Suara.com - Harga emas hari ini, Minggu (9/8/2020) tidak mengalami kenaikan dari hari kemarin Sabtu (8/8). Harga emas antam hari ini masih sama dengan kemarin yaitu di angka Rp 1.033.000 per gramnya.
Jika dilihat grafik sejak Januari, harga emas hari ini jadi harga tertinggi. Sempat berada di angka terendah Rp 779.000, harga emas hari ini naik sebanyak Rp 306.000 menjadi Rp 1.105.000, sudah menyentuh angka satu juta untuk per gramnya.
Melansir dari laman Pegadaian, emas cetakan Antam dihargai Rp 589.000 untuk ukuran 0,5 gram. Jika menggunakan satuan ukuran yang sama, harga yang dipatok untuk emas cetakan Antam Retro adalah Rp 528.000, emas cetakan Antam Batik Rp 648.000, dan emas cetakan UBS Rp 573.000.
Emas cetakan Antam dengan ukuran 1,0 gram dibanderol harga Rp 1.105.000. Sedangkan emas cetakan Antam Retro dihargai Rp 1.056.000. Begitu juga dengan emas cetakan UBS yang tidak terlalu jauh perbedaannya, yakni Rp 1.094.000. Ketiganya jauh lebih murah dibandingkan emas cetakan Antam Batik yang mencapai harga Rp 1.243.000.
Melansir dari situs Logam Mulia, saat ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan penjualan emas (buyback). Selama kemasan masih ada dan tidak rusak, 1 gramnya akan dikenai harga Rp 954.000.
Seluruh pembelian emas batangan akan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non NPWP. Hal ini sesuai dengan PMK No.34/PMK.10/2017. Jadi, setiap pembelian emas batangan akan disertai dengan bukti potong PPh 22.
Logam Mulia menyediakan emas batangan Antam dari pecahan terkecil 0,5 gram sampai pecahan terbesar yakni 1000 gram.
Emas batangan 0,5 gram Rp 557.500
Emas batangan 1 gram Rp 1.055.000
Emas batangan 2 gram Rp 2.050.000
Emas batangan 3 gram Rp 3.050.000
Emas batangan 5 gram Rp 5.055.000
Emas batangan 10 gram Rp 10.045.000
Emas batangan 25 gram Rp 24.987.000
Emas batangan 50 gram Rp 49.895.000
Emas batangan 100 gram Rp 99.712.000
Emas batangan 250 gram Rp 249.015.000
Emas batangan 500 gram Rp 497.820.000
Emas batangan 1000 gram Rp 995.600.000
Itulah harga emas hari ini Minggu 9 Agustus 2020.
Baca Juga: Pandemi Bikin Harga Emas Terus Catatkan Rekor Baru
Berita Terkait
-
Emas Antam Masih Dibanderol Rp 2.843.000/Gram Hari Ini
-
Mengapa Harga Emas Turun di Tengah Kemelut Perang di Timur Tengah?
-
Harga Emas Dunia Mulai Turun, Waktunya Beli Banyak Logam Mulia?
-
Emas Antam Masih Murah Meriah, Harganya Cuma Rp 2,8 Juta/Gram
-
Cara Transaksi Pegadaian via BRImo: Cepat, Aman, dan Real-Time
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Puncak Arus Balik dari Jogja Pertama Terlewati, Gelombang Kedua Diprediksi Akhir Pekan
-
Bocor! China Bikin Peta Laut hingga Indonesia untuk Hadapi AS di Perang Dunia III
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
Terkini
-
KPK Panggil Ulang Gus Yaqut Hari Ini, Ada Apa Setelah Status Penahanan Kembali ke Rutan?
-
Iran Ajak Negara Arab Bersatu Bentuk Pakta Pertahanan Berbasis Al Quran
-
Noel Mau Ikutan Yaqut untuk Ajukan Pengalihan Penahanan, KPK: Kewenangan Hakim
-
Pramono Anung Tegaskan Kebijakan WFA bagi ASN DKI Berlaku hingga 27 Maret
-
Awal Retaknya Hubungan Trump - Netanyahu, Skenario Rahasia Mossad yang Gagal
-
Nasib Selat Hormuz dan Pasokan Minyak Dunia Bergantung Pada Respon Iran Terhadap Proposal AS
-
ASN Jakarta Malas Kerja Usai WFA Siap-siap Disanksi, Pramono Anung: Tak Ada Keringanan!
-
Puncak Arus Balik dari Jogja Pertama Terlewati, Gelombang Kedua Diprediksi Akhir Pekan
-
Syarat Mutlak Iran Bagi Kapal Internasional di Selat Hormuz Agar Bisa Melintas Dengan Selamat
-
Pramono Minta Penertiban Parkir Liar Diperkeras, Soroti Monas hingga Belakang Grand Indonesia