Suara.com - Hari Raya Galungan merupakan hari raya umat Hindu Bali. Galungan dirayakan setiap 210 hari atau setiap 6 bulan sekali dengan menggunakan perhitungan kalender Bali. Apa makna Hari Raya Galungan? Berikut ini penjelasannya.
Perlu diketahui, Hari Raya Galungan juga dirayakan oleh Suku Tengger dengan makna dan cara berbeda dengan umat Hindu di Bali.
Tahun ini, umat Hindu akan merayakan Hari Raya Galungan dan Hari Raya Kuningan tanggal 16 September 2020. Hari Raya Galungan dan Hari Raya Kuningan dirayakan dengan menggunakan Rabu Kliwon Wuku Dunggulan.
Makna Hari Raya Galungan
Hari Raya Galungan dimaknai kemenangan Dharma (Kebaikan) melawan Adharma (Keburukan) yang mana adalah menyatukan kekuatan rohani agar mendapatkan pikiran dan pendirian yang terang.
Kemenangan Dharma melawan Adharma ini diartikan adalah melawan keegoisan, hawa nafsu dan sifat buruk dalam diri.
Hawa nafsu dalam diri yang dikenal dengan sebutan Kalatiga antara lain Kala Amangkurat, Kala Dungulan dan Kala Galungan. Apa arti Kala Amangkurat, Kala Dungulan dan Kala Galungan?
Kala Amangkurat yakni hawa nafsu yang selalu ingin menguasai segala keinginan secara batiniah dan memerintah bila tidak terkendali akan menjadi serakah untuk mempertahankan kekuasaan meski menyimpang dari kebenaran.
Kala Dungulan yakni segala nafsu untuk menghalahkan semua yang dikuasai oleh orang lain. Kala Galungan yang berarti nafsu untuk menang dengan berbagai dalih dan cara yang tidak sesuai dengan norma dan etika.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Bali Hari Ini, Selasa 15 September 2020
Pada saat Galungan, menyatukan kekuatan rohani agar bisa mendapat pikiran dan pendirian yang terang, adalah usaha untuk memenangkan diri dari ego. Bersatunya rohani dan pikiran yang terang adalah wujud dharma dalam diri.
Perayaan Hari Raya Galungan mengandung makna ungkapan rasa syukur umat Hindu atas karunia yang diberikan oleh Yang Maha Kuasa.
Nah, itulah makna Hari Raya Galungan dan selamat Makna Hari Raya Galungan bagi umat Hindu.
Kontributor : Muhammad Zuhdi Hidayat
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Peneliti Ungkap Hubungan Penyusutan Danau Turkana dengan Aktivitas Gempa Bumi
-
JPPI Kritik Keras SE Mendikdasmen, Guru Honorer Terancam Tersingkir dari Sekolah Negeri
-
Jadi Peternak Kambing tapi Berizin Direktur, WNA Myanmar Terancam Deportasi dari Yogyakarta
-
8 Fakta Kecelakaan Maut Bus ALS vs Truk BBM di Muratara, 16 Orang Tewas Terbakar
-
6 Fakta Kebakaran Rumah di Tanjung Barat yang Tewaskan Anggota BPK Haerul Saleh
-
Dapat Salam dari Gus Yaqut yang Ditahan KPK, Begini Respons Mensos Gus Ipul
-
DPR Dukung Usulan Blacklist Pelaku Politik Uang di Revisi UU Pemilu
-
Viral! Akun Ini 'Ramal' Kemunculan Hantavirus di 2026 pada Juni 2022, Kok Bisa?
-
Persija Mengungsi ke Samarinda saat Lawan Persib, Milad GRIB Jaya di Senayan Dihadiri 20 Ribu Orang
-
Jaga Wilayah Kelola Adat, UNDP Gandeng GEF-SGP Buka Proposal Hibah ICCA-GSI Phase 2