Suara.com - Anggota Komisi VIII DPR, Marwan Dasopang, mengusulkan kepada Presiden Joko Widodo, agar Menteri Sosial (Mensos), Juliari P. Batubara diberikan penghargaan. Usulan ini dikemukakannya melalui video yang diunggahnya di media sosial.
Marwan menilai, Juliari mampu menghindarkan Indonesia dari chaos (kerusuhan). Ia berani terus maju mengemban tugas negara, mengatasi dampak sosial dari pandemi Covid-19, yang mana para pengamat menyatakan, pandemi bisa mengarah ke chaos .
“Dari chaos sosial, bisa merembet ke masalah keamanan dan ke politik. Ternyata ramalan itu tidak terbukti. Maka tugas berat yang dibebankan kepada Pak Juliari, dan tim ini sudah menjawab bahwa pengamat tidak terbukti dan chaos sudah selesai (tidak terjadi),” kata wakil rakyat dari Sumatera Barat ini.
Ketika chaos tidak terbukti, ia menganggap, urusan kekhawatiran chaos sosial itu sudah terlewat.
“Sekarang sudah masuk ke perbaikan ekonomi, tapi urusan sosial sudah selesai. Karena itu, saya setuju dengan Pak Bukhori (anggota Komisi VII Fraksi PKS), bahwa sebetulnya pak presiden juga layak memberikan penghargaan kepada Pak Juliari,” katanya.
Marwan tidak memungkiri, di lapangan masih ditemukan satu dua kasus masyarakat merasa pelayanan kurang cepat, bantuan kurang tepat.
“Itu biasa di lapangan, karena itu, rencana kerja dan anggaran tahun 2021 sudah dijawab Pak Juliari. Termasuk rumitnya penyaluran bansos itu karena datanya kurang tepat, sudah dijawab di sini ada anggaran Rp 1 triliun,” katanya.
Pernyataan Marwan disampaikan dalam rapat kerja (raker) Mensos dan jajaran dengan Komisi VIII, Jakarta, Kamis (3/9/2020). Komisi VIII mengapresiasi kinerja Kemensos, termasuk tingginya realisasi di tengah meningkatnya anggaran.
Mereka juga mengapresiasi capaian Kemensos, yang dibuktikan dengan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Baca Juga: Dengan Protokol Kesehatan, Kemensos Gelar Upacara HUT Kemerdekaan RI ke-75
Dalam Raker tersebut, Komisi VIII DPR menyetujui usulan anggaran Kemensos untuk TA 2021 sebesar Rp 92,817 triliun. Anggaran ini naik Rp 30,793 triliun, atau naik 49,65 persen, dari pagu indikatif TA 2020 sebesar Rp 62,024 trilliun.
Mensos mengapresiasi dukungan dari Komisi VIII. Ia menyatakan, ada tiga pertimbangan yang mendorong penyusunan TA 2021. Pertama, kejadian dan tren bencana yang cenderung meningkat, sehingga perlu dibarengi dengan upaya penguatan kesiap-siagaan.
“Kemudian juga pada tahun 2021, merupakan tahun pemulihan ekonomi, sehingga perlu upaya pemberdayaan sosial dan padat karya. Terakhir, ada kebutuhan meneruskan target pembangunan yang tertunda tahun 2020, akibat refocussing anggaran penanganan Covid-19,” katanya.
Berita Terkait
-
DPR Apresiasi Kerja Keras BNPB Sadarkan Warga soal Covid-19
-
Komisi VIII: Vaksin Covid-19 Temuan Anak Bangsa Harus Diperhatikan
-
Ada Tenaga Ahli Positif Corona, Anggota dan Staf Komisi VIII DPR Diswab
-
Pesta Gay di Apartemen, Komisi VIII DPR Minta Aparat Bertindak Proporsional
-
Soal Bansos, Mensos Ingatkan Jajarannya harus Perhatikan Kualitas Beras
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Polandia Pecahkan Rekor Suhu Tertinggi 40,5C, Gelombang Panas Eropa Bergerak ke Timur
-
Italia Siaga Gelombang Panas Ekstrem, Suhu Tembus 40 C Korban Jiwa Berjatuhan
-
Gempa Susulan 4,8 M Guncang Venezuela, Korban Tewas Tembus 1400 Jiwa
-
Pakar Manajemen Publik: Ambisi Politik Keluarga Jokowi Berisiko Rusak Kepercayaan Demokrasi
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Dibatalkan Sepihak oleh Kampus UI, Forum Konferensi Republik Terpaksa Pindah ke Kafe
-
Tim Jibom Polda Papua Musnahkan 2 Granat Nanas Peninggalan Perang Dunia II
-
81 Tahun Menanti, Warga Sipiongot Beri Tradisi Ini ke Bobby Nasution Usai Jalan Tembus Dibangun
-
DJKI Cermati 124 Situs Hasil Laporan Motion Picture Association
-
Open House Sekolah Rakyat Palembang: Gus Ipul Minta Penjangkauan Siswa Dilakukan Secara Jujur