Suara.com - Otoritas China telah menolak memperbarui kartu pers setidaknya untuk tiga orang reporter untuk tiga kantor berita Amerika Serikat yang berbasis di China.
Menyadur The Guardian, Senin (7/9/2020), keputusan itu dilakukan pemerintah China saat hubungan kedua negara tengah memanas.
Jurnalis dari Wall Street Journal, CNN dan Getty Images, yang baru-baru ini berusaha memperbarui kartu pers mereka, diberitahu bahwa mereka tidak dapat melakukannya.
Hal itu merupakan buah dari tindakan pemerintah AS yang baru-baru ini melakukan hal serupa kepada jurnalis China yang bekerja di Negeri Paman Sam.
Para jurnalis kini diberi surat izin sementara untuk bekerja menggunakan kredensial pers mereka yang sudah habis masa berlakunya.
Para pejabat mengindikasikan bahwa masa depan kartu pers mereka akan bergantung pada perkembangan situasi apakah Gedung Putih mengizinkan jurnalis China untuk terus bekerja di AS.
CNN mengatakan bahwa korespondennya yang berbasis di Beijing, David Culver, seorang warga negara Amerika, diberitahu oleh pejabat China bahwa pembatasan itu merupakan tindakan timbal balik terhadap keputusan AS untuk membatasi visa oleh jurnalis China di AS.
"Namun, kehadiran kami di China tetap tidak berubah dan kami terus bekerja dengan otoritas lokal untuk memastikan hal itu berlanjut," kata CNN dalam sebuah pernyataan.
The Wall Street Journal melaporkan bahwa Jeremy Page, seorang reporter Inggris di biro Beijing juga terpengaruh oleh pembatasan tersebut.
Baca Juga: Bos Sinovac Sebut 90% Pegawai dan Keluarganya Telah Peroleh Vaksin Covid-19
Baik CNN dan Wall Street Journal mengatakan kepada wartawan bahwa visa mereka, yang bergantung pada validitas kartu pers, akan diperpanjang tetapi dipersingkat menjadi dua bulan.
Sementara itu, Getty Images menolak berkomentar tentang masalah ini.
China dan AS telah berbulan-bulan terkunci dalam balas dendam atas perlakuan terhadap jurnalis di kedua negara.
Pada Maret, China mengusir lebih dari selusin jurnalis AS setelah negara yang dipimpin Donald Trump itu mencap media pemerintah China yang beroperasi di AS sebagai misi asing.
Kemudian pada Mei, sebagai tanggapan atas penindasan terhadap jurnalis AS di China, pemerintahan Trump membatasi jangka waktu reporter China dapat tinggal di AS hingga tiga bulan, dengan kemungkinan pembaruan.
Visa tersebut dilaporkan akan berakhir pada November--sekitar waktu yang sama dengan visa jurnalis CNN dan Wall Street Journalist yang baru saja terkena dampak.
Berita Terkait
-
Isabella Guzman, Gadis yang Tusuk Ibunya 151 Kali tapi Tidak Dipenjara
-
Mantan CEO Google Sebut Trump Gagal Tangani Covid-19
-
Awas Klaster Pilkada: Seharusnya Indonesia Berkaca Pada Pemilu AS
-
Arab Saudi akan Berdamai dengan Israel Jika Palestina Diakui Sebagai Negara
-
Jurnalis Perempuan di Pakistan Tewas Tertembak, Diduga Dibunuh Suami
Terpopuler
- 3 Mobil Bekas 60 Jutaan Kapasitas Penumpang di Atas Innova, Keluarga Pasti Suka!
- 5 Sepatu Lokal Senyaman Skechers, Tanpa Tali untuk Jalan Kaki Lansia
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- Cek Fakta: Viral Ferdy Sambo Ditemukan Meninggal di Penjara, Benarkah?
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
Pilihan
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
-
Daftar Saham IPO Paling Boncos di 2025
Terkini
-
Presiden Prabowo: Bantuan Bencana Wajib Transparan, Tak Ada Ujung-ujungnya Nagih
-
Semua Gardu Induk Aceh Bertegangan, PLN Kejar Pemulihan 180 Desa Masih Padam
-
Siapa Sosok Guru Nur Aini? Mendadak Dipecat Karena Curhat Jarak Sekolah Jauh
-
Prabowo: Bantuan Bencana Dibuka Seluas-luasnya, Tapi Harus Transparan dan Tanpa Kepentingan
-
Prabowo Instruksikan Danantara Koordinasi Ketat Bangun Hunian Pengungsi agar Tak Tumpang Tindih
-
DPRD Lebak Dorong Penindakan Tambang Ilegal demi Cegah Bencana Ekologi
-
Penyebab Civic Ringsek di Bundaran HI, Polisi Ungkap Dugaan Pengemudi Muda Tak Fokus
-
Libur Tahun Baru 2026, Pengunjung Ragunan Diprediksi Tembus 100 Ribu Orang
-
Malioboro Belum Sepi! Wisatawan Masih Belanja Oleh-oleh Sebelum Pulang
-
BMKG Catat 1.556 Gempa Guncang Aceh Sepanjang 2025, Naik 39 Persen dari Tahun Lalu