News / Internasional
Selasa, 14 Juli 2026 | 08:07 WIB
Presiden AS, Donald Trump. [IG/@realdonaldtrump]
Baca 10 detik
  • Presiden AS Donald Trump mengancam akan meluncurkan serangan militer terhadap situs nuklir rahasia Iran bernama Pickaxe Mountain.
  • Fasilitas nuklir yang terletak di Pegunungan Zagros tersebut diklaim memiliki pertahanan sangat kuat dan sulit ditembus bom.
  • Selain mengancam serangan, AS juga menerapkan kebijakan penutupan jalur logistik laut Iran di wilayah Selat Hormuz.

Suara.com - Presiden AS, Donald Trump kembali mengancam perang. Bahkan, cenderung berani melontarkan serangan ke lokasi strategis Iran,

Dalam sebuah pernyataan terbaru, Trump menegaskan bahwa Washington bersiap melakukan tindakan militer terhadap situs strategis yang dikenal sebagai "Pickaxe Mountain" dan memperingatkan bahwa AS akan terus melancarkan tekanan hebat ke negara tersebut.

Pernyataan agresif ini disampaikan langsung oleh Trump saat menghadiri sesi wawancara di program Hugh Hewitt Show. Ia secara terbuka meminta pihak Iran bersiap menghadapi serangan yang akan dilancarkan oleh militer Amerika Serikat dalam waktu dekat.

Menurut penuturan Trump, intelijen AS terus memantau pergerakan di kawasan tersebut secara intensif. Ia mengklaim bahwa program pengembangan nuklir Tehran terus mengalami hambatan akibat tindakan preventif yang diambil Washington.

Setiap kali terdapat indikasi aktivitas mencurigakan, AS langsung mengambil tindakan tegas demi meredam ambisi nuklir Iran, dan situs Pickaxe menjadi target berikutnya dalam agenda operasi mereka.

Secara geografis, Pickaxe Mountain merupakan nama samaran untuk kompleks nuklir bawah tanah rahasia yang memiliki nama resmi Kuh-e Kolang Gaz La.

Fasilitas ini tersembunyi jauh di dalam rangkaian Pegunungan Zagros, Iran tengah, tidak jauh dari kompleks pengayaan uranium Natanz yang sebelumnya sudah mengalami kerusakan parah.

Dilansir dari Reuters, situs ini dikenal memiliki pertahanan tingkat tinggi karena dibangun ratusan meter di bawah lapisan batu dan tanah, yang oleh para ahli taktis dinilai mustahil ditembus bahkan oleh bom penghancur bunker (bunker buster) paling mutakhir milik militer AS.

Sebelum membeberkan rencana serangan terhadap fasilitas bawah tanah tersebut, Trump juga telah mengumumkan kebijakan penutupan kembali jalur logistik laut Iran di wilayah Teluk.

Baca Juga: IRGC Iran: Operasi Pembalasan ke Amerika Akan Terus Berlanjut

Langkah pengamanan Selat Hormuz ini dipastikan tetap berjalan dengan kompensasi biaya tertentu, setelah akhir pekan lalu diwarnai insiden saling serang menggunakan pesawat tanpa awak dan rudal antar kedua negara.

Load More