Suara.com - Seorang TKW yang bekerja di Taiwan bernama Isa Yang menyambi pekerjaan sebagai asisten rumah tangga juga sebagai seorang YouTuber. Bahkan, ia sukses mendapatkan penghargaan Silver Play Button dari YouTube.
Isa, nama panggilan Isa Yang, membagikan video saat ia membuka paket berisi Silver Play Button bersama sang majikan. Video tersebut diunggah ke kanal YouTube miliknya Isayang123 bertajuk 'Hebohnya Ampun | Unboxing Bersama Majikan'.
"Saya mau kasih tahu mereka, mau unboxing silver play button," kata Isa seperti dikutip Suara.com, Jumat (25/9/2020).
Silver Play Button adalah penghargaan yang diberikan oleh YouTube setelah sebuah kanal YouTube mendapatkan lebih dari 100 ribu subscriber.
Saat sesi makan malam bersama, Isa mendatangi keluarga majikannya sembari membawa sebuah kardus.
Isa mengaku mendapatkan pemberitahuan meraih penghargaan Silver Play Button pada 3 Juli 2020. Hanya tiga hari berselang, paket tersebut tiba di kediaman majikannya di Taiwan.
"Saya sudah mendapatkannya beberapa hari lalu, tapi belum saya buka. Jadi kita buka bersama-sama," ungkapnya.
Saat Isa menunjukkan paket tersebut, beberapa anggota keluarga langsung terperangah. Mereka tak menyangka Isa bisa mendapatkan penghargaan dari YouTuber.
"Wow, tidak semua youtuber bisa mendapatkannya. Isa hebat," ujar salah seorang majikannya.
Baca Juga: Menhub Lebih Pilih YouTuber Ketimbang Media Massa untuk Sampaikan Informasi
Anggota keluarga lainnya langsung bertepuk tangan atas pencapaian yang didapatkan Isa. Mereka juga melakukan sesi foto bersama dengan Isa dan Silver Play Button yang sukses di dapatkan oleh Isa.
Mereka juga langsung memberikan ucapan selamat kepada Isa. Akun YouTube Isa telah sukses mendapatkan 205 ribu subscriber.
Dalam kesempatan itu, Isa juga menyampaikan ungkapan terima kasih kepada majikannya yang telah mengizinkannya menjadi asisten rumah tangga sambil membuat video blog (ngevlog).
"Tuan terima kasih banyak, karena di tempat lain belum tentu diperbolehkan ambil video atau bikin vlog, andai saja dulu tuan bilang tidak boleh mungkin saya tidak akan mendapatkan ini," tutur Isa.
Dalam akun YouTube miliknya, Isa seringkali membagikan berbagai kegiatan yang ia lakukan selama menjadi asisten rumah tangga di Taiwan.
Berbagai kegiatan mulai dari membersihkan rumah, memasak hingga membantu menyiapkan perlengkapan majikan juga ia abadikan dalam video dan diunggah ke akun YouTube miliknya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Komisi VIII DPR RI Awasi Langsung Penyaluran PKH dan Sembako di Batam
-
Diskon Tiket KA Lebaran 2026 Masih Tersedia, KAI Daop 6 Imbau Warga Segera Pesan
-
Ketua MPR Soroti Kasus Bripda MS Aniaya Anak Hingga Tewas di Tual: Harus Jadi Pelajaran!
-
Pakar UI: Indonesia Wajib Waspada 'Akal Bulus' Israel di Balik Rekonstruksi Gaza dalam BoP
-
Rocky Gerung: Perjanjian Dagang Prabowo-Trump 'Menghina Indonesia'!
-
Anggota Brimob Aniaya Anak hingga Tewas di Tual, Menteri PPPA Turun Tangan: Sedang Koordinasi
-
Bripda MS Aniaya Anak Hingga Tewas, Yusril: Sungguh di Luar Perikemanusiaan
-
Sound Horeg dan Perang Sarung Dilarang Keras Selama Ramadan di Ponorogo, Apa Sanksinya?
-
Berbagi Piring Persaudaraan, Kala Ribuan Orang Menyemut Jadi Keluarga Masjid Jogokariyan
-
Pelajar SMA Aceh Barat Dikeroyok Oknum TNI, Praktisi Hukum Desak Pengadilan Militer