Suara.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) saat ini sedang menangani sejumlah kasus berat, mulai dari kasus Jiwasraya hingga Djoko Tjandra. Simak beberapa kasus besar yang ditangani Kejagung berikut!
Insiden kebakaran yang melanda gedung Kejagung pada Sabtu (22/8/2020) malam menimbulkan banyak spekulasi.
Kebakaran tersebut dikhawatirkan ikut menghanguskan berkas kasus-kasus besar yang sedang ditangani oleh Kejagung.
Api dilaporkan berasal dari lantai enam gedung utama Kantor Kopr Adhyaksa tersebut, lalu menjalar ke lantai 5, 4, 3, 2, dan 1.
Selain membakar ruang kerja Kepala Kejaksaan Agung, api juga membakar ruangan bidang intelijen, kepegawaian, dan administrasi.
Berikut Suara.com merangkum kasus-kasus besar yang sedang ditangani Kejagung, Minggu (23/8/2020).
1. Kasus Djoko Tjandra
Kasus cassie Bank Bali Djoko Soegiharto Tjandra atau Djoko Tjandra juga ditangani oleh Kejagung. Setelah melarikan diri selama 11 tahun, Djoko Tjandra yang sebelumnya dijatuhi hukuman 2 tahun penjara itu akan segera diadili.
Kasus tersebut ternyata menyeret sejumlah pihak. Salah satunya adalah Kepala Sub Bagian Pemantauan dan Evaluasi II pada Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda, jaksa Pinangki.
Baca Juga: Gedung Kejagung Kebakaran, Fadli Zon: Semoga Kasus Tak Ikut Terbakar
Jaksa Pinangki diduga telah menerima suap dari Djoko Tjandra sebesar USD 500 ribu atau sekitar Rp 7 miliar. Pinangki juga disebut memuluskan jalan Djoko Tjandra agar bisa keluar masuk Indonesia saat berstatus buronan.
Pinangki telah dicopot dari jabatannya dan kasusnya sedang didalami oleh Kejagung.
2. Kasus Jiwasraya
Kejagung masih dalam proses menyelidiki kasus tindak pidana korupsi PT Asuransi Jiwasraya yang merugikan negara hingga Rp 16,81 triliun.
Kasus tersebut melibatkan sejumlah petinggi Jiwasraya dan pengusaha besar, mereka adalah Benny Tjokro, Komisaris PT Hanson International Tbk; Heru Hidayat, Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera (Tram); Hendrisman Rahim, mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya (Persero); Hary Prasetyo, mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya (Persero); Syahmirwan, mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Asuransi Jiwasraya (Persero); serta terakhir Direktur PT Maxima Integra bernama Joko Hartono Tirto.
Hingga kini, Kejagung telah memanggil sejumlah pihak seperti pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan sejumlah karyawan Jiwasraya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
DPRD DKI Bentuk Pansus, Target Jakarta Bebas Sampah 2030
-
Sampah Setinggi 6 Meter di Pasar Induk Kramat Jati Berhasil Dibersihkan
-
Terjaring OTT, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo Tiba di Gedung KPK Pagi Ini
-
Ada Lebaran Betawi, Berikut Rekayasa Lalu Lintas di Lapangan Banteng
-
OTT KPK di Tulungagung: Selain Bupati Gatut Sunu Wibowo, 15 Orang Juga Diamankan
-
Tiba di Pakistan, Tim Perunding Iran Ingatkan Pengalaman Pahit Dikhianati AS
-
Jaga Kelestarian Alam, Ekowisata Mangrove di Lombok Timur Ini 'Mengalah' Demi Napas Lingkungan
-
Kisah Supriadi: Dulu Belajar Silvofishery ke Kalimantan, Kini Sukses Budidaya Nila di Lombok Timur
-
KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan
-
Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL