Suara.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan DKI Jakarta akan diguyur hujan mulai siang nanti.
Dikutip dari laman resmi BMKG, seluruh wilayah di Ibu Kota, pada Jumat (2/10/2020) pagi dapat merasakan cuaca cerah berawan.
Memasuki siang hari, hujan dengan intensitas sedang diperkirakan terjadi di wilayah Jakarta Barat.
Hujan ringan diperkirakan terjadi di Jakarta Pusat dan Jakarta Utara. Sedangkan Jakarta Timur dan Jakarta Selatan diperkirakan hujan disertai petir.
"Waspada hujan disertai kilat atau petir dan angin kencang dengan durasi singkat di wilayah Jaksel dan Jaktim pada sore hari," bunyi peringatan dini dari BMKG.
Memasuki malam hari, hujan ringan diperkirakan masih terjadi di wilayah Jakarta Barat, Jakarta Timur dan Jakarta Selatan.
Sedangkan wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu diperkirakan berawan. Hingga dini hari seluruh wilayah DKI Jakarta merasakan cuaca berawan.
Untuk suhu udara diperkirakan berkisar 23-32 derajat Celcius. Jakarta Barat (23-32 derajat), Jakarta Pusat (25-30 derajat), Jakarta Selatan (23-32 derajat), Jakarta Timur (23-32 derajat), Jakarta Utara (25-30 derajat) dan Kepulauan Seribu (27-30 derajat).
Kelembaban udara berkisar 65-95 persen di Jakarta Barat, 70-90 persen di Jakarta Pusat dan Jakarta Utara, 65-90 persen di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan, 80-90 di Kepulauan Seribu.
Baca Juga: Kandungan Garam dalam Air Hujan Bisa Merusak Lapisan Cat Mobil?
BMKG mengimbau masyarakat agar mewaspadai potensi cuaca ekstrem. Kondisi hujan tidak merata dapat terjadi dengan intensitas sedang hingga lebat dalam durasi singkat di masa pancaroba.
BMKG telah mengeluarkan informasi prakiraan awal musim hujan tahun 2020. Diprediksi bahwa sebagian besar wilayah Indonesia memasuki periode awal musim hujan mulai akhir Oktober-November 2020.
Selama September-Oktober, periode peralihan musim (pancaroba) dari kemarau ke penghujan masih berlangsung di beberapa wilayah Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Komisi III DPR RI Sayangkan Guru Honorer di Probolinggo Dipidanakan karena Rangkap Jabatan
-
Sebut Dakwaan Jaksa Tidak Terbukti, Kerry Riza Minta Pembebasan dan Pengembalian Aset
-
Tragedi NS dan Fenomena Filisida: Mengapa Rumah Jadi Ruang Berbahaya bagi Anak?
-
Kubu Kerry Riza Sebut Jaksa Paksakan Keputusan Bisnis Jadi Tindak Pidana Korupsi
-
Konflik Kartel Meksiko Geser Rantai Pasok Narkoba ke Indonesia, BNN Waspadai Jalur Alternatif
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
Jelang Vonis Korupsi Pertamina, Ketua Hakim Beri Peringatan Keras: Jangan Coba-coba Pengaruhi Kami!
-
Sudah Jatuh Tertimpa Tangga: Kerry Adrianto Merasa Dijebak dalam Kasus Korupsi Pertamina
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan