Suara.com - Lagi, kasus narapidana kendalikan bisnis ekstasi terungkap di Jakarta. Kali ini pelakunya Ami Utomo, seorang warga binaan Rumah Tahanan Salemba, Jakarta Pusat.
Yang mengejutkan lagi, produksi ekstasi dilakukan di tempat yang mungkin tak terpikirkan oleh banyak orang. Barang haram dibuat di ruang pasien kelas VVIP sebuah rumah sakit swasta yang berada di Jalan Salemba Tengah.
Dari ruang VVIP yang telah disulap jadi pabrik narkoba, setiap hari diproduksi sebanyak 100 butir ekstasi.
Di lapangan, Ami dibantu seorang kurir berinisial MW. Dia memerintahkan kurir untuk menjual ekstasi ke berbagai tempat di Jakarta.
"Pil ekstasi yang diproduksi AU disebarkan oleh kurirnya MW ini kemana-mana saja ke Jakarta Pusat, Jakarta Barat, karena kurirnya yang menjual. Pokoknya masih sekitaran Jakarta," kata Kepala Kepolisian Sektor Sawah Besar Komisaris Polisi Eliantoro kepada Suara.com, Jumat (21/8/2020).
Ami seorang narapidana kasus narkoba yang telah dijatuhi hukuman 15 tahun penjara. Waktu itu, dia dijerat kasus kepemilikan 15 ribu butir ekstasi. Kalau sekarang memanfaatkan ruang perawatan rumah sakit, dulu dia memakai rumahnya di Depok, Jawa Barat, untuk membikin ekstasi.
Ketika ketahuan bisnis narkoba lagi, Ami sebenarnya baru menjalani masa hukuman dua tahun.
Pertanyaannya kemudian, bagaimana ruang VVIP rumah sakit bisa dijadikan Ami sebagai tempat pembuatan ekstasi?
Ini semua berawal dari penangkapan MW dengan barang bukti 30 butir pil ekstasi. Dari penelusuran yang kemudian dilakukan anggota polisi Sawah Besar, mengarahnya ke Ami.
Baca Juga: Napi Buat Pabrik Narkoba di RS, Ami Utomo Produksi 100 Butir Ekstasi Sehari
Sebelum kasus terbongkar, kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Heru Novianto, Ami dirawat di rumah sakit swasta itu sejak dua bulan yang lalu. Dia masuk rumah sakit karena alasan kondisi lambung yang tidak enak.
Di rumah sakit itu, Ami dapat ruang perawatan VVIP.
"Tersangka (AU) beralasan sakit di RS AR, tapi ternyata dijadikan pabrik ekstasi. Berdasarkan info dari masyarakat, kita lakukan penyelidikan dan penggerebekan terhadap AU di ruang VVIP itu," ujar Heru.
Dari dalam ruang VVIP yang ditempati Ami, polisi menemukan barang bukti berupa pil ekstasi, alat cetak ekstasi, pewarna, dan satu buah telepon genggam.
Berita Terkait
-
Oknum Brimob Ini Tak Cukup Dipecat, Bareskrim Turun Tangan Usut Perannya di Sarang Narkoba Samarinda
-
Puluhan Motor Terjaring Operasi Parkir Liar di Salemba, Trotoar Kenari Milik Pejalan Kaki Lagi
-
Resmi Berakhir, Sutradara Jelaskan Nasib Zendaya di Euphoria Season 3
-
Bobby Nasution Ajak Kolaborasi Total Berantas Narkoba, Siap Dukung Anggaran BNNP
-
Kompolnas Nilai Sanksi Saat Ini Belum Bikin Jera Polisi Terlibat Narkoba
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
- 4 Sepatu Lari Lokal Harga Rp100 Ribuan dengan Ulasan Terbaik, Pas Buat Jogging
- Mengenal Sosok Alexandra Askandar, Bankir Perempuan Berpengaruh di Jajaran Top Level BUMN
Pilihan
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
Terkini
-
Profil Abdul Mateen, Anak Sultan Hassanal Bolkiah Kini Jadi Menteri Luar Negeri Brunei Darussalam
-
Sadis! Penembakan Massal Dekat Festival Toledo Ohio Amerika Serikat, Pengunjung Kocar-kacir
-
Menjaga Sisa Rasa Betawi: Kisah Selendang Mayang Bu Widya di Tengah Kepungan Kopi Boba
-
Kado HUT Jakarta: Jembatan Cincin Mulai Dibangun, Tiang Monorel Mangkrak Resmi Hilang!
-
Sakit Hati Diintimidasi, Ayah dan Anak di Cikupa Kompak Bunuh Pedagang Cilok
-
BGN Diguncang Korupsi: Cukupkah Pergantian Pimpinan Selamatkan Program MBG?
-
Bulog Pastikan Beras Bantuan di Bangkalan Diganti Sebelum Disalurkan, Komitmen Jaga Kualitas Bantuan
-
Bulog Gelontorkan Beras SPHP & Percepat Penyaluran Bantuan Pangan untuk Jaga Stabilitas Harga Beras
-
KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim
-
Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta