Suara.com - Profil Setyo Budiyanto menjadi sorotan setelah baru-baru ini beliau terpilih sebagai Direktur Penyidikan KPK. Dalam pemilihan tersebut, Setyo menyisihkan dua kandidat lain yang juga berasal dari Polri, yakni Kombes Nazirwan Adji Wibowo dan Kombes Didik Agung Widjanarko.
Lantas, sosok seperti apa Direktur Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi yang baru terpilih ini? Berikut profil Setyo Budiyanto selengkapnya.
Sebelum terpilih sebagai Direktur Penyidikan KPK, Brigadir Jenderal (Brigjen) Pol Setyo Budiyanto tercatat pernah menjabat beberapa posisi lain di lembaga negara tersebut. Beliau diketahui sempat menjabat sebagai Koordinator Supervisi Penindak (Korsupdak) di Deputi Penindak KPK.
Barulah sejak Mei lalu, Brigjen Pol Setyo diangkat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Penyidikan KPK menggantikan Brigjen RZ Panca Putra yang ditarik institusi asal Polri.
Pada saat itu, selain menjabat sebagai Plt Direktur Penyidikan sekaligus Koordinator Wilayah III KPK, nama Setyo Budiyanto juga masuk ke dalam kandidat Direktur Penyidikan KPK bersama dengan 11 nama lainnya. Setelah mengikut beberapa tahapan seleksi, tertanggal 18 September 2020, Brigjen Pol Setyo Budiyanto terpilih sebagai Direktur Penyidikan KPK. Kabar tersebut diketahui dari lembaran surat pimpinan KPK RI Nomor R/1812/KP.01.01-54/09/2020 yang ditandatangani langsung oleh Ketua KPK Firli Bahuri.
Harta Kekayaan Setyo Budiyanto
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada 31 Desember 2019, Setyo Budiyanto memiliki total harta kekayaan sebesar Rp 7,6 miliar. Pada laporan periode sebelumnya, Setyo tercatat memiliki harta kekayaan yang lebih sedikit, yakni Rp 2,9 miliar.
Sebesar Rp 6,7 miliar harta sang Brigjen berbentuk tanah dan bangunan yang berada di Tangerang Selatan, Kota Semarang, dan Kota Makassar.
Baca Juga: Eks Bupati Bengkalis Amril Mukminin Terima 100.000 Dolar Singapura dari CGA
Sementara itu, kekayaan Brigjen Pol Setyo Budiyanto lainnya berbentuk alat transportasi dan mesin yang mencapai Rp660 juta. Alat transportasi dan mesin tersebut berupa dua mobil (Honda CR-V Jeep dan Toyota Fortuner), dua sepeda motor, dan dua sepeda. Selain itu, Setyo juga tercatat memiliki harta bergerak lain dan kas yang mencapai Rp 65 juta.
Itu dia profil Setyo Budiyanto, Direktur Penyidikan KPK yang baru terpilih.
Kontributor : Theresia Simbolon
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir
-
Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk
-
Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa
-
Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu
-
12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang
-
Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati
-
Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah
-
Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu
-
Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend