- Gedung MUI 40 lantai akan dibangun di lahan bekas Kedubes Inggris, Bundaran HI.
- Proyek saat ini masuk tahap desain dan rincian anggarannya masih dalam pembahasan.
- Gedung ini akan menjadi pusat integrasi berbagai lembaga keumatan seperti Baznas dan BPKH.
Suara.com - Rencana pembangunan gedung representatif bagi Majelis Ulama Indonesia atau MUI dan berbagai lembaga keumatan di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) dipastikan akan dimulai dari nol.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, mengonfirmasi bahwa lokasi pembangunan gedung setinggi 40 lantai tersebut adalah lahan bekas Kedutaan Besar Inggris.
"Tanahnya di situ (bekas Kedubes Inggris). Iya," ujar Prasetyo di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (10/2/2026).
Meski lahan sudah tersedia, Prasetyo menegaskan bahwa rincian anggaran pembangunan belum ditetapkan karena proyek tersebut masih dalam tahap perancangan.
"Angkanya belum ada, saat ini masih dalam proses desain," tambahnya.
Mengenai mekanisme pendanaan, pemerintah membuka kemungkinan penyaluran anggaran melalui Kementerian Agama maupun pos anggaran lainnya.
Komitmen Prabowo bagi Umat
Ketua MUI Bidang Penanggulangan Bencana, Nusron Wahid, mengungkapkan bahwa gedung yang terletak di sisi Jalan Thamrin—bersebelahan dengan Hotel Grand Hyatt—tersebut akan difungsikan sebagai kantor bersama lintas institusi keumatan. Langkah Presiden Prabowo ini dinilai sebagai bentuk komitmen negara dalam memperkuat kelembagaan umat Islam di jantung ibu kota.
"Gedung tersebut akan menampung MUI, Baznas, Badan Wakaf Indonesia (BWI), BPKH, Dewan Masjid Indonesia, serta berbagai organisasi Islam lainnya," ujar Nusron usai acara Pengukuhan Pengurus MUI di Masjid Istiqlal, Sabtu (7/2/2026).
Baca Juga: Pakai APBN! Danantara Masih Negosiasi Utang Kereta Cepat Whoosh
Pemusatan kantor dalam satu gedung setinggi 40 lantai ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi koordinasi serta mengurangi beban operasional (overhead) yang selama ini ditanggung masing-masing lembaga secara mandiri.
"Harapannya, lembaga-lembaga ini bisa lebih fokus pada pemberdayaan umat," lanjut Nusron.
Sebelumnya, Prabowo Subianto mengumumkan penyediaan lahan seluas sekitar 4.000 meter persegi di lokasi strategis tersebut. Ia menegaskan pentingnya lembaga keumatan memiliki kantor yang representatif agar pengelolaan potensi umat Islam di Indonesia dapat dilakukan secara lebih terintegrasi dan berdampak luas.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
-
Kompak Turun: Ini Harga BBM di Pertamina hingga Shell
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
Terkini
-
Keluarga Keisya Levronka Gugat Untar Rp1 M, Soroti Tak Ada Ambulans usai Lexi Jatuh dari Lantai 6
-
Komdigi dan Universitas Brawijaya Bangun Sistem AI Pendukung Sekolah Rakyat
-
Geger Kelompok Society of Saint Pius X Angkat 4 Uskup Tanpa Persetujuan Paus Leo, Siapa Mereka?
-
Prabowo Puji Peran Polri Dukung Ketahanan Pangan dan Program MBG
-
Usulan Pilkada Lewat DPRD Kandas? Golkar Respons Putusan MK
-
Pesawat Tabrak Menara di Beijing, Pemerintah China Sibuk Sensor Peristiwa Itu
-
Gerindra Santai Hadapi Safari Politik Jokowi, Pilih Fokus Kawal Program Prabowo
-
Momen Keajaiban Bayi 3 Tahun Selamat Usai 6 Hari Tertimbun Puing Gempa Bumi Venezuela
-
Momen Saling Hormat Prabowo-Jokowi Jadi Sorotan, Gerindra Beri Penjelasan Ini!
-
KPK Gagal Periksa Bos Maktour, Fuad Hasan Masyhur Pilih ke Luar Negeri Saat Kasus Haji Diusut