Suara.com - Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berjanji segera merampungkan pemeriksaan kasus dugaan pelanggaran kode etik Ketua KPK, Firli Bahuri yang bepergian menggunakan helikopter mewah.
"Dalam waktu dekat akan selesai, jadi bersabar. Memang banyak yang bertanya apakah sudah rampung? hasilnya belum bisa saya bilang," kata Ketua Dewan Pengawas KPK, Tumpak Hotorangan Panggabean di Gedung KPK lama Kav. C1, Jl. H.R Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (4/8/2020).
Tumpak menuturkan, saat ini Dewas KPK masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah pihak. Mulai dari meminta keterangan Firli sebagai terlapor maupun masyarakat sebagai pelapor, dalam hal ini Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman.
"Temasuk penyedia jasa helikopter. Saat ini sudah dikumpulkan itu (keterangan)," ujarnya.
Setelah meminta keterangan dari para pihak terkait, Dewas KPK kemudian menganalisa bukti-bukti dari saksi. Dari hasil analisa itu kemudian menjadi pintu masuk menuju sidang etik terhadap Firli.
"Tinggal Dewas akan melakukan pemeriksaan pendahuluan tentang itu, dan apabila nanti dalam pemeriksaan pendahuluan ada pelanggaran etik maka akan kami sidang," tegasnya.
Tumpak berjanji bila sudah masuk ke tahap sidang etik, Dewas akan menyampaikan langsung hasilnya kepada publik.
"Percaya saja, kami akan tetap menyampaikan itu kalau sudah selesai persidangannya," pungkas Tumpak.
Diberitakan sebelumnya, Firli diduga mendapat fasilitas mewah berupa penggunaan helikopter dari Kota Palembang ke Kabupaten Baturaja, Sumatera Selatan pada Sabtu (20/6/2020). Helikopter yang ditumpangi Firli diketahui milik perusahaan swasta dengan kode PK-JTO.
Baca Juga: Ketua KPK: Pemberantasan Korupsi Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan
Saat melaporkan Firli ke Dewas KPK, Koordinator MAKI, Boyamin Saiman melampirkan bukti berupa sejumlah foto.
Tag
Berita Terkait
-
Kasus Febrie Adriansyah Dinilai Mengarah ke Skenario 'Peti Es', Mirip Perkara Firli Bahuri
-
Kasus Firli Bahuri Jalan di Tempat: Kejati Kembalikan SPDP Gara-gara Polisi Lewati Batas Waktu!
-
Eks Pimpinan KPK BW Soroti Kasus Haji yang Menggantung: Dulu, Naik Sidik Pasti Ada Tersangka
-
Firli Bahuri Sambut Rencana Amnesti: Desak SP3 untuk Akhiri Status Tersangka Menggantung
-
Status Firli Bahuri Jadi 'Senjata', Keyakinan Roy Suryo Cs Tak Ditahan di Kasus Ijazah Jokowi
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?