Dikatakan Josua, setelah suara gemuruh, lalu diikuti sebuah benda yang menghantam ke atap rumah mereka. Karena penasaran, dia dan keluarga mencari tahu benda apa yang jatuh tersebut.
Akhirnya benda yang jatuh ke atas atap rumah tersebut ditemukan. Sebuah batu hitam berbentuk lonjong yang sudah tertancap ke tanah tepat dibelakang rumahnya.
"Kami lihat atap rumah sudah bolong itu sekitar diameter kira-kira 5 centimeter ada itu. Lalu di bawah kami lihat batu itu udah tertancap di tanah, adalah sedalam sejengkal," ungkapnya.
Josua semula ragu untuk membngkar batu yang jatuh dan tertanam sedalam 5 centimeter itu. Lantaran penasaran, ia nekat membongkar batu tersebut.
"Pas dia jatuh ke tanah itu, bergetar rumah kami itu bang. Jadi sekitar udah 30 menit baru kami berani melihat batu itu dan ku beranikanlah menggali pakai cangkul," jelasnya.
Diceritakan Josua, saat pertama kali memegang batu misterius itu, dia masih merasakan ada hawa panas dari batu tersebut.
Tidak lama setelah itu, warga yang mengetahui hal tersebut langsung berkerumun datang ke kediaman Josua untuk sekedar menyaksikan batu yang diduga dari langit itu.
"Ramai lah warga mau nengok batu itu, karena kan dari langit. Kami timbang pakai timbangan biasa, beratnya 2,2 kilogram lah," bebernya.
Hal lain yang diungkapkan oleh Josua Hutagalung pasca ia menemukan batu misterius tersebut yakni tetangga yang mendapat rezeki.
Baca Juga: Hanya 2 Minggu, Ilmuwan Temukan 2 Meteroit
Meski ia tidak gamblang menceritakan dari mana sumber rezeki tersebut, namun dikatakan Josua Hutagalung, ada tetangga yang mendapat kelimpahan rezeki dari ditemukannya batu hitam luar angkasa itu.
"Ada tetangga yang dapat rezeki tiba-tiba. Tembuslah nomornya karena jatuhnya batu ini," ucap Josua yang takut untuk mengatakan sumber rezeki tersebut.
Meski tetangga ketiban rezeki dari penemuan batu misterius tersebut, namun bagi Josua dan keluarga, batu yang mereka simpan di rumah itu dianggap sebagai pertanda baik.
Josua tetap berpikir positif bahwa batu itu adalah pertanda keselamatan kepada keluarganya. Sebab, batu tersebut jatuh dan tepat berada di atas atap rumah mereka.
Sembari menunggu pihak pemerintah meneliti apakah benar batu tersebut adalah batu meteor dari langit.
"Nggak ada lah yang aneh-aneh. Mimpi pun gak ada, ya kita anggap sebagai pertanda baik aja lah bang. Sekarang kami simpan aja batunya, nunggu pihak pemerintah untuk menelitinya," tutupnya.
Berita Terkait
-
Hanya 2 Minggu, Ilmuwan Temukan 2 Meteroit
-
Geger Temuan Tengkorak Manusia, Ternyata Korban Istri Dibunuh Suami
-
Kue Gosong Bak Batu Meteor, Warganet: Kenapa Ada Buah Khuldi di Sini?
-
6 Orang Meninggal Dunia Akibat Banjir di Tapanuli Tengah, 3 Masih Hilang
-
Jokowi Tagih Janji Dapat Suara 80 Persen di Tapanuli Tengah
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Selain Dituntut 18 Tahun, Nadiem Dibebani Denda Rp 1 Miliar dan Uang Pengganti Rp 5,6 Triliun!
-
Selain 18 Tahun Bui, Nadiem Dituntut Bayar Rp4,8 T: Tak Bayar Tambah 9 Tahun
-
Komisioner Komnas HAM Desak Penyelesaian Hukum Kasus Kekerasan Seksual Mei 1998
-
Prabowo Murka! Bunga Pinjaman Orang Miskin 24 Persen, Pengusaha Besar Cuma 9 Persen
-
Geger! Bau Menyengat di Pinang Ranti Ternyata Jasad Lansia Sebatang Kara
-
Jaksa Tuntut Nadiem Makarim 18 Tahun Penjara di Kasus Korupsi Chromebook!
-
Menhub Absen Karena Sakit, DPR Tunda Rapat Bahas Rentetan Kecelakaan Kereta Api Bekasi Timur
-
Kejagung Mulai Selidiki Dugaan Pengurusan Perkara yang Menyeret Aspidum Kejati Sumsel
-
Peringati Tragedi Mei 1998, Komnas Perempuan Ingatkan Sejarah Kelam Kekerasan Seksual Massal
-
Pemilahan Sampah di Jakarta Dinilai Butuh Sistem Data yang Lebih Terbuka, Mengapa?