Suara.com - Polda Sumatera Selatan (Sumsel) angkat bicara terkait viralnya video seorang Pedagang Kaki Lima (PKL) di Pasar 16 Ilir, Kota Palembang, dilarang berjualan setelah menegur seorang wanita yang mengaku sebagai istri Wakapolda Sumsel.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Supriadi menjelaskan video viral yang ditayangkan dalam channel YouTube Now Sumsel pada Rabu (12/8/2020) itu, telah lama dibuat oleh Evitasari, perempuan yang ada di dalam video berdurasi 14 menit 39 detik tersebut.
"Kasus itu tak ada kaitannya dengan Ibu Wakapolda Sumsel yang sekarang (Istri Brigjen Rudi Setiawan)," ujar dia dalam keterangan persnya pada Kamis (13/8/2020).
Masih kata dia, Evitasari itu memiliki permasalahan dengan istri Wakapolda Sumsel pada 2012 lalu.
"Permasalahnnya itu dengan Ibu Wakapolda pada tahun 2012 lalu. Masalahnya itu juga sudah selesai," kata Supriadi.
Dikatakan dia, Evitasari dan istri Wakapolda Sumsel pun telah berdamai.
Selain itu, Evitasari pun kini telah berjualan bakso seperti biasanya di Pasar 16 Ilir, Kota Palembang.
Namun, video pengakuan Evitasari ternyata baru-baru ini kembali di-upload oleh akun Youtube Now Sumsel sejak dua hari lalu hingga viral pada Rabu (12/8/2020).
"Setelah kejadian itu, Bu Evitasari sebenarnya sudah minta video tersebut dihapus. Namun, kini di-upload kembali," ungkap dia.
Baca Juga: Viral PKL Dilarang Jualan Usai Tegur Cewek Mengaku Istri Wakapolda Sumsel
Karena video itu di-upload kembali, akhirnya Evitasari membuat laporan di Mapolrestabes Palembang.
"Dia (Evitasari) bikin laporan atas kejadian (videonya kembali di-upload) itu ke Mapolrestabes Palembang," tutup dia.
Kontributor : Rio Adi Pratama
Berita Terkait
-
Emosi Meledak, Detik-Detik Korban Pelecehan FH UI Pingsan di Hadapan Pelaku
-
Perintah Tegas Pramono ke Pasukan Kuning: Jangan Tunggu Viral, Jalan Rusak Harus Cepat Ditangani!
-
Steven Wongso Lebih Dulu Terapkan Metode Diet 'Anjing' ke Ibu, sampai Dikatai Anak Durhaka
-
Tak Diberi Uang Rp250 Ribu, Video Pria Diduga Oknum Ormas Ancam Bakar Warung Viral
-
Siswi 15 Tahun di Langkat Jadi Tersangka Usai Bela Ayah, Curhat ke Prabowo Subianto
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Blokade Selat Hormuz AS Paksa 6 Kapal Tanker Iran Putar Balik di Teluk Oman
-
Respons Arogansi AS, Iran Siapkan Metode Pertempuran Mematikan
-
Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional
-
Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja
-
BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan
-
Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih
-
Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'
-
Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja
-
Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'
-
Terseret Dugaan Kasus Korupsi, Nadiem Makariem Akui Kurang Pahami Budaya Birokrasi