Suara.com - Aktivitas penambangan di kawasan hutan Sarang Ikan Kecamatan Lubuk Besar Kabupaten Bangka Tengah meminta tumbal.
Tak tanggung-tanggung enam penambang hilang tertimbun longsoran ribuan kubik tanah tambang yang longsor pada Sabtu (29/8/20) siang.
Kejadian tersebut menambah daftar panjang kecelakaan tambang yang memakan korban jiwa.
Pasalnya, belum lama lama ini, kecelakaan tambang timah yang memakan korban jiwa juga terjadi di Desa Tepus Bangka Selatan.
Dalam kecelakaan tambang pada pertengahan Mei 2020 lalu, dua nyawa melayang.
Jasad kedua penambang tersebut berhasil dievakuasi sehari pasca kejadian.
Sementara itu, dari informasi lainnya juga menyebutkan ada satu unit alat berat jenis ekscavator yang sedang berada di lokasi.
Meski begitu, belum diketahui nama-nama penambang yang tertimbun di dasar tambang tersebut, namun proses evakuasi sudah langsung dilakukan beberapa saat usai kejadian.
Seorang pengusaha tambang berinisial FR disebut-sebut sebagai pihak yang bertanggung jawab atas aktivitas tambang timah tersebut.
Baca Juga: Menambang Tanpa Izin di Hutan Lindung, Azeman Divonis 4,5 Tahun Penjara
Sementara itu, Kapolres Bangka Tengah Ajun Komisaris Besar Slamet Ady Purnomo, ketika dikonfirmasi, menyatakan telah ada tiga jasad yang berhasil dievakuasi dalam keadaan tidak bernyawa.
Sedangkan, tiga jasad lainnya masih sedang dalam upaya pencarian.
"Informasi awal nya begitu," ujarnya kepada Suara.com, Sabtu (29/8/2020) malam.
Kontributor : Wahyu Kurniawan
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Lolos dari Bandara Soetta, Sabu 4,8 Kg Kiriman dari Iran Disergap di Pamulang!
-
Mendagri Tito Bahas Persiapan Program Perumahan di Wilayah Perbatasan
-
Bisa Jadi Pintu Masuk HIV: 19 dari 20 Remaja Jakarta Terinfeksi Penyakit Menular Seksual
-
Begal Petugas Damkar Ditangkap di Hotel Pluit, Polisi: Masih Ada 4 Pelaku yang Buron!
-
Makar atau Kebebasan Berekspresi? Membedah Kontroversi Pernyataan Saiful Mujani
-
Perintah Tegas Pramono ke Pasukan Kuning: Jangan Tunggu Viral, Jalan Rusak Harus Cepat Ditangani!
-
Dipolisikan Faizal Assegaf ke Polda Metro, Jubir KPK Santai: Itu Hak Konstitusi, Kami Hormati
-
Analis Selamat Ginting: Gibran Mulai Manuver Lawan Prabowo Demi Pilpres 2029
-
Andi Widjajanto: Selat Malaka Adalah Choke Point yang Bisa Seret Indonesia ke Konflik Global
-
Produk Makanan Segera Punya Label Gula, Garam, Lemak Level A-D: Dari Sehat hingga Berisiko