Dari keluarga berkecukupan
Saat ditanya, bagaimana kira-kira pendapat bibinya terhadap sekian banyak perhiasan mahal yang ada di tokonya itu?
Gumbar dengan sederhana menjawab "perhiasan ini tidak akan berarti apa-apa baginya. Dia dibesarkan di keluarga berkecukupan.
Ayahnya, Nikola, adalah seorang pedagang, berjualan tembakau, obat-obatan dan emas, dari Macedonia hingga Rumania. Dia memiliki segalanya dan kehidupan yang nyaman," kata Gumbar.
"Tapi dia menganggap semua ini tidak penting. Baginya, yang paling penting adalah iman kepada Tuhan, serta kasih dan pertolongan bagi mereka yang membutuhkan: orang sakit dan orang miskin."
Bibi Gumbar yang terkenal di seluruh dunia ini dibesarkan di keluarga Katolik dan meninggalkan Skopje untuk pergi ke Dublin, Irlandia, saat berusia 18 tahun. Dari sana, dia pergi ke Kalkuta, India, dan bergabung dengan Ordo Loreto sebagai seorang biarawati dengan nama Teresa.
Guna membantu orang-orang miskin dan orang sakit, tahun 1950 Bunda Teresa mendirikan Ordo "Misionaris Cinta Kasih" yang saat ini menjalankan misinya di lebih dari 100 negara di seluruh dunia.
Tahun 1979 Bunda Teresa dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian. Ada sebuah perdebatan antara para penduduk setempat yang mempertanyakan apakah dia orang Macedonia atau Albania.
Namun perdebatan ini selalu diakhiri dengan mengingat kata-katanya yang terkenal: "Saya manusia dan saya hanya milik Tuhan."
Baca Juga: Paus Fransiskus Sahkan Aturan Baru Antikorupsi di Vatikan
Warisan kemanusiaan Bunda Teresa
Bunda Teresa meninggal di Kalkuta, India, pada 5 September 1997 di usia 87 tahun dan dimakamkan dengan salah satu dari dua buah salib milik keluarganya.
Salib lainnya disimpan oleh Gumbar, yang mengaku sebagai satu-satunya ahli waris sah Bunda Teresa berdasarkan dokumen yang dimilikinya.
Namun Gumbar menganggap masalah ahli waris ini tidak begitu penting.
Menurutnya, "yang paling penting adalah warisannya kepada dunia dan pesannya bahwa dunia tidak cuma lapar akan roti, tetapi bahkan lebih lapar cinta."
Pada tahun 2003, Paus Yohanes Paulus II membeatifikasi Bunda Teresa sebagai "Beata Teresa dari Kalkuta," setelah mukjizat pertamanya dikonfirmasi.
Berita Terkait
-
Rupiah Makin Anjlok Parah saat Mata Uang Asia Lain Menguat, Kenapa?
-
Keponakan Prabowo Sebut Ekonomi Global Masuk Zona Bahaya
-
Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan
-
3 Pilihan Maskara Viva Cosmetics Mulai Rp43 Ribu, Bikin Bulu Mata Lentik dan Tahan Lama
-
Rupiah Tembus Rp17.437, Bank Indonesia : Semua Mata Uang Negara Berkembang Melemah
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Tembus Top 6 Dunia, Startup Binaan Pertamina Bawa Nama Indonesia di Ajang Inovasi Sosial Global
-
Kejagung Pamerkan Tumpukan Uang Rp10,2 Triliun Setinggi 2 Meter Hasil Denda Kehutanan
-
Blok M Disorot! Polisi Dalami Jaringan Prostitusi Anak yang Diduga Libatkan Warga Negara Jepang
-
Tidak Ada Pertimbangan, Spontan Saja: Pengakuan Anggota BAIS TNI soal Penyiraman Andrie Yunus
-
Imbas Konflik Timur Tengah, Calbee Ganti Kemasan Camilan Jadi Hitam Putih
-
Ada WNI! 28 Kru Kapal Pesiar Tersangka Jaringan Kejahatan Seksual Anak Ditangkap, Disney Terlibat
-
Penggeledahan Kasus Bea Cukai Berlanjut, KPK Amankan Kontainer Berisi Sparepart Kendaraan
-
Dari Berau hingga Mahakam Ulu, Desa-Desa Ini Jadi Bukti Model Pembangunan Hijau Berkelanjutan
-
Ambisi B50 Dinilai Berisiko bagi Ekonomi, Pangan, dan Lingkungan: Adakah Alternatifnya?
-
Nadiem Makarim Ungkap Perasaan Haru Jadi Tahanan Rumah: Bayi Saya Nangis