Suara.com - Para peneliti di Thailand telah melakukan perjalanan melalui pedesaaan guna menangkap kelelawar di sebuah gua. Hal itu dilakukan demi melacak asal-usul virus Corona baru.
Menyadur Al Jazeera, penelitian awal yang dilakukan China, telah menunjukkan bahwa spesies kelelawar sebagai sumber dari virus bernama ilmiah Sars-CoV-2 itu.
Sejak kali pertama terdeteksi di Wuhan, Desember 2019, virus Corona baru telah menyebabkan krisis kesehatan global.
Merujuk data Universitas Johns Hopkins, sekitar 20,5 juta orang kini terinfeksi Covid-19, di mana angka kematian menembus 748 ribu jiwa.
Penelitian sebelumnya mengungkapkan kecocokan terdekat dengan virus Corona baru telah ditemukan pada kelelawar tapal kuda di Yunan China.
Thailand merupakan salah satu negara pemilik spesies tersebut. Ada 19 spesies kelelawar tapal kuda yang hidup di Negeri Gajah Putih.
Namun, selama pandemi virus Corona berlangsung, para ilmuan Thailand belum sekalipun meneliti kelelawar tersebut. Mereka baru melakukannya sekarang.
Peneliti Thailand mendaki bukit di Taman Nasional Sai Yok di provinsi barat Kanchanaburi.
Guna memperbudah proses penangkapan, para peneliti memasang jaring untuk menjebak sekitar 200 kelelawar dari tiga gua berbeda.
Baca Juga: Keluar dari Episentrum Covid-19, Pemprov Banten Kaji Pelonggaran PSBB
Tim dari Pusat Ilmu Kesehatan Penyakit Menular Palang Merah Thailand mengambil sampel air liur, darah, dan feses dari kelelawar sebelum melepaskannya.
Tim tersebut dipimpin oleh Supaporn Wacharapluesadee, wakil kepala Pusat Ilmu Kesehatan Penyakit Menular Palang Merah Thailand.
Dia telah mempelajari kelelawar dan penyakit yang terkait dengan mereka selama lebih dari 20 tahun.
Supaporn mengatakan kemungkinan para peneliti akan menemukan virus yang sama yang menyebabkan Covid-19 pada kelelawar Thailand.
"Pandemi tidak terbatas. Penyakit bisa menyebar dengan kelelawar. Bisa menyebar ke mana saja," kata Supaporn.
Tag
Berita Terkait
-
Kambuh, Seorang Pria di China Kembali Dinyatakan Positif Covid-19
-
Terus Berjatuhan, 922 Petugas medis AS Meninggal Karena Covid-19
-
Satgas Covid-19: Perang Lawan Kolonial Sudah Berlalu, Sekarang Lawan Virus
-
Virus Corona Intai Kelelawar Selama Beberapa Dekade
-
Ilmuwan Temukan Genetik Kelelawar Bisa Melawan Virus Corona Covid-19
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
'Pak Minta Nama!', Cerita Haru Nenek di Istana hingga Prabowo Usulkan Nama Adi Dharma
-
Puji Kontribusi Masif Warga Jateng, Pramono Anung: Pilar Penting Jakarta Menuju Kota Global!
-
Petaka Parkir di Bahu Jalan! Sigra 'Nangkring' di Pembatas Jalan Usai Dihantam Fortuner di Tangerang
-
Iran Berencana Kenakan Biaya untuk Kapal yang Melintas Selat Hormuz
-
Fasilitas Pipa Minyak Arab Saudi Pulih, Penyaluran Capai 7 Juta Barel Per Hari
-
Satpol PP Gandeng TNI-Polri Sikat Preman Tanah Abang, Pangkalan Bajaj Liar Ikut Ditertibkan
-
Vladimir Putin Siap Bersua Prabowo Subianto di Moskow, Isu Energi hingga Global Dibahas
-
Negosiasi dengan AS Gagal, Iran: Selat Hormuz Sepenuhnya di Tangan Kami!
-
Jelaskan Anggaran EO Capai Rp113,9 M, Kepala BGN: Mekanisme Sesuai Aturan dan Terbuka untuk Diawasi
-
Bukan Emas atau Berlian, Pemuda di Rembang Pinang Kekasih dengan Mahar Bibit Pohon Mangga!