Suara.com - Politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean menyentil Mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo yang mengaku makar dan membandingkannya dengan hafidz Al quran yang mendapat tudingan berpotensi menyebar radikalisme.
Ferdinand meminta agar Gatot membedakan hafidz atau penghafal Alquran yang dimaksud oleh Menteri Agama Fachrul Razi yang disebut bisa membawa radikalisme.
"Pak Gatot, kita tentu harus bisa membedakan mana Hafidz yang membawa, menyebar kebaikan dan cinta sesama, serta mana Hafidz yang dimaksud oleh Menag. Anggota ISIS, Alqaeda banyak yang Hafidz katanya, apakah mereka harus dibela juga? Ayolah Pak, kita bijak dan objektif," tulis Ferdinand, Selasa (8/9/2020).
Ferdinand menganggap seruan Gatot yang menantang untuk ditangkap karena mengaku makar adalah bentuk sandiwara politik untuk mengumpulkan pendukung.
"Sebetulnya bukan sombong, analisa saya melihat bahwa beliau sedang bermain drama politik dari panggung ke panggung untuk menaikkan derajat politiknya dan mengumpulkan pendukung. Tidak mudah karen dia bersaing dengan Anies yang dipanggungi oleh 212. Sebentar lagi juga perang ini kelompok," komentar Ferdinand.
Sebelumnya, Gatot Nurmantyo berang dengan ucapan Menteri Agama Fachrul Razi dalam diskusi 'Strategi Menangkal Radikalisme pada Aparatur Sipil Negara' menuai kontroversi.
"Kalau saya lihat polanya, cara masuk mereka (radikalisme) gampang. Pertama dikirimkan seorang anak yang good looking, penguasaan bahasa Arabnya bagus, hafiz, mereka mulai masuk, ikut menjadi imam, lama-lama orang di sekitar situ menjadi simpati dan diangkat jadi pengurus masjid," kata Fachrul dalam diskusi tersebut.
Pernyataan Menag tersebut membuat Gatot Nurmantyo berseru agar pemerintah lebih baik menangkapnya dahulu sebelum menangkap para hafidz.
"Jadi kalau pemerintah akan menangkap hafiz, tangkap dulu saya. Saya lah yang makar kalau itu memang makar," tantang Gatot Nurmantyo dalam sebuah video.
Baca Juga: Felix Siauw: Seolah Tanpa Radikalisme Indonesia Bisa Maju
Dalam cuplikan video yang dibagikan oleh akun Twitter @demoCRAZY_id pada Senin (7/9/2020), tampak Gatot Nurmantyo yang angkat suara terkait kabar tidak sedap tentang Hafiz Al Quran.
Gatot Nurmantyo juga menceritakan bagaimana kedekatannya dengan para hafiz Alquran yang kini tengah santer diberitakan.
"Mengapa saya demikian? Sudah sangat keterlaluan. Saya ingatkan, pada saat jam 17, tanggal 17 Agustus 2017, Saya sebagai panglima TNI di Markas Besar TNI Cilangkap mengadakan murojaah oleh 1.000 hafiz Quran dengan tema bersyukur dan memohon perlindungan Allah SWT untuk bangsa ini," ujar Gatot Nurmantyo, dikutip Suara.com dari video unggahan akun Twitter @demoCRAZY_id.
Lebih lanjut lagi, ia menuturkan bahwa kegiatan tersebut membuatnya dijadikan sebagai pembina murojaah.
"Dan akhirnya saya jadi pembina murojaah hafiz Quran," sambung Gatot Nurmantyo.
Salah satu deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) itu tidak bisa membayangkan akan jadi seperti apa kitab suci apabila tidak ada hafiz Quran.
Tag
Berita Terkait
-
Profil Fachrul Razi, Menteri Agama
-
Felix Siauw: Seolah Tanpa Radikalisme Indonesia Bisa Maju
-
Ustaz Felix Siauw: Curigain Good Looking yang Suka ke Masjid Itu Jahat Pak
-
Pesan Ferdinand PD Buat Pemuja Wanita: Boleh Mengagumi, Jangan Mengumbar
-
MUI Kecam Menag soal Pernyataan Radikalisme Lewat Anak Good Looking
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- 5 HP Infinix Kamera Bagus dan RAM Besar, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Samsung Kamera Bagus dan RAM Besar, Pas buat Multitasking
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Dirjen Imigrasi Copot Pejabat Terkait Pungli Batam, Buka Peluang Proses Pidana
-
Formappi Soal Permintaan RDPU Kasus Korupsi Minyak Mentah: Komisi III Bukan Tempat Uji Hukum!
-
Cak Imin Dorong Koperasi Merah Putih Siap Bersaing di Tengah Kebuntuan Global
-
Survei Poltracking: Kepercayaan Publik pada Prabowo-Gibran Tembus 75,1 Persen
-
Golkar Bukan Milik Satu Keluarga! Bahlil Ingatkan Kader Tak Saling Singkirkan karena Beda Pilihan
-
MKD DPR Panggil Aboe Bakar Besok Soal Isu Ulama Madura di Pusaran Narkoba
-
Kemhan Luruskan Kabar 'Akses Udara Tanpa Izin' Militer AS: Itu Masih Pembahasan, Jangan Terprovokasi
-
Mendagri Tegaskan Dana Otsus dan Dana Keistimewaan Harus Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat
-
Mendagri Pastikan Pengawasan Diperketat, Pemanfaatan Dana Otsus Lebih Optimal
-
Diplomasi 'Sahabat' di Kremlin: Putin Puji Prabowo, Indonesia Tancap Gas Perkuat Ekonomi dan Energi