Suara.com - Keponakan Osama Bin Laden, Noor Bin Ladin mendukung Donald Trump untuk kembali meraih kemenangan dalam pemilihan presiden (Pilpres) Amerika Serikat yang akan berlangsung pada 3 November mendatang.
Menyadur Middle East Monitor, Noor yang kini tinggal di Swiss menghimbau warga AS untuk memilih Donald Trump pada Pilpres nanti. Dia khawatir akan terjadi hal buruk jika Joe Biden yang meraih kemenangan.
Menurut Noor, jika Joe Biden yang merupakan calon presiden dari Partai Demokrat menang, akan ada kemungkinan serangan teror seperti peristiwa 11 September 2001 atau dikenal dengan 9/11, bisa terulang.
"ISIS berkembang biak di bawah pemerintahan Obama/Biden, dan mereka kemudian datang ke Eropa," kata Noor Bin Ladin kepada New York Post dikutip dari Middle East Monitor, Kamis (10/9/2020).
"Trump telah menunjukkan bahwa dia melindungi Amerika dan kami dengan perluasan dari ancaman asing dengan melenyapkan teroris di akarnya dan sebelum mereka mendapat kesempatan untuk menyerang."
Keponakan pendiri Al-Qaeda itu masih berusia 14 tahun ketika pamannya diduga menjadi dalang di balik serangan di World Trade Center dan Pentagon di New York dan Washington DC.
Meski pamannya jadi musuh bersama warga AS, Noor menggambarkan dirinya sebagai "orang Amerika di hati". Dia mengaku sudah sejak lama mengagumi Donald Trump.
“Saya telah menjadi pendukung Presiden Trump sejak dia mengumumkan bahwa dia mencalonkan diri pada awal tahun 2015,” jelas Noor Bin Ladin, yang ingin menyembut ejaan nama keluarganya "Ladin" alih-alih "Laden" seperti pamannya.
“Saya telah menyaksikan dari jauh dan saya mengagumi keteguhan hati pria ini."
Baca Juga: China Tolak Perbarui Kartu Pers Jurnalis Amerika Serikat
"Dia harus dipilih kembali. Ini penting untuk masa depan tidak hanya Amerika, tetapi peradaban barat secara keseluruhan," tambahnya.
Wawancara bersama New York Post juga dijadikan Noor sebagai kesempatan dia untuk mengkritik Anggota Kongres Minnesota Ilhan Omar.
“Anda memiliki situasi sekarang di Amerika di mana Anda memiliki orang-orang seperti Ilhan Omar yang secara aktif membenci negara Anda,” kata Noor.
“Merupakan suatu kehormatan untuk dapat pergi dan tinggal di Amerika Serikat dan memanfaatkan semua peluang sebaik-baiknya. Jika dia sangat membencinya, kenapa dia tidak pergi?" tandasnya.
Berita Terkait
-
Kelewat Berani, Orang Ini Edit Video Tampar Donald Trump
-
Alasan Suara Tak Terdengar, Trump Minta Wartawan Buka Masker
-
Trump Klaim Vaksin Virus Corona Akan Tersedia Pada Oktober, Benarkah?
-
Keponakan Osama bin Laden Dukung Donald Trump sebagai Presiden AS
-
Kamala Harris: Saya Tak Percaya yang Diungkapkan Trump tentang Covid-19
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada
-
Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman
-
Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri
-
Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan
-
Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas
-
Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak
-
PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi
-
Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!
-
Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah
-
Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara