- MKD DPR RI memastikan akan memproses dan memverifikasi laporan masyarakat terkait dugaan ijazah palsu Hakim MK Arsul Sani
- Laporan tidak hanya menargetkan Arsul Sani, tetapi juga Pimpinan Komisi III DPR periode 2019-2024 yang dianggap lalai dalam proses fit and proper test
- Pelapor menyertakan bukti berupa pemberitaan media Polandia yang menyebut kampus Arsul Sani tengah diselidiki oleh otoritas antikorupsi setempat
Suara.com - Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI disebut akan turun tangan mendalami laporan dugaan penggunaan ijazah palsu oleh Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Arsul Sani.
Kasus ini tidak hanya menyeret nama Arsul, tetapi juga membidik Pimpinan Komisi III DPR periode 2019-2024 yang dinilai lalai saat meloloskan Arsul melalui uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test).
Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, mengonfirmasi bahwa MKD akan memproses laporan yang masuk dari Aliansi Masyarakat Pemantau Konstitusi (AMPK).
Ia menegaskan bahwa setiap laporan yang masuk akan diverifikasi secara mendalam sesuai prosedur yang berlaku.
"Ya nanti kan akan dilihat di MKD ya. Akan diperdalam di MKD seperti apa laporannya. Kemudian pasti diverifikasi oleh MKD," ujar Cucun di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (17/11/2025).
Meskipun sebagai Pimpinan DPR belum menerima detail laporan dari MKD, Cucun menjamin institusinya akan menangani masalah ini dengan serius. Menurutnya, verifikasi oleh MKD menjadi langkah krusial untuk menentukan tindak lanjut berikutnya.
"Kita akan dalami. Kita akan lihat seperti apa laporannya," tegasnya.
"Kalau misalkan terus, ya perlu juga MKD memverifikasi laporan tersebut ya. memverifikasi, apakah nanti tindak lanjut daripada MKD, ya kita akan bicarakan nanti dengan pimpinan MKD," sambungnya.
Laporan ini bermula dari aduan AMPK pada hari yang sama. Mereka mendatangi MKD untuk melaporkan dugaan penggunaan ijazah palsu (S3) oleh Arsul Sani dan meminta pertanggungjawaban dari Komisi III DPR yang menyelenggarakan proses seleksi.
Baca Juga: Dituduh Punya Ijazah Doktor Palsu, Arsul Sani Tak akan Lapor Balik: Kalau MK kan Nggak Bisa
"Hari ini mau mengadukan ya, membuat laporan yang bertujuan ke MKD terkait dengan dugaan salah satu hakim MK yang menggunakan ijazah palsu, berinisial AS," ungkap Koordinator AMPK, Betran Sulani.
"Jadi, kami berharap bahwa melalui MKD DPR RI bisa menindaklanjuti dan juga bisa melaksanakan tugasnya untuk, apakah ada dugaan-dugaan atau indikasi-indikasi melanggar kode etik dan lain-lain," sambungnya.
AMPK turut membawa sejumlah bukti, termasuk pemberitaan dari media Polandia yang menyebut kampus tempat Arsul Sani meraih gelar doktor sedang diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi Polandia.
"Nah, jadi kami mendapatkan informasi, ya. Kami mendapatkan informasi dari beberapa media, bahkan media salah satu di Polandia," beber Betran.
"Jadi dari pihak Komisi Pemberantasan Korupsi Polandia sedang memeriksa salah satu kampus yang itu merupakan asal kampus dari saudara yang sedang kita duga menggunakan ijazah palsu, terkait dengan S3-nya," ujarnya.
Anggota AMPK, Muhammad Rijal, menambahkan bahwa fokus aduan mereka adalah dugaan kelalaian Komisi III DPR periode 2019-2024 dalam memverifikasi latar belakang Arsul Sani selama proses uji kelayakan.
Menanggapi tudingan tersebut, Arsul Sani telah memberikan klarifikasi dan menunjukkan ijazah asli, transkrip nilai, serta foto-foto wisudanya di Warsawa yang turut dihadiri oleh Duta Besar Indonesia untuk Polandia saat itu.
Berita Terkait
-
Dituduh Punya Ijazah Doktor Palsu, Arsul Sani Tak akan Lapor Balik: Kalau MK kan Nggak Bisa
-
Kasus Tudingan Ijazah Palsu Arsul Sani Masuk Babak Baru, Kini Ada Aduan Masuk ke MKD DPR RI
-
'Nanti Diedit-edit!' Arsul Sani Pamer Ijazah S3 Asli, Tapi Takut Difoto Wartawan
-
Dituduh Pakai Ijazah Palsu, Hakim MK Arsul Sani Buka Suara: Nanti Diedit-edit, Saya Pusing
-
Dituduh Palsu, Hakim MK Arsul Sani Pamerkan Ijazah Berikut Transkrip Nilainya: Ini yang Asli!
Terpopuler
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
- 5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Gara-gara Berkas Tak Lengkap! Kasus Heli Anggota DKPP Tio Aliansyah Resmi Dinyatakan Gugur
-
Penuhi Titah Prabowo, Pramono Siapkan Lahan 8 Hektare Bangun Sekolah Rakyat Permanen di Jakarta
-
Fakta-fakta Kebakaran TPA Jatiwaringin, Ratusan Orang Mengungsi
-
Korban Ketiga Operasi Narkoba Katingan: Aiptu Sumaryanto Ditemukan Meninggal
-
Pelayat Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Ingin Donald Trump Meninggal Dunia
-
Ada Tamu Negara! Simak Rute Penutupan Jalan di Jakarta Selama Kunjungan PM Singapura
-
Khofifah Lepas 4.015 Pelari MANTRA116 2026, Perkuat Posisi Jatim sebagai Destinasi Sport Tourism
-
Jurus Baru Roy Suryo: Ajukan Praperadilan Jilid 2 Demi Runtuhkan Dasar Tersangka UU ITE
-
Rugikan Nasabah Rp90 M, Kasus Akses Ilegal Mirae Asset Naik Penyidikan!
-
Melejit 300 Persen! Penumpang Stasiun JIS Membeludak di Akhir Pekan, Tiket Rp1 Jadi Magnet