Suara.com - Kasus dugaan penipuan bekerja di luar negeri yang dialami lima orang pemuda asal Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), tengah diselidiki jajaran Satreskrim Polresta Denpasar, Bali.
Para korban juga tampak didampingi pengacara dari Divisi Hukum dan Advokasi PENA NTT Bali.
Yang menarik, kasus penipuan tenaga kerja ini menyita perhatian pengacara senior asal Flores Timur (Flotim) yang tinggal di Jakarta, Petrus Bala Patyona.
Petrus bahkan sempat mendatangi Polresta Denpasar untuk memberikan dukungan kepada para korban, Senin (7/9/2020) malam. Para korban juga menceritakan seluruh kronologi yang terjadi hingga mereka merasa tertipu.
Dalam kasus ini, Petrus pun berharap agar penyidik tidak hanya memeriksa terlapor RSN tapi juga Bupati Flores Timur (Flotim). Pasalnya, selain terlapor RSN yang merekrut puluhan remaja ini dari Flores, Bupati Flotim juga harus diperiksa karena menandatangani dokumen kerja sama berupa MoU dengan para pihak lainnya.
"Turut membantu dalam hal ini adalah Bupati Flores Timur jadi harus segera diperiksa," ujar Petrus kepada awak media sebagamana dilansir Beritabali.com.
Petrus mengatakan, dalam perjanjian, Bupati Flotim yang menyiapkan tenaga kerja untuk dikirim. Tapi ternyata lembaga yang mengirim itu pun tidak memiliki hubungan kerja sama dengan pihak di negara di mana dikirim.
Dia menduga adanya permainan besar dalam kasus ini. Dia juga menduga pihak yang merekrut mengambil keuntungan besar per kepala remaja yang diduga menjadi korban.
"Terlepas apakah Bupati mendapat pembayaran atau honorarium, yang jelas kesalahan beliau adalah membuat surat perjanjian antara Pemda Flores Timur, LPK Darma, STIKOM Bali dan BRI," katanya.
Baca Juga: Tertipu Ratusan Juta Beli Emas di Medsos, Emak-emak di Riau Lapor Polisi
Petrus mengimbau agar pihak-pihak yang dilaporkan ini harus memberikan ganti rugi kepada para korban. Sebab, mereka diberangkatkan dari Flores, NTT ke Bali untuk tujuan magang ke luar negeri dan menyerahkan sejumlah uang kepada pihak perekrut.
"Nilainya capai puluhan juta rupiah," ungkap Petrus.
Ia pun beranggapan bahwa para korban sudah diberangkatkan ke luar negeri dengan gaji Rp 20 juta per bulan sebagaimana yang dijanjikan.
"Jadi kalau misalnya sudah 24 bulan di luar negeri bisa dihitung 24 bulan dikali Rp 20 juta. Sekitar Rp 400 juga perorang. Jadi kalau memang mau diselesaikan pembayaran gaji atau ganti rugi saja," ujarnya.
Sebelumnya, lima pemuda asal Flores dijanjikan akan diperkerjakan di luar negeri oleh pihak perekrut yakni terlapor RSN. Tapi setelah sampai ke Bali mereka belum juga diberangkatkan.
Bahkan sudah dua tahun lamanya, mereka hidup terlunta-lunta di Bali sehingga akhirnya melaporkan ke Polresta Denpasar.
Berita Terkait
-
Tertipu Ratusan Juta Beli Emas di Medsos, Emak-emak di Riau Lapor Polisi
-
Biar Enggak Jadi Korban Penipuan Olshop, Cek 5 Pertanda Ini Sebelum Belanja
-
Bareskrim Pamerkan Barbuk Rp 58,8 Miliar Kasus Penipuan Ventilator Covid-19
-
Miris, Manajer Kafetaria Ditipu Sugar Daddy Palsu saat Lockdown
-
Penampakan Uang Rp58,8 Miliar Hasil Penipuan Belanja Ventilator Covid-19
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
'Pesta Babi' Ungkap Realitas Kelam, Kader PDIP: Jika Film Itu Tidak Bagus, Sediakan Ruang Debat
-
Mengapa Aparat Takut dengan Film 'Pesta Babi? Dokumenter yang Menguak Sisi Gelap Proyek di Papua
-
Tak Sembarang Orang Bisa Beli, Begini Alur Distribusi Narkoba 'VIP Only' di B Fashion Hotel
-
Nasib Ahmad Syahri Merokok dan Main Game Saat Rapat, Terancam Dipecat dari DPRD Jember?
-
Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
-
Nasib Santri Ponpes Pati Usai Geger Kasus Pelecehan, Sekolah Tetap Lanjut atau Pindah?
-
Polda Metro Jaya Bentuk Tim Pemburu Begal, Kombes Iman: Kami Siap Beraksi 24 Jam!
-
Kepulauan Seribu Diserbu Wisatawan Saat Liburan, Polres Sebar Polisi di Tiap Dermaga
-
Kedubes Jepang Warning Warganya: Nekat Prostitusi Anak di RI, Siap-siap Dibui di Dua Negara
-
Polisi Ciduk Komplotan Jambret di Tamansari, Uang Hasil Kejahatan Dipakai Buat Pesta Sabu