Suara.com - DPP PDI Perjuangan mengutuk penyerangan teror bom molotov ke markas PDIP Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada 29 Juli 2020 lalu.
Belakangan diketahui, pelempar bom tersebut adalah sekelompok Laskar Islam (LPI), jaringan ormas FPI.
Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, ketujuh orang yang sudah ditangkap tim khusus gabungan Polda Jabar dan Polres Bogor adalah orang yang antidemokrasi dan antikemanusiaan.
"Ketika kantor PDI Perjuangan diserang dengan cara seperti itu, yang membunuh demokrasi, kami pun menempuh jalur hukum," kata Hasto dalam konferensi pers virtual, Rabu (26/8/2020).
"Karena itulah, ketika ada pihak yang berada di luar jalur hukum, kemudian menggunakan bom molotov, siapa pun dia, apa pun latar belakangnya, orang itu antidemokrasi, orang itu antikemanusiaan," tambah Hasto.
Meski begitu, dia mengapresiasi kinerja kepolisian yang bergerak cepat menangkap pelaku.
Hasto juga bersyukur peristiwa itu tidak menyulut emosi kader dan simpatisan partai berlambang Banteng Moncong Putih itu untuk membalas dendam.
"Kami memberikan apresiasi kepada Polri yang telah menindaklanjuti laporan. Kami juga mengapresiasi jajaran internal partai tidak ada yang emosional menanggapi itu dengan melakukan aksi serupa," ucapnya.
Sebelumnya diberitakan, polisi telah menangkap tujuh pelaku teror bom molotov di markas PDIP Cileungsi yang berinisial AS (25) sebagai pimpinan Laskar Islam (LPI).
Baca Juga: Eksekutor Pelemparan Bom Molotov Ke Markas PDIP Bogor di Tangkap
Kemudian terdapat M Pabuaran (24); AS (32); S (35); NM (23); MRR (21); dan AK (24). Mereka semua, merupakan warga Kabupaten Bogor.
Direskrimum Polda Jabar Kombes Pol CH Patoppoi menjabarkan masing-masing pelaku memiliki peran khusus.
AS (25) misalnya yang merupakan pimpinan LPI yang juga merupakan anggota FPI, berperan meracik bom molotov.
Kabidhumas Polda Jabar Kombes Pol Erdi Ardimurlan Chaniago mengatakan, ketujuh orang yang ditangkap itu, merasa sakit hati terkait adanya pembakaran bendera saat terjadi aksi demo di depan gedung DPR pada 27 Juli 2020.
Penelusuran wartawan, saat itu diketahui terjadi aksi demo penolakan kembali Habib Rizieq Shihab ke Indonesia, yang notabenenya sebagai imam besar FPI.
Ketujuh pelaku dijerat dengan Pasal 187 KUHP, dugaan tindak pidana dengan sengaja menimbulkan ledakan atau kebakaran, diancam dengan pidana 12 tahun.
Berita Terkait
-
Eksekutor Pelemparan Bom Molotov Ke Markas PDIP Bogor di Tangkap
-
Habib Rizieq Disebut Manusia Sampah, Anggota FPI Ngamuk Lempar Bom Molotov
-
Terungkap! Anggota FPI Racik Bom Molotov, Dilempar ke Kantor PDIP Cileungsi
-
Ini Dia 2 Anggota FPI Pelempar Bom Molotov ke Kantor PDIP Bogor
-
Pelempar Bom Molotov ke Kantor PDIP Bogor Adalah Anggota FPI
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Promo Indomaret 26 Februari Sampai 1 Maret 2026, Diskon Besar Minyak Goreng dan Pampers
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
Pilihan
-
Percakapan Terakhir Ali Khamenei Sebelum Dibom Israel-AS Terungkap: Menolak Masuk Bunker
-
Ahok Adu Mulut dengan Pengacara Kasus LNG, Hakim Sampai Harus Turun Tangan
-
Kabar Duka, Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno Meninggal Dunia di RSPAD Pagi Ini
-
Terungkap! Begini Cara CIA Melacak dan Mengetahui Posisi Ayatollah Ali Khamenei
-
Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln Pakai 4 Rudal, 3 Tentara AS Tewas
Terkini
-
Percakapan Terakhir Ali Khamenei Sebelum Dibom Israel-AS Terungkap: Menolak Masuk Bunker
-
Guncang Dunia! AS-Israel Bombardir Lebih 2.000 Lokasi di Iran
-
MK Putuskan Penyakit Kronis Masuk Kategori Disabilitas, Kabar Baik Bagi Pejuang Autoimun dan Saraf
-
Bareskrim Bongkar Rantai Bandar Narkoba Ko Erwin: Charlie dan Arfan Dicokok, The Doctor Diburu
-
Dipanggil KPK untuk Kasus DJKA, Eks Menhub Budi Karya Absen Alasan Sakit
-
Dubes Iran Respons Niat Prabowo Jadi Juru Damai, Begini Katanya
-
Jelang Idul Fitri 2026, Satgas Pangan Tindak 350 Pelanggaran dan Proses 4 Perkara Hukum
-
Perang AS-Israel vs Iran 2026: Daftar Negara Terdampak dan Berstatus Siaga Tinggi
-
Disebut Mandek 10 Tahun, Pramono Anung Heran Soal Gaji Nakes Jakarta: Masa Sih Nggak Naik?
-
Syahdan Husein Lawan Tuduhan Menghasut: Ini Ketidakpuasan Pemuda dengan Politik Penuh Intrik