Suara.com - Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) menilai cara kerja Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim terlalu elitis dan jarang turun ke lapangan saat menghadapi masalah pendidikan di Indonesia.
Wakil Sekretaris Jenderal Pergunu A. Zuhri mengatakan, seharusnya Nadiem lebih sering turun langsung ke sekolah-sekolah untuk mendengarkan langsung masalah guru, siswa, hingga orang tua murid, khususnya di masa pembelajaran jarak jauh akibat pandemi virus corona covid-19 sekarang.
"Kita lihat pola komunikasi mendikbud sekarang ini terkesan elitis, tidak ada itikad turun ke bawah, kemudian hiring suara di bawah," kata Zuhri dalam diskusi virtual, Rabu (29/8/2020).
Dia mencontohkan, salah satu tindakan Nadiem yang dinilai kurang etis adalah ketika meminta maaf kepada 3 Organisasi Kemasyarakatan NU, Muhammadiyah, dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) terkait polemik Program Organisasi Penggerak.
"Saya kira bukan begitu cara mengkonsolidasi atau merekonsiliasi sesuatu yang sudah pecah carut marut seperti ini, saran saya ini mas Menteri turun ke sekolah NU Muhammadiyah ke PGRI dengarkan keluhan siswa, guru, wali murid, kepala sekolah," ucapnya.
Sebelumnya Mendikbud Nadiem Makarim meminta maaf secara virtual kepada Muhammadiyah, NU, dan PGRI terkait polemik POP dan mengakui program digagasnya masih jauh dari kesempurnaan sehingga membuat 3 ormas ini mundur.
Nadiem kemudian mengunjungi Kantor PP Muhammadiyah untuk meminta maaf secara langsung dan mengucapkan Milad Persyarikatan Muhammadiyah ke-111 tahun yang jatuh pada 8 Dzulhijjah 1441 Hijriyah, Rabu (29/7/2020) kemarin.
Dia berharap Muhammadiyah, NU, dan PGRI dapat kembali bergabung dalam POP, sebab ketiga ormas ini. Bahkan sebelum Indonesia merdeka sudah banyak berjasa terhadap negara di dunia pendidikan.
Meski begitu, CEO Gojek ini kembali menegaskan bahwa dua ormas yang diduga merupakan perusahaan besar yakni Putera Sampoerna Foundation dan Tanoto Foundation tetap bergabung dalam POP dengan skema pembiayaan mandiri tanpa menggunakan APBN.
Baca Juga: Kritik Nadiem Makarim, Federasi Guru: Mendikbud Adalah Menteri Jarak Jauh
Berita Terkait
-
Kritik Nadiem Makarim, Federasi Guru: Mendikbud Adalah Menteri Jarak Jauh
-
Kisruh POP, Menteri Nadiem Minta Maaf Langsung ke Muhammadiyah
-
Sudjiwo Tedjo Usul Kemendikbud Dibubarkan: Saya Sedang Merintis Sekolah
-
Din Syamsuddin: Kisruh Dana POP Bukan Salah Nadiem, Tapi Presiden Jokowi
-
Warkop Ini Sediakan Layanan Internet Gratis untuk Siswa Belajar Online
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
Terkini
-
Tolak Damai! Tersangka Roy Suryo Cs Pilih Bertarung di Pengadilan Kasus Ijazah Jokowi
-
Meski SP3 Rismon Terbit, Polda Metro Jaya Tegaskan Kasus Ijazah Jokowi Belum Selesai
-
Menhut Ungkap Strategi Baru Penguatan Pasar Karbon Nasional,
-
Izin Periksa Pelaku Tak Kunjung Turun, TNI Halangi Langkah Komnas HAM Usut Teror Aktivis KontraS?
-
Marak Pejabat Korupsi Gegara Biaya Politik Mahal, KPK Usul Reformasi Pembiayaan Kampanye
-
103 Sekolah Swasta Gratis di Jakarta Resmi Diumumkan, Ini Daftar Lengkapnya
-
Lonceng Kematian Kelas Menengah? Riset Sebut Populasinya Sisa 16,9%, Satu Pekerjaan Tak Lagi Cukup
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Begal Gambir dan Ironi Residivisme: Ketika Jalanan Terasa Lebih 'Menerima' Daripada Dunia Kerja
-
Bupati Bekasi Ade Kuswara dan Ayahnya Segera Disidang