Suara.com - Italia akan menutup klub malam dan diskotik sebagai upaya penerapan kembali pembatasan merespon meningkatkan jumlah infeksi di seluruh negeri, terutama di kalangan orang muda.
Menyadur Channel News Asia, Senin (17/8/2020), pemerintah juga akan mewajibkan penggunaan masker di luar ruangan di beberapa daerah dekat tempat hiburan malam pada malam hari.
Kasus baru dalam sepekan terakhir di Italia, meningkat lebih dari dua kali lipat dari yang dicatatkan tigga minggu lalu, dengan usia rata-rata orang yang terinfeksi telah turun di bawah 40 tahun.
Adapun aturan pembatasan baru akan berlaku mulai Senin (17/8), dua hari setelah libur Italia ketika banyak anak muda negara ini pergi berdansa. Kebijakan akan berlaku hingga awal September.
Masker akan diwajibkan mulai pukul 18.00 hingga 06.00 di area yang dekat dengan bar dan pub, serta tempat pertemuan.
"Kami tidak dapat menyia-nyiakan pengorbanan yang dilakukan dalam beberapa bulan terakhir. Prioritas kami harus membuka sekolah pada September, dengan keamanan penuh," ujar Menteri Kesehatan Italia Roberto Speranza melalui unggahan facebook.
Speranza sebelumnya mendesak kaum muda untuk berhati-hati semaksimal mungkin agar tidak menimbulkan kenaikan kasus infeksi virus di negara ini.
"Jika mereka menginfeksi orang tua dan kakek-nenek, mereka berisiko menimbulkan kerusakan yang nyata," kata Speranza pada Sabtu (15/8).
Pemerintah telah membiarkan kkub malam tetap buka meski kritik meningkat, menyebut orang-orang di tempat ini tidak menerapkan jarak sosial dan tidak memakai masker.
Baca Juga: Takut Kena Bully, Guru Bunuh Diri Usai Dinyatakan Positif Virus Corona
Industri hiburan malam di Italia menghasilkan pendapatan tahunan sebesar 4 miliar euro.
Menteri Perindustrian Italia Stefano Patuanelli mengakui akan ada kerusakan ekonomi dengan penutupan klub malam, namun pihaknya tak memiliki alternatif lain.
Italia mencatatkan 479 kasus Covid-19 baru pada Minggu (16/8). Jumlah ini turun dari 629 pada Sabtu.
Sejak kasus pertama ditemukan di Italia pada 21 Februari, jumlah kematian akibat virus corona di negara ini mencapai 35 ribu dengan lebih dari 253 kasus infeksi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
Pilihan
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
-
H-135 Kick Off Piala Dunia 2026, Dua Negara Ini Harus Tempuh Perjalanan 15.000 KM
-
5 Rekomendasi HP RAM 12 GB Paling Murah, Cocok buat Gaming dan Multitasking
-
Kenaikan Harga Emas yang Bikin Cemas
Terkini
-
Jakarta Siaga Banjir, Pramono Anung Perpanjang Operasi Modifikasi Cuaca Hingga 1 Februari 2026
-
KPK Periksa 17 Saksi Kasus Dugaan Suap Pajak PT Wanatiara Persada, Termasuk Sang Direktur
-
RUU PPI Masuk Prolegnas, WALHI Nilai Negara Masih Gagal Membaca Krisis Iklim
-
Dikabarkan Bakal Masuk Kabinet Prabowo, Budisatrio Djiwandono Tanggapi Begini
-
Diduga Tak Profesional, Tiga Kepala Kejaksaan Negeri Diperiksa Jamintel Kejagung
-
Oknum Polisi Anggota Polda DIY Diduga Aniaya Kekasih hingga Masuk RS, Aksi Terekam CCTV
-
Sudirman Said Luncurkan Pusat Studi Keberlanjutan UHN untuk Jawab Tantangan Krisis Iklim
-
Skandal Kuota Haji, Staf Asrama Haji Bekasi Diperiksa KPK
-
Viral Pemotor Merokok Pukul Penegur di Palmerah, Pelaku Catut Nama Polisi
-
Peluang Emas Lulusan SMK: Perusahaan Raksasa Rusia Tawarkan Gaji Rp43 Juta, Pemerintah RI Buka Jalan