Suara.com - Pemimpin demonstrasi Belarusia, Maria Kolesnikova menghilang setelah dibawa pergi orang-orang bertopeng di Minsk, Senin (7/9/2020). Dua rekannya juga dilaporkan menghilang dalam kejadian tersebut.
Menyadur People Voice, Selasa (8/9/2020), dia diculik segerombolan orang tak dikenal yang membawanya pergi menggunakan mobl jenis van.
Kolesnikova merupakan anggota dewan koordinasi kelompok oposisi yang mengkritisi pemerintahan Presiden Alexander Lukashenko.
Dia adalah wanita terakhir dari tiga politisi perempuan yang tersisa yang bergabung dalam aksi demonstrasi sebelum pemilihan presiden (Pilpres) 9 Agustus lalu.
Penculikan perempuan yang berperan penting dalam menggalang aksi protes selama berminggu-minggu untuk menuntut Lukashenko yang dinilai curang dalam pilpres, diduga didalangi pemerintah.
Pihak berwenang Belarusia dianggap telah meningkatkan upaya untuk menghentikan aksi protes dan menghalangi kerja dewan oposisi, yang mereka tuduh ingin menggulingkan sang Presiden.
Pada Minggu, satau satu hari sebelum penculikan Kolesnikova, puluhan ribu orang berdemonstrasi di seluruh negeri menuntut Lukashenko mundur. Pasukan keamanan menahan 633 pengunjuk rasa, kata pihak berwenang Belarusia.
Saat dimintai keterangan, pihak polisi di Minsk sebagaimana dikutip kantor berita Interfax Rusia, mengatakan bahwa mereka tidak menahan Kolesnikova.
Seorang saksi, Anastasia, dikutip oleh Tut.By, mengatakan dia telah melihat Kolesnikova didorong ke dalam van berwarna gelap oleh pria bertopeng dengan pakaian biasa di pusat Minsk.
Baca Juga: Ribuan Orang Berdemo Sebut Pandemi Covid-19 Hoax
Dia mengatakan ponsel Kolesnikova telah jatuh ke tanah selama pergumulan dan salah satu pria bertopeng yang menahannya telah mengambilnya sebelum van melaju.
Dewan oposisi mengatakan dua aktivis lainnya, Anton Rodnenkov dan Ivan Kravtsov, menghilang segera setelah itu dan mengatakan pihak berwenang tampaknya secara sistematis menargetkan anggotanya.
"Jelas bahwa metode ini ilegal dan tidak dapat mengarah ke hal lain selain dari eskalasi situasi di negara itu, memperdalam krisis dan memicu protes," katanya dalam sebuah pernyataan.
"Kami melihat bahwa pihak berwenang secara terbuka mulai menggunakan taktik teror dalam beberapa hari terakhir," tambahnya, menyebut tindakan tersebut sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan.
Menteri luar negeri Lithuania Linas Linkevicius menyamakan apa yang terjadi pada Kolesnikova seperti mengulang metode polisi rahasia Uni Soviet di era Stalin.
“Alih-alih berbicara dengan orang-orang Belarusia, para pemimpin yang keluar mencoba secara sinis (untuk) melenyapkan (mereka) satu per satu,” tulisnya di Twitter.
Tag
Berita Terkait
-
Warga Italia Demo Anti-Masker, Sebut Covid-19 Konspirasi Global
-
Demo Perubahan Iklim, Polisi Tangkap Aktivis Extinction Rebellion di London
-
Patut Ditiru! Influencer Thailand Justru Dukung Aksi Mahasiswa dan Rakyat
-
Hari ke-22, Ribuan Demonstran Kembali Turun ke Jalanan Belarusia
-
Aktivis Robek Al Quran, Demo Anti-Islam di Norwegia Berakhir Ricuh
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati
-
Peringati Usia ke-80, Persit Kartika Chandra Kirana Mantapkan Pengabdian Dalam Berkarya
-
Indonesia Darurat Kekerasan Anak? MPR Soroti Celah Sistem Perlindungan Anak
-
Polisi Bongkar Gudang Penadah HP Curian di Bekasi, 225 iPhone dan Android Disita
-
Yuk Liburan ke Surabaya! Jelajahi Panggung Budaya Terbesar Tahun Ini di Perayaan HJKS ke-733