Suara.com - Rencana program penceramah atau dai bersertifikat yang akan diselenggarakan Kementerian Agama mendapat reaksi keras dari Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia Anwar Abbas dan Wakil Sekretaris Jenderal MUI Tengku Zulkarnain.
Anwar Abbas sampai menyatakan sikap akan mengundurkan diri dari jabatannya jika MUI ikut terlibat dalam program tersebut. Dia menilai sikap dan perspektif Menteri Agama Fachrul Razi tentang radikalisme ujung-ujungnya selalu mendiskreditkan umat Islam dan para penceramah.
Sikap Anwar Abbas yang akan tanpa kompromi mundur dari jabatannya jika MUI mendukung program tersebut justru didukung penuh oleh pengamat politik Denny Siregar.
"Mundur aja sekarang, pak... Gak penting juga anda disana. Bahkan MUI-nya pun gak penting juga. Sungguh," kata Denny Siregar melalui akun Twitter @Dennysiregar7.
Sebaliknya, Denny Siregar mendukung penuh program Kementerian Agama menyelenggarakan program penceramah bersertifikat. Dia menyarankan kementerian tidak perlu menganggap penting reaksi sejumlah kalangan di internal MUI.
Tengku Zulkarnain juga memprotes rencana program tersebut. Dia dan Anwar Abbas menegaskan menolaknya. Pertama, karena Kementerian Agama dinilai tidak punya hak atas penyelenggaraan program tersebut. Kedua, hal itu justru dinilai akan membuat seluruh dai yang jumlahnya puluh juta orang (di seluruh Indonesia) tidak bisa dakwah karena disweeping dimana-mana.
Lantas, Tengku menyindir kualitas pejabat Kementerian Agama.
"Saya khawatir kalau di-test baca al Qur'an justru ada banyak pejabat Kemenag RI yang tidak lulus bacaan surat Al Fatihahnya.... Kualitasnya di bawah standar sahnya sholat..." kata Tengku melalui akun Twitter @ustadtengkuzul.
"Bagaimana kalau @Kemenag_RI mulai mensertifikasi orang-orang di MUI ? Layak gak mereka ada di situ? Jangan pemain organ tunggal tiba-tiba ngurusin agama. Paling di-test baca al Fatihah juga, gagap. Ya kan @ustadtengkuzul??" Denny Siregar membalas sindiran Tengku kepada pejabat Kementerian Agama.
Baca Juga: Tengku: Sampaikanlah dari Nabi Kalau Sudah Bersertifikat, Bisa Murtad Deh
Sekarang ini, Kementerian Agama sedang mempersiapkan penyelenggaraan program penceramah bersertifikat.
"Bukan sertifikasi penceramah, tetapi penceramah bersertifikat. Jadi tidak berkonsekuensi apapun," kata Direktur Jenderal Bimas Islam Kamaruddin Amin dalam Rapat Evaluasi Nasional Direktorat Penerangan Agama Islam di Jakarta sebagaimana dirilis situs Kementerian Agama yang dikutip Suara.com.
Program ini didesain melibatkan banyak pihak, antara lain: Lembaga Ketahanan Nasional, Badan Pembina Ideologi Pancasila, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Majelis Ulama Indonesia. Program ini sifatnya sukarela atau tidak ada paksaan dalam proses pemberian sertifikat uji kompetensi penceramah itu.
"Ini sifatnya voluntary, sukarela... Tidak kemudian diartikan yang tidak mengikuti sertifikasi ini tidak boleh ceramah," kata Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Saadi dalam laporan Antara beberapa pekan yang lalu.
Dai bersertifikat merupakan upaya untuk meningkatkan kompetensi penceramah. Dai melalui program ini diharapkan supaya benar-benar memiliki pengetahuan keagamaan yang memadai dan memiliki komitmen kebangsaan yang kuat. "Dua hal ini yang sesungguhnya menjadi tujuan dari program dai bersertifikat," kata Zainut.
Dalam situs Kementerian Agama, Kamaruddin menjelaskan program penceramah bersertifikat merupakan arahan Wakil Presiden Maruf Amin, yang juga ketua umum MUI. Tahun ini, target peserta program ini adalah 8.200 penceramah, terdiri 8.000 penceramah di 34 provinsi dan 200 penceramah di pusat.
Tag
Berita Terkait
-
Tegukan Maut di Balik 'Klaim' Kebugaran: Mengapa Minum Oli Adalah Bunuh Diri Medis?
-
Kabar Baik dari Iran, Kapal Tanker Indonesia Dapat Kemudahan Lewati Selat Hormuz
-
Soal Perbedaan 1 Syawal 1447 H, MUI Sebut Penetapan Idulfitri Adalah Kewenangan Pemerintah
-
Waketum MUI Cholil Nafis Imbau Umat Islam Hormati Nyepi, Takbir Tak Pakai Pengeras Berlebihan
-
Jelang Sidang Isbat: MUI Ingatkan Potensi Lebaran Berbeda, Umat Diminta Tak Saling Menyalahkan
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Survei Cyrus Network: 70 Persen Masyarakat Puas Kinerja Menteri Kabinet Merah Putih
-
Survei Cyrus: 65,4 Persen Publik Dukung MBG
-
Lolos dari Bandara Soetta, Sabu 4,8 Kg Kiriman dari Iran Disergap di Pamulang!
-
Mendagri Tito Bahas Persiapan Program Perumahan di Wilayah Perbatasan
-
Bisa Jadi Pintu Masuk HIV: 19 dari 20 Remaja Jakarta Terinfeksi Penyakit Menular Seksual
-
Begal Petugas Damkar Ditangkap di Hotel Pluit, Polisi: Masih Ada 4 Pelaku yang Buron!
-
Makar atau Kebebasan Berekspresi? Membedah Kontroversi Pernyataan Saiful Mujani
-
Perintah Tegas Pramono ke Pasukan Kuning: Jangan Tunggu Viral, Jalan Rusak Harus Cepat Ditangani!
-
Dipolisikan Faizal Assegaf ke Polda Metro, Jubir KPK Santai: Itu Hak Konstitusi, Kami Hormati
-
Analis Selamat Ginting: Gibran Mulai Manuver Lawan Prabowo Demi Pilpres 2029