Suara.com - Dickson Yeo mengoperasikan jejaring spionase bisnis dan teknologi yang melibatkan sejumlah pejabat sipil dan perwira militer AS. Mereka direkrut karena memiliki akses keamanan tingkat tinggi, dan punya masalah keuanganSeorang warga Singapura mengaku bersalah mengumpulkan informasi rahasia untuk dinas rahasia Cina, tulis Kementerian Kehakiman Amerika Serikat.
Dia dilaporkan menggunakan lembaga konsultan politik miliknya untuk memata-matai AS. Jun Wei Yeo atau juga dikenal dengan nama Dickson Yeo, didakwa beroperasi secara ilegal sebagai agen negara asing.
Dalam pengakuannya, dia memastikan bekerja antara 2015 dan 2019 untuk dinas rahasia Cina. Tugasnya adalah “menemukan dan membantu warga Amerika yang memiliki akses terhadap informasi rahasia yang berharga, termasuk pegawai militer dan pemerintahan yang memiliki akses keamanan tingkat tinggi.”
Pengadilan mengungkap, Yeo membayar orang yang dijadikan sasaran untuk menulis kajian ilmiah untuk klien di Asia, namun mengirimkannya ke pemerintah Cina.
Awan gelap antara Amerika dan Cina Pengakuan Yeo dipublikasi di tengah eskalasi konflik AS dan Cina, di mana AS memerintahkan penutupan kantor konsuler Cina di Houston lantaran diaggap menjadi pusat spionase bisnis dan teknologi.
Baru-baru ini Washington juga mengumumkan penangkapan empat ilmuwan Cina atas dakwaan berbohong dalam permohonan visa ihwal afiliasi dengan Partai Komunis Cina. Serangan AS terhadap Cina meningkat dalam beberapa pekan terakhir, antara lain lewat isu Xinjiang dan Laut Cina Selatan.
Jumat (24/7) pekan lalu Cina membalas dengan menutup kantor konsuler AS di Chengdu. Kementerian Luar Negeri berdalih sejumlah pegawai kedutaan “terlibat dalam aktivitas di luar kapasitasnya, mencampuri urusan internal Cina dan membahayakan keamanan serta kepentingan Cina,” kata Jurubicara Kemenlu, Wang Wenbin.
Wilayah kerja perwakilan AS di Chengdu mencakup barat daya Cina, termasuk Tibet. Pada senin (27/7), pemerintah Cina dilaporkan mengambilalih gedung bekas kantor konsuler AS tersebut.
Pejabat pemerintah terlihat memasuki gedung dengan membawa tim pembersih yang dilengkapi desinfektan. Mereka memindahkan semua ornamen milik pemerintah Amerika Serikat. Di luar gedung seratusan warga berkumpul, seorang di antaranya meneriakkan yel “hidup Partai Komunis Cina!”, lapor kantor berita AFP.
Baca Juga: Tumpahkan Hand Sanitizer ke Lantai, Pria Ini Didenda Rp 42 Juta
Spionase bisnis dan teknologi Dalam “pernyataan fakta” yang ditandatangani Yeo, dia mengakui secara sadar bekerjasama dengan dinas rahasia Cina, bertemu belasan agen dan mendapat perlakuan istimewa ketika berpergian di Cina.
Dia direkrut ketika bekerja sebagai akademisi di National University, Singapura, di mana dia meneliti tentang proyek jalur sutra Cina, Belt and Road Initative. Di laman profilnya di LinkedIn, Yeo menulis bekerja sebagai analis risiko politik yang fokus pada Cina dan kawasan ASEAN.
Dia “menjembatani Amerika Utara dengan Beijing, Tokyo dan Asia Tenggara.” Dokumen pengadilan mencatat Yeo diperintahkan Cina untuk membuka layanan konsultan politik palsu untuk menawarkan pekerjaan menulis kajian ilmiah politik dan keamanan bergaji besar.
Hasilnya, dia menerima 400 lamaran kerja, 90% di antaranya pegawai militer atau pejabat pemerintah. Yeo lalu menyerahkan semua dokumen lamaran kepada dinas rahasia Cina, beserta daftar riwayat hidup masing-masing pelamar. Dia mengaku membidik sasaran yang mengalami masalah keuangan.
Hasilnya, sang konsultan membangun jejaring informan yang antara lain terdiri atas seorang pegawai sipil yang bekerja untuk proyek pesawat pembom F-35B, seorang perwira militer Pentagon yang pernah bekerja di Afghanistan dan seorang pejabat Kementerian Luar Negeri.
Mereka mendapat imbalan sebesar USD 2.000 atau sekitar Rp 29 juta untuk setiap tulisan. Dia “memanfaatkan situs jejaring karir dan lembaga konsultan palsu untuk menggoda warga Amerika demi kepentingan pemerintah Cina,” kata Asisten Jaksa Agung AS, John Demers. “Ini adalah contoh lain bagaimana pemerintah Cina mengeksploitasi keterbukaan masyarakat Amerika,” imbuhnya.
Sumber: DW Indonesia
Berita Terkait
-
Tumpahkan Hand Sanitizer ke Lantai, Pria Ini Didenda Rp 42 Juta
-
Singapura dan Thailand Laporkan Kasus Baru Virus Corona
-
Langgar Protokol Covid-19 Demi Pesta Miras, 10 Orang Terancam Bui
-
Sembunyikan Narkoba Senilai Ratusan Juta Rupiah di Kelapa, 3 Pria Dicokok
-
Nekat Nge-vape di Dalam MRT, Tiga Remaja Singapura Ditahan Polisi
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Tolak Wacana Rusun, Korban Kebakaran Kemayoran Minta Pemerintah Bantu Bangun Rumah Lagi
-
Prabowo di Depan Ribuan Petugas MBG: Terima Kasih Atas Kesetiaan Kalian
-
Dadan Hindayana Dijerat Pasal Berlapis, Ancaman Hukuman Bisa 20 Tahun Penjara
-
Detik-Detik Mencekam! Helikopter AL Inggris Meledak di Udara, 3 Prajurit Tewas
-
KPK Amankan 17 Orang dalam OTT Imigrasi, Eks Dirjen dan Kakanwil Jawa Barat Ikut Terjaring
-
DJKI Selesaikan 104 Sengketa Kekayaan Intelektual Melalui Mediasi
-
Rincian Korupsi Eks Kepala BGN: Proyek Sepeda Listrik MBG Hingga Sepatu
-
Kejagung Ungkap Detik-detik Penangkapan Dadan Hindayana dan Dua Eks Pimpinan BGN
-
Buru Wamen Imipas, KPK Dapat Info Silmy Karim Masih di Jakarta dan Sekitarnya
-
Ambisi Prabowo Saat 30 Ribu Dapur MBG Berjalan: 3 Juta Lapangan Pekerjaan Tercipta