Suara.com - Pakar Tata Hukum Negara Refly Harun ikut mengomentari ucapan Ketua DPP PDIP Puan Maharani soal harapannya melihat Sumatera Barat menjadi Pancasilais. Menurutnya Indonesia bakal hancur kalau semua masyarakat memiliki pemikiran serupa.
"Waduh, kalau cara berpikir demikian, hancur kita. Kenapa? Masing-masing daerah itu punya karakteristik sendiri-sendiri di mana nilai-nilai Pancasila itu mungkin ada satu dua nilai yang lebih menonjol, kita harus bisa menerimanya sebagai sebuah kenyataan sosial budaya," kata Refly dalam sebuah diskusi virtual, Kamis (8/9/2020).
Refly menganggap setiap daerah itu memiliki ciri khas yang berbeda-beda di mana tidak semua nilai-nilai Pancasilanya tidak dapat menonjol bersamaan.
Ia mencontohkan dengan wilayah Sumatera Barat yang lebih menonjolkan nilai ketuhanan dalam Pancasila.
"Misalnya yang menonjol adalah nilai religius, nilai ketuhanan. Ya, karena falsafahnya Sumbar itu "Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah" ya kan," ujarnya.
Menurut Refly, Pancasila itu tidak bisa didiskusikan dari satu segi saja. Sebab, Pancasila sendiri lah yang mengajari bagaimana bangsa Indonesia bisa memahami perbedaan kehidupan sosial budaya di setiap daerah.
Selain itu, ia juga menganggap kalau tidak ada satu pun orang di tanah air yang Pancasilais. Karena kalaupun ada berarti orang tersebut sudah menjadi ahli surga.
Pernyataan Refly tersebut berlandaskan dari pemikiran bahwa seorang Pancasilais itu ialah orang yang betul-betul menjalankan perintah Tuhannya yakni hidup dengan rasa kemanusiaan, keadilan dan persatuan.
"Enggak ada di republik ini. Yang ada adalah kita berusaha menjadi Pancasila. Karena Pancasila adalah bintang pemandu, sesuatu yang idealistik dan kita arahnya kesana semua," katanya menambahkan.
Baca Juga: Kembalikan Rekomendasi karena Polemik Puan, Begini PDIP Menyikapinya
Sebelumnya, Puan mengumumkan rekomendasi partai untuk Pilgub Sumbar 2020 secara virtual dari Rumah Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, Teuku Umar, Jakarta Pusat, Rabu (2/9/2020).
PDIP juga resmi mengusung kader Partai Demokrat, Mulyadi sebagai calon Gubernur di Pilkada Sumatera Barat 2020.
Mulyadi akan berpasangan dengan Ali Mukhni, eks DPW PAN Sumatera Barat yang kini menjabat Bupati Padang Pariaman.
"Semoga Sumatera Barat bisa menjadi provinsi yang memang mendukung negara Pancasila, bismillahirrohmanirrohim. Merdeka," ucap Puan.
Akibat ucapannya itu, sejumlah pemuda yang mengaku tergabung dalam Persatuan Pemuda Mahasiswa Minang atau PPMM mendatangi Gedung Bareskrim Polri, Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (4/9/2020).
Mereka datang guna melaporkan Ketua Bidang Politik dan Keamanan DPP PDIP Puan Maharani atas pernyataannya yang dinilai menghina masyarakat Minang.
Dalam laporan yang hendak diajukan ke Bareskrim Polri, David selaku pihak pelapor mempersangkakan Puan dengan Pasal 310, 311, 27 ayat 3 Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan Pasal 14,15 KUHP Nomor 1 Tahun 1946.
Namun Bareskrim Polri menolak laporan tersebut dengan alasan tidak memenuhi unsur.
Berita Terkait
-
Refly Harun Curiga Presidential Threshold2019 di MK Pesanan Istana
-
Sebab Takluknya PDIP di Tanah Minang: Ideologi atau Luka Era Bung Karno?
-
Refly Harun Singgung Menag: Korupsi Lebih Berbahaya daripada Radikalisme
-
Puan Makin Didzalimi, Makin Mengangkatnya Jadi Calon Pemimpin Masa Depan
-
Kembalikan Rekomendasi karena Polemik Puan, Begini PDIP Menyikapinya
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Wamendagri Ribka Pastikan Pemerintah Turun Langsung Tindak Lanjuti Dugaan Keracunan Makanan Jayapura
-
Tabrakan Beruntun Elf Dihantam Truk 9 Ton, Evakuasi Sopir Terjepit Berlangsung Dramatis
-
Makin Panas! Satu Per Satu Pemain Timnas Vietnam Tantang Justin Hubner
-
The Boy Who Harnessed the Wind: Kisah Nyata Remaja yang Menyelamatkan Desa dengan Kincir Angin
-
Diduga Terima Amplop Berisi SGD 14 Ribu, Menhut Raja Juli Ternyata Tiga Kali Bertemu Bupati Kuansing
-
Lalat di Balik Pintu: Akhir Pilu Kakek J dalam Kesunyian Gang Mawar
-
Gempa M 5,2 di Laut Pangandaran Dipicu Sesar Aktif, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
-
Gugatan Banjir Sumatera terhadap Empat Presiden Ditolak, Demokrat Sebut Salah Alamat Pengadilan
-
4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
-
Maut di Jalur Punggung Naga: Perjuangan Dramatis Evakuasi Jenazah dari Tebing Gunung Piramid