Suara.com - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman memastikan pemilih dalam Pilkada serentak 2020 dapat menyalurkan hak pilihnya ke TPS tanpa melalui rapid test. Meski begitu, mereka diwajibkan mentaati protokol kesehatan Covid-19.
Kepastian itu sekaligus menjawab adanya kabar bahwa pemilih diharuskan menjalani rapid test agar bisa melakukan pencoblosan di Pilkada pada Desember mendatang.
"Enggak, kalau pemilih enggak (rapid test)," kata Arief di kantor KPU, Jakarta Pusat, Rabu (22/7/2020).
Arief mengatakan rapid test hanya diwajibkan bagi para petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Hal ini bertujuan agar penyelenggara pemilu dipastikan tidak terpapar Covid-19.
"Tapi kalau penyelenggara kita sudah. Waktu KPU mengajukan tambahan anggaran itu kan salah satunya memasukan komponen rapid test untuk penyelenggara," kata Arief.
Diketahui, baik pemilih maupun petugas nantinya diwajibkan mentaati protokol kesehatan. Mulai dari penggunaan masker hingga sarung tangan.
Kemudian setiap pemilih juga bakal diperiksa suhu tubuh sebelum mereka memasuki area TPS dan memberikan hak suaranya.
Berita Terkait
-
Kasus Positif COVID-19 Terus Melonjak, DIY Batasi Angka Kunjungan Wisatawan
-
Begini Aksi KPU Tangani Pemilih Bandel Tak Bermasker hingga Bersuhu Tinggi
-
21 Medis RSUD Ngudi Waluyo Blitar Positif COVID-19, Ruang Bedah Ditutup
-
Kenali 3 Jenis Ruam Kulit Ini, Bisa Jadi Gejala Covid-19
-
KPU Gelar Simulasi Pemungutan Suara dengan Protokoler Kesehatan
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Proyek IT MBG Rp1,2 T Dituding Gaib, Kepala BGN Pastikan Anggaran Nyata dan Transparan
-
Bukan Sekadar Pelengkap, Sekjen KPP RI: Legislator Perempuan Kini Bagian dari Pengambil Kebijakan
-
Jadi Tersangka, Eks Kadis LH Jakarta Asep Kuswanto Lalai Kelola Bantargebang Sejak 2024
-
PKS Mendadak Copot Khoirudin dari Kursi Ketua DPRD DKI Jakarta, Ada Apa?
-
Istri Nadiem Makarim Sambangi DPR RI, Minta Audensi Terkait Kasus Chromebook
-
Jutaan Laporan Masuk, KAI Temukan Puluhan Kasus Pelecehan Seksual
-
Refly Harun Sebut Kabar Berkas Roy Suryo P21 Cuma Karangan: Jaksa Belum Terima Apa Pun!
-
Ketegangan Amerika SerikatIran Memanas, Ancaman Militer Menguat Jelang Akhir Gencatan Senjata
-
Pakar: Pakta Pertahanan Indonesia dan AS Bikin China Berpotensi Tercekik, Kenapa?
-
Setahun Aksi Gruduk Rumah Jokowi, Rustam Klaim Dukungan Publik Menguat