Suara.com - Tiga pria di Singapura ditangkap usai kedapatkan terlibat dalam peredaran narkotika. Pelaku menyembunyikan beberapa obat terlarang tersebut di dalam kelapa.
Menyadur Channel News Asia, Biro Narkotika Pusat (CNB) Singapura telah menyita narkoba senilai lebih dari 66 ribu dolar Singapura atau sekitar Rp 660 juta dari tangan pelaku.
Dalam operasi penangkapan yang dilakukan pada Selasa (21/7) ini, narkoba yang berhasil temukan antara lain 114 tablet Ekstasi, dua tablet Erimin, 273 gram Es, dan 317 gram Ketamin.
Adapun ratusan gram ketamin tersebut disembunyikan di sebuah kelapa yang telah dilubangi bagian atasnya.
Petugas CNB mulanya membuntuti seorang pria Singapura beruis 50 tahun dan pria Malaysia berusia 37 tahun di jalan Serangoon Atas, di mana keduanya melakukan transaksi jual beli narkoba.
Pria berusia 37 tahun itu diduga telah menyerahkan sejumlah paket narkoba kepada pria berusia 50 tahun itu sebelum pergi dengan sepeda motor.
Petugas kemudian membuntuti itu ke area jalan Geylang sebelum menangkapnya. Sebuah paket berisi 1 gram Es ditemukan di tangannya.
Secara terpisah, petugas juga menangkap pria berusia 50 tahun dan seorang pria berusia 60 tahun lainnya. Dari situ, petugas menyita 36 gram Es, 1 gram Ketamin, 22 tablet Ekstasi dan 6.000 dolar Singapura dari pelaku.
Investigasi peredaran narkoba yang melibatkan tiga pria ini tengah berlangsung. CNB mengatakan total zat terlarang yang berhasil di sita ini cukup untuk diberikan kepada 156 pecandu selama seminggu.
Baca Juga: Tak Bisa Diam, Catherine Wilson Dicurigai "Nge-Fly" di Acara Sule dan Andre
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
- 3 Sepatu Lari Skechers Terbaik untuk Pemula dan Pelari Harian
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Nasib Ahmad Syahri Merokok dan Main Game Saat Rapat, Terancam Dipecat dari DPRD Jember?
-
Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
-
Nasib Santri Ponpes Pati Usai Geger Kasus Pelecehan, Sekolah Tetap Lanjut atau Pindah?
-
Polda Metro Jaya Bentuk Tim Pemburu Begal, Kombes Iman: Kami Siap Beraksi 24 Jam!
-
Kepulauan Seribu Diserbu Wisatawan Saat Liburan, Polres Sebar Polisi di Tiap Dermaga
-
Kedubes Jepang Warning Warganya: Nekat Prostitusi Anak di RI, Siap-siap Dibui di Dua Negara
-
Polisi Ciduk Komplotan Jambret di Tamansari, Uang Hasil Kejahatan Dipakai Buat Pesta Sabu
-
Sebut Prabowo Anggap Gagasannya Suci, Sobary: Oh Paus Saja Ndak Begitu Bung!
-
Tak Ada Ampun! Hanya 6 Hari Pasca Penggerebekan, Pemprov DKI Sikat Habis Izin B Fashion Hotel
-
Ekonom UGM: Pemindahan Ibu Kota ke IKN Masuk Fase Ketidakpastian, Berisiko jika Dipaksakan Pindah