Suara.com - Jumlah ikan paus pilot yang terdampar di Pantai Barat Tasmania, Australia mencapai 470 ekor setelah tim penyelamat melakukan operasi penyelamatan pada mamalia tersebut.
Menyadur Channel News Asia, tim penyelamat yang mencoba membebaskan paus yang terdampar di lepas pantai pulau Tasmania Australia mengatakan pada Rabu (23/9) mereka telah menemukan 200 mamalia terdampar lainnya, sehingga totalnya menjadi 470 ekor.
Pada hari ketiga operasi penyelamatan, tim mengatakan melihat sekelompok paus pilot selama pengamatan dari udara di Pelabuhan Macquarie yang terpencil, dan sebagian besar diyakini sudah mati.
"Mereka tampaknya tidak berada dalam kondisi yang memerlukan penyelamatan," kata Nic Deka, manajer kawasan Taman dan Satwa Liar Tasmania, pada konferensi pers dikutip dari Channel News Asia.
"Kebanyakan dari mereka tampaknya tewas. Jika mereka bisa diselamatkan, kami akan mengirim kru ke sana untuk melakukannya." jelas Deka.
Penemuan ini menjadikannya jumlah paus terdampar terbanyak di pantai Australia di zaman modern, dan menarik perhatian pada fenomena alam yang menurut para ilmuwan tidak diketahui penyebabnya.
Pada tahun 1996, 320 paus pilot terdampar di pantai Australia Barat, yang kemudian dilaporkan sebagai terdampar massal terbesar di negara itu.
Sekitar 600 paus pilot terdampar di sekitar Selandia Baru sepanjang tahun 2017. Paus pilot adalah spesies lumba-lumba samudra yang tumbuh sepanjang 7m dan berat hingga 3 ton.
Dari 270 paus yang terdampar yang tersisa di lepas pantai Tasmania, setidaknya 90 telah mati dan penyelamat telah membebaskan sekitar 25 paus sejak Senin di lokasi sekitar 200 km barat laut ibu kota negara bagian Hobart.
Baca Juga: Obati Rindu Terbang, Maskapai di Australia Buat Rute Penerbangan Unik
Tim yang terdiri dari sekitar 65 pekerja taman negara bagian, nelayan, dan relawan berharap untuk membebaskan lebih banyak paus pada hari Rabu.
Proses penyelamatan harus mengarungi perairan sedalam pinggang orang dewasa yang cukup dingin, kemudian menempelkan kain pada paus dan membimbing mereka keluar dari pelabuhan dengan perahu.
"Kami tidak berada pada titik di mana kami mempertimbangkan untuk eutanasia ... tetapi itu selalu ada di benak kami," kata Kris Carlyon, seorang ahli biologi satwa liar di badan konservasi pemerintah negara bagian.
"Kami semua optimis mendapatkan lebih banyak hari ini. Kami masih sangat berharap." tegas Kris.
Pada Minggu (20/9) sekitar 270 paus pilot terdampar di Pantai Barat Tasmania yang menyita perhatian banyak kalangan.
Bahkan Peter Gutwein, Perdana Menteri Tasmania siap turun tangan jika bantuan lebih dibutuhkan. "Pada saat-saat seperti ini, warga Tasmania bekerja sama untuk merespons dengan cepat dan penuh kasih, dan pikiran saya bersama mereka yang membantu upaya tersebut," kata Gutwein.
Staf Departemen Industri Primer, Taman, Air dan Lingkungan (DPIPWE) dan Kepolisian Tasmania berada di lokasi dan ikut membantu evakuasi.
Pada Selasa sore, kru tambahan sedang dalam perjalanan dengan peralatan penyelamat paus.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Komisi VIII DPR RI Awasi Langsung Penyaluran PKH dan Sembako di Batam
-
Diskon Tiket KA Lebaran 2026 Masih Tersedia, KAI Daop 6 Imbau Warga Segera Pesan
-
Ketua MPR Soroti Kasus Bripda MS Aniaya Anak Hingga Tewas di Tual: Harus Jadi Pelajaran!
-
Pakar UI: Indonesia Wajib Waspada 'Akal Bulus' Israel di Balik Rekonstruksi Gaza dalam BoP
-
Rocky Gerung: Perjanjian Dagang Prabowo-Trump 'Menghina Indonesia'!
-
Anggota Brimob Aniaya Anak hingga Tewas di Tual, Menteri PPPA Turun Tangan: Sedang Koordinasi
-
Bripda MS Aniaya Anak Hingga Tewas, Yusril: Sungguh di Luar Perikemanusiaan
-
Sound Horeg dan Perang Sarung Dilarang Keras Selama Ramadan di Ponorogo, Apa Sanksinya?
-
Berbagi Piring Persaudaraan, Kala Ribuan Orang Menyemut Jadi Keluarga Masjid Jogokariyan
-
Pelajar SMA Aceh Barat Dikeroyok Oknum TNI, Praktisi Hukum Desak Pengadilan Militer