Suara.com - Presiden Joko Widodo meminta para Gubernur agar bisa mengatur kebijakan secara tepat dalam mengendalikan Covid-19 sebelum dilakukan vaksinasi lebih luas terhadap masyarakat seluruh Indonesia. Hal itu disampaikan Jokowi pada rapat terbatas tentang Pengarahan Presiden Dalam Menghadapi Pandemi Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional melalui video conference dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (1/9/2020).
"Sebelum vaksinasi ini bisa dilakukan secara masif, besar-besaran dan secara efektif. Saya minta lagi kepada para Gubernur untuk memainkan gas dan rem ini dengan seimbang dengan takaran takaran sesuai dengan data-data yang dimiliki," kata Jokowi.
Pasalnya, lanjut dia, jika kurva Covid-19 tidak ditekan dengan cepat, maka angka kematian tidak bisa diturunkan secara drastis dan angka kesembuhan juga tidak bisa ditingkatkan secara signifikan.
"Karena apabila kurva Covid ini tidak bisa kita tekan dengan cepat, maka situasi ketidakpastiannya akan terus berlanjut," ujar dia.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu tidak menginginkan masyarakat diliputi rasa tidak aman, akibat tingkat kematian pasien Covid-19 dan kasus aktif baru terus bertambah. Sehingga perekonomian gak bangkit-bangkit dari situasi dan kondisi yang lemah.
"Ini yang betul-betul harus kita jaga, jangan sampai membuat masyarakat diliputi rasa tidak aman dan akan menyebabkan dunia usaha tidak mau bergerak, tidak bisa bergerak, mereka selalu menyampaikan wait and see," tuturnya.
Kondisi masyarakat yang dibawah bayang-bayang rasa tidak aman itu sangat mempengaruhi laju pertumbuhan ekonomi nasional. Namun Jokowi mengklaim ekonomi Indonesia mulai mengarah ke kondisi normal.
"Tetapi kita juga patut bersyukur bahwa beberapa indikator dalam beberapa hari kemarin, misalnya kerja purchasing manager index sudah kembali masuk ke angka 50-an. Ini sudah berarti pada posisi normal," klaimnya.
Tak hanya itu kata Jokowi, penerimaan pajak juga sudah meningkat angkanya, meski belum berada pada posisi normal. Konsumsi rumah tangga domestik juga naik.
Baca Juga: Jokowi Ingatkan Punya Waktu Sebulan Lagi Buat Selamat dari Ancaman Resesi
"Tapi saya kira dari angka-angka yang ada kita akan kita ingin agar sektor yield itu kembali naik, konsumsi rumah tangga, konsumsi domestik juga naik kemudian angka-angka di industri juga semakin baik dan kita lihat untuk ekspor juga tumbuh dengan baik. saya kira ini yang kita inginkan," tutur Jokowi.
Mantan eali Kota Solo ini juga meminta kepada para Gubernur untuk terus mengingatkan kembali protokol kesehatan yakni penggunaan masker, jaga jarak, cuci tangan dan menjauhi kerumunan. Sebab penerapan protokol kesehatan adalah kunci pengendalian kasus Covid-19 sebelum dilakukan vaksinasi secara masif.
"Tentu saja akan lebih baik lagi kalau pengawasan lapangan itu betul-betul dilakukan, pemberian sanksi kepada yang tidak patuh perlu dilakukan sehingga kedisiplinan nasional kita dalam mengikuti protokol kesehatan betul-betul di kerjakan oleh seluruh masyarakat," katanya.
Ia juga mengingatkan pemberian masker dan kampanye penggunaan masker di kampung-kampung dengan melibatkan PKK dan RT/RW.
"Saya kira Bapak Ibu sudah sangat paham mengenai ini," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Berapa Gaji Mitra BPS Sensus Ekonomi 2026? Ini Syarat dan Link Resmi Daftarnya
-
Harapan Ekonomi RI 6 Bulan Kedepan Suram
-
Syarat dan Cara Daftar Petugas Sensus Ekonomi 2026 BPS, Ini Jadwalnya
-
Rupiah Tak Berdaya: Terperosok ke Rp17.407 Saat Badai Ekonomi Menghantam Asia
-
Keponakan Prabowo Sebut Ekonomi Global Masuk Zona Bahaya
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
Terkini
-
Peluncuran Panduan Antikorupsi, Wamendagri Wiyagus: Momentum Perkuat Reformasi Hukum dan Birokrasi
-
Potong Ucapan Nadiem dalam Sidang, Jaksa: Jangan Mudah Bawa Nama Presiden
-
DPR Minta Pemerintah Tak Tunggu Lonjakan Kasus Hantavirus Baru Bertindak
-
Bongkar Love Scamming di Rutan Kotabumi Lampung, Menteri Agus: Kalau Pegawai Terlibat, Proses!
-
Thaksin Shinawatra Hirup Udara Bebas, Politik Thailand Kembali Memanas
-
Hadiri Sidang Nadiem Makarim, Rocky Gerung: Jaksa Pintar, Tapi Kelelahan
-
Wamensos Dorong Bandar Lampung Bentuk Kampung Siaga Bencana dan Perkuat DTSEN
-
Donald Trump: Saya Tidak Suka Surat dari Iran!
-
Purnawirawan Jenderal Semprot Dandim Ternate: Pembubaran Nobar 'Pesta Babi' Langgar Konstitusi!
-
Iran Bersumpah Tidak Akan Tunduk pada Tekanan Amerika Serikat, Harga Minyak Makin Runyam