Suara.com - Ratusan orang yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar aksi unjuk rasa untuk menolak RUU Omnibus Law ke gedung DPRD Babel, Senin (10/8/2020).
Aksi unjuk rasa tersebut diterima langsung oleh Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya didampingi wakil Ketua, M. Amin, dan Komisi IV, kemudian aksi tersebut dilanjutkan dalam rapat audiensi di ruang banmus DPRD Babel.
"Sepertinya Omnibus Law ini seolah-olah tidak dapat terganggu gugat, tetapi kita tetap menyuarakan, apapun hasilnya kemudian nanti," ujar Ketua Konfederasi SPSI Babel, Darusman Aswan.
Dia mengungkapkan, pihaknya sudah beberapa kali menyuarakan penolakan terhadap RUU Omnibus Law ini.
Namun belum ada tindak lanjut dari Komisi IV DPRD Babel yang menaungi bidang ketenagakerjaan.
"Untuk RUU Omnibus Law Ketenagakerjaan ini kami minta khususnya Komisi IV agar ada feedback, dari beberapa kali pertemuan, sampai hari ini kami tidak mendapatkan feedback itu," ujarnya.
Oleh karenanya diutarakan dia, tujuan pihaknya berunjuk rasa ke DPRD Babel untuk mempertanyakan, apa saja yang dilakukan oleh Komisi IV terhadap RUU Omnibus Law ini sebagai tindak lanjut dari aspirasi mereka dan menyampaikannya secara terukur ke DPR RI.
"Besar harapan kami, kiranya Komisi IV berkenan memberikan pandangan-pandangan terkait RUU Omnibus Law itu sendiri, agar kami tidak hanya teriak-teriak, kami mendapatkan masukan dari Komisi IV yang spesial menangani industrial," ujarnya.
Menanggapi aspirasi tersebut, Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya langsung menginstruksikan Komisi IV untuk menggelar rapat dengar pendapat pada Kamis (13/8) mendatang.
Baca Juga: Ini Alasan Kenapa Pembahasan RUU Cipta Kerja Harus Dihentikan
"Jadi pada hari Kamis nanti saya langsung perintahkan Komisi IV untuk rapat dengan Dinas Tenaga Kerja dan saya minta tolong perwakilan SPSI juga hadir," kata Didit.
Selanjutnya, Didit menungkapkan, DPRD Babel sepakat untuk mengajukan usulan penolakan terhadap RUU Omnibus Law langsung ke DPR RI.
"Nanti saya perintahkan Komisi IV langsung ketemu teman-teman DPR RI untuk menyampaikan penolakan tersebut, intinya perjuangan DPRD untuk membela teman-teman pekerja ini nggak usah diragukan lagi," tandasnya.
Kontributor : Wahyu Kurniawan
Berita Terkait
-
Waspada Cuaca Buruk, Warga Bangka Belitung Diimbau Tak Rayakan Tahun Baru di Pantai
-
Misteri 'Lulus Sebelum Kuliah' Terbongkar! 7 Fakta Wagub Hellyana Jadi Tersangka Kasus Ijazah Palsu
-
Negara Hadir Lewat Koperasi: SPBUN Nelayan Tukak Sadai Resmi Dibangun
-
Jurus 'Sapu Jagat' Omnibus Law Disiapkan untuk Atur Jabatan Polisi di Kementerian
-
262 Hektare Hutan Rusak, Panglima TNI hingga Menhan 'Geruduk' Sarang Tambang Ilegal di Babel
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
Status Hukum Masih Dikaji, Bareskrim Pertimbangkan Sidang Adat Toraja dalam Kasus Pandji
-
LPDP Masih Hitung Nilai Pengembalian Dana Beasiswa Alumni AP Suami Dwi Sasetyaningtyas
-
Pegawai Rental yang Aniaya Petugas SPBU Resmi Jadi Tersangka: Positif Sabu!
-
Di Hadapan Raja Yordania, Prabowo Tegaskan Dukungan Indonesia untuk Perdamaian di Palestina
-
PDIP Soroti Rencana Impor 105.000 Mobil Pickup dari India: Jangan Rugikan Pabrikan Dalam Negeri
-
Sopir Toyota Calya Ugal-Ugalan di Jakarta Diamankan, Polisi Tunggu Hasil Tes Urine
-
Warga Jakarta dengan Luas Rumah di Bawah 70 Meter Bisa Dapat Toren Gratis dari PAM JAYA
-
Betawi di Era Digital: Pemuda Diminta Jadi Garda Depan Pelestarian Budaya
-
Dari Gerakan Non Blok ke Aliansi Amerika, Indonesia Tak Lagi Bebas Aktif Gegara ART dan BoP?
-
KPK Periksa Sekjen Kemnaker Terkait Kasus Pemerasan Sertifikasi K3