keseluruhan sekolah.
"Untuk SD (yang diterima) 92.726 (siswa), (daya tampung SD Negeri) 99.392 (orang)," ujar Nahdiana di gedung DPRD DKI, Selasa (14/7/2020).
Lalu untuk SMP dari daya tampung 79.075 orang, siswa yang diterima berjumlah 78.453. Sementara itu untuk SMA, 31.739 siswa diterima dari 31.964 kursi yang disediakan.
Terakhir SMK, total ada 18.988 siswa diterima dari daya tampung yang berjumlah 19.233 kursi.
Ia menyebutkan, selisih paling banyak terdapat di jenjang SD dengan sisa kursi 6.666 kuota atau 6,71 persen dari daya tampung. Lalu untuk tingkat SMP, kursi yang masih belum diisi berjumlah 622, sama dengan 0,79 persen dari daya tampung.
Di tingkat SMA, kursi kosongnya berjumlah 225 atau 0,7 persen dari daya tampung. Terakhir SMK, masih tersisa kuota 245 kursi lagi yang tidak terisi atau setara 1,27 persen.
Tag
Berita Terkait
-
Disdik DKI Tambah PPDB Jalur Zonasi Bina RW, Sekolah Swasta Menjerit
-
Disdik Bakal Subsidi Siswa Tak Mampu, Tapi Masuk Sekolah Swasta Kelas Bawah
-
Ini Alasan Disdik DKI Tentukan Zonasi dan Gunakan Seleksi Umur dalam PPDB
-
Masih Ada 7.758 Kursi Kosong Hasil PPDB di Jakarta, Paling Banyak dari SD
-
Ingat! PPDB Jakarta Berakhir Pukul 15.00 WIB Rabu Hari Ini
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
Terkini
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Harga Minyak Dunia Turun, Pemerintah Jelaskan Alasan Pertamax Belum Ikut Murah
-
Sony Sonjaya Ungkap Peran Nanik S Deyang Dalam Perkara Dugaan Korupsi MBG
-
Sony Sonjaya 'Bernyanyi', Dugaan Pengadaan CCTV Rp300 Miliar Muncul di Kasus MBG
-
Jadi Korban Hanania Grup, Uang Muka Haji Plus Davina Karamoy 10.000 USD Terancam Hangus
-
Kursi Dirut PLN Digoyang Isu Reshuffle, Danantara Beri Sinyal RUPSLB Digelar!
-
Hotel Sultan Dieksekusi, Dasco Minta Kemensetneg Akomodir Nasib Para Karyawan
-
KPK Tegaskan Tak Hentikan Penyelidikan Kasus MBG Meski Kejagung Sudah Tetapkan Tersangka
-
Usai 10 Jam Diperiksa, Sony Sonjaya Keluar dengan Kepala Tegak Tanpa Sepatah Kata
-
Direksi Baru BEI Langsung Temui DPR, Reformasi Pasar Modal dan Integritas Jadi Prioritas