Suara.com - Sejak Juli lalu, profil Marissa Hutabarat memang sudah menjadi perbincangan di media sosial Tanah Air. Saat itu, Marissa dikabarkan tengah mencalonkan diri sebagai Hakim Pengadilan Negeri Pertama di New Orleans. Kini, namanya kembali menjadi sorotan karena perempuan keturunan Indonesia ini berhasil memenangkan pemilihan hakim tersebut.
Lalu, siapa sebenarnya sosok Marissa Hutabarat? Simak profil Marissa Hutabarat, sang Hakim di Amerika Serikat keturunan Indonesia berikut ini.
Latar Belakang Marissa Hutabarat
Sebelum terpilih menjadi hakim, Marissa Hutabarat merupakan pengacara muda sekaligus aktivis sosial di New Orleans, Amerika Serikat. Nama Hutabarat didapat dari sang ayah yang berdarah Batak. Hutabarat sendiri merupakan salah satu marga yang berasal dari daerah Tapanuli Utara. Sementara itu, sang ibu merupakan keturunan Tionghoa asal Thailand.
Pemilik akun Instagram @marissaforjudge ini lahir dan besar di Amerika Serikat. Walaupun tidak pernah tinggal di Indonesia, Ia belajar tentang kultur dan budaya Indonesia dari sang opung (ibu dari ayah).
Pendidikan dan Karier Marissa Hutabarat
Marissa Hutabarat mengambil gelar sarjananya di jurusan Psikologi, DePaul University dan lulus di tahun 2006. Ia kemudian melanjutkan studi di Fakultas Hukum Loyola University.
Setelah lulus pada 2010, Ia melakukan externship dengan Honorable Judge Roland Belsome dari Pengadilan Banding Negara Bagian Louisiana. Saat itu, Ia bertugas melakukan penelitian, meringkas, menyusun memorandum, dan beberapa tanggung jawab lainnya.
Ia juga pernah menjadi juru tulis untuk Honorable Edwin A. Lombard dari Pengadilan Banding Negara Bagian Louisiana. Tidak hanya itu, Marissa juga sempat menjabat sebagai juru tulis hukum yudisial untuk Honorable Monique Barial di Pengadilan Distrik Sipil dengan tugas yang semakin kompleks.
Baca Juga: Tidak Pakai Masker, Wanita Ngamuk Naik Meja hingga Ancam Tusuk Pegawai KFC
Sebelum mencalonkan diri sebagai hakim, Marissa merupakan associate attorney di Glago Williams, LLS yang berfokus pada kasus kecelakaan lalu lintas, malapraktik medis, serta perselisihan asuransi.
Dalam pencalonannya sebagai hakim untuk negara bagian New Orleans, Marissa didukung oleh Partai Demokrat. Setelah beberapa bulan melakukan kampanye dengan tagline ‘People’s Judge’, Ia berhasil memenangkan pemilihan dengan 60% suara. Hasil ini membuatnya resmi terpilih sebagai Hakim Pengadilan Negeri Pertama di New Orleans.
Komunitas Sosial
Selain berkarier di bidang hukum, Marissa juga aktif melakukan pelayanan untuk masyarakat. Hal ini terlihat dari keterlibatan sang Hakim di beberapa komunitas.
Dirinya tergabung dalam Council on Alcohol and Drug Abuse (CADA) untuk Greater New Orleans. Ia juga aktif sebagai anggota The Orchid Society yang merupakan jaringan profesional perempuan muda. Tak hanya itu, Marissa juga merupakan penasihat untuk The First 72+, sebuah organisasi dengan misi penghentian siklus penahanan.
Ia juga tergabung di beberapa komunitas lainnya, yakni New Orleans CORE and the Freedom Riders 50th Anniversary Panel Discussion, Coasts for Kids, dan American Heart Association.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Sinyal Bahaya Demokrasi, Lakso Anindito Sebut KUHP Baru Berpotensi Hidupkan Rezim Otoritarian Orba
-
KPK Sempat Terbelah dan Ragu Jadikan Yaqut Tersangka Korupsi Haji?
-
Lakso Anindito Prediksi Gelombang Praperadilan Koruptor Akibat KUHP Baru
-
Rumah Yaqut 'Dikepung' Aparat, Tamu Diperiksa Ketat Usai Jadi Tersangka Korupsi Haji
-
BNI Hadirkan agen46 hingga Pelosok Kota Bima, Perluas Inklusi Keuangan
-
Indonesia Terpilih jadi Presiden Dewan HAM PBB, Amnesty International Indonesia: Kebanggaan Semu!
-
KPK Bongkar Alasan Jerat Eks Menag Yaqut: 'Permainan' Kuota Haji Tambahan Jadi Pemicu
-
Sinyal Keras KPK, Eks Menag Yaqut Secepatnya Ditahan di Kasus Korupsi Haji
-
Tanggapi Soal Pilkada Langsung dan Tidak Langsung, Menko Yusril: Keduanya Konstitusional
-
Pemprov DKI Jakarta Pertahankan Angka UMP 2026 di Rp5,7 Juta Meski Buruh Menolak