Suara.com - Presiden AS, Donald Trump mendapat penolakan dari seorang wartawan ketika ia memintanya untuk membuka masker saat sesi wawancara di Gedung Putih.
Menyadur New York Post pada Selasa (08/09/2020), wartawan Reuters, Jeff Mason mengajukan pertanyaan namun Trump berkata ia tak mendengar dengan jelas.
Menurut Donald Trump, masker yang dipakai Mason meredam suaranya dan itu sangat mengganggu sesi tanya jawab. "Bisakah kamu melepasnya?"
Mason yang merupakan mantan presiden Asosiasi Koresponden Gedung Putih menjawab dengan sopan bahwa ia memilih meninggikan volume bicaranya.
"Saya akan bicara lebih keras," ujar sosok yang mewajibkan wartawan Gedung Putih untuk memakai masker selama pandemi virus corona ini.
"Nah, jika Anda tidak melepasnya, suara Anda sangat teredam. Jadi jika Anda mau melepasnya, itu akan jauh memudahkan," ujar Trump, bernegosiasi.
Mason bersikeras dan berkata ia cukup meningkatkan suaranya agar pertanyaannya terdengar jelas. "Saya hanya akan berbicara lebih keras. Apakah itu lebih baik?"
Donald Trump yang terlihat kesal berkata, "Lebih baik. Ya, itu lebih baik."
Dalam kesempatan yang sama, selain Mason ada wartawan lain yang juga mengajukan pertanyaan pada Trump namun mereka bersedia membuka maskernya, seperti wartawan The Guardian dan koresponden untuk One America News.
Baca Juga: Keponakan Osama bin Laden Dukung Donald Trump sebagai Presiden AS
"Anda terdengar sangat jelas, berbeda dengan orang lain," kata Trump kepada koresponden The Guardian.
Rupanya, Donald Trump juga pernah gagal membujuk Mason untuk melepas masker wajahnya selama konferensi pers di Rose Garden pada akhir bulan Mei.
"Bisakah kamu melepasnya? Karena saya tidak bisa mendengarmu," kata Trump kepada Mason. Seperti saat ini, Mason kala itu menawarkan untuk berbicara lebih keras.
Trump berkata, "Anda ingin benar secara politis" pada Mason yang dulu kerap dipuji oleh Trump.
Sebagian besar wartawan tidak memakai masker selama konferensi pers virus corona di Gedung Putih pada bulan Maret dan April. Begitu pula para pemimpin kesehatan seperti Drs. Anthony Fauci dan Deborah Birx.
Baru-baru ini, wartawan telah melakukan tindakan pencegahan kesehatan sebagai pembantu Gedung Putih ketika beberapa wartawan dinyatakan positif virus corona.
Wartawan yang melakukan konferensi pers dengan Presiden AS, Donald Trump umumnya tidak diuji Covid-19 kecuali mereka adalah bagian dari kumpulan pers harian kecil.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Terancam 5 Tahun Bui Tapi Tak Ditahan, Eggi Sudjana: Ada 'Tangan' Politik di Kasus Roy Suryo!
-
Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir
-
Tok! Bos BJU Divonis 8 Tahun Penjara di Kasus Korupsi LPEI
-
Saling Dorong di Depan DPR! Polisi Paksa Padamkan Simbol 'Kematian' Pemerintah Milik Mahasiswa
-
Karangan Bunga Hitam Putih KDM di HUT Jakarta Curi Perhatian, Ketua DPRD DKI: Unik
-
DPR Bukan Tukang 'Stempel' Pemerintah! Saan Mustopa Kalim Fungsi Kontrol Parlemen Tetap Tajam
-
Parkir Cawang Tak Dilarang Total, Sudinhub: Kami Tindak yang Bandel!
-
Bukan Merendahkan, Wamenaker Ungkap Alasan Batasi Aturan Outsourcing di 4 Jenis Pekerjaan
-
Sasar 5 Provinsi, Program Lanskap Berkelanjutan Targetkan Konservasi Jutaan Hektare Kawasan
-
Muktamar PBNU dan Gertakan Cak Imin: Siapa yang Dianggap 'Main-main'?